detikfinance

Ini 14 Bahan Baku Logam yang Dilarang Ekspor Tanpa Diolah di 2014

Rista Rama Dhany - detikfinance
Selasa, 01/05/2012 16:42 WIB
//images.detik.com/content/2012/05/01/4/ptba-3-dalam.jpg Ilustrasi Foto: dok detikFinance
Jakarta -Sebanyak 14 bahan baku logam pada 2014 akan dilarang untuk diekspor apabila tidak dilakukan pengolahan terlebih dahulu seperti tertuang dalam Peraturan Menteri ESDM No 7/2012 tentang Peningkatan Nilai Tambah Mineral.

Hal tersebut seperti diungkapkan Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan para pengusaha atau perusahaan-perusahaan pemegang Izin Usaha Pertambangan tetap wajib mentaati Undang-undang minerba dan peraturan turunannya (termasuk Permen No 7/2012) dalam pengelolaan mineralnya," kata Hatta di Kantor Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), Selasa (1/5/2012).

Kata Hatta, akan ada fakta integritas yang wajib dikembangkan disektor Pertambangan yakni, Wajib dikembangkannya hilirisasi dengan tujuan untuk meningkatkan value added (peningkatan nilai tambah).

"Bisa perusahaan itu sendiri atau bisa pula kerjasama terhadap 14 bahan baku logam," kata Hatta.

Dan untuk menghindari ekspor yang besar-besaran sebelum 2014 tersebut pemerintah akan menerapkan bea keluar.

"Ini tujuannya agar tidak terjadi ekspor yang besar-besaran, jor-joran, menghindarkan para pengusaha habis-habisan ekspor setelah 2014 santai tidur, itu yang harus kita antisipasi yakni dengan akan mengeluarkan bea keluar," terang Hatta.

Tetapi bea tersebut hanya untuk 14 bahan baku logam, sementara batubara akan diatur tersendiri.

Sementara diungkapkan Menteri ESDM, Jero Wacik, ke-14 bahan baku logam yang akan kena bea keluar diantaranya :

  • Tembaga
  • Emas
  • Perak
  • Timah
  • Timbal
  • Kromium
  • Molybdenum
  • Platinum
  • Bauksit
  • Biji Besi
  • Pasir Besi
  • Nikel
  • Mangan
  • Antimon
(rrd/ang)

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!



Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Gb Senin, 27/10/2014 11:44 WIB
    Wawancara Khusus Menkeu
    Bambang Brodjonegoro: Kita Sebagai Menteri Bukan Superman
    Salah satu menteri Kabinet Kerja dari kalangan profesional adalah Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro, yang didapuk sebagai Menteri Keuangan. Guru Besar Ekonomi Universitas Indonesia ini tidak asing dengan lingkungan Kementerian Keuangan.
  • Gb Kamis, 30/10/2014 08:45 WIB
    Ellen May: Bye-bye QE
    Quantitative Easing, kebijakan Pelonggaran Kualitatif adalah sebuah kebijakan moneter di AS. Sekarang kebijakan ini sudah selesai.


“Mau berinvestasi di pasar modal ? Mega Online Trading adalah solusinya”

www.megaonlinetrading.com

Info Lebih Lanjut