detikfinance

Ini Penyebab Barang Impor China 'Meledak' di Indonesia

Zulfi Suhendra - detikfinance
Kamis, 03/05/2012 18:10 WIB
http://us.images.detik.com/content/2012/05/03/1036/baja03-luar.jpg
Jakarta - Defisit perdagangan Indonesia dengan China semakin hari semakin melebar. Hal ini ditandai dengan angka impor berbagai produk non migas asal China yang semakin tumbuh.

Menurut Wakil Ketua Kadin Bidang Perdagangan, Distribusi dan Logistik Natsir Mansyur hal ini sangat lumrah terjadi, pasalnya produk Made in China dinilai lebih murah dan memiliki kualitas yang bagus.

"Ya itu otomatis defisit kita dari tahun ke tahun semakin besar, karena China produknya lebih murah, lebih bagus, banyak yang beli," ungkap Natsir kepada detikFinance Kamis (3/5/12).

Menurutnya konsumsi masyarakat Indonesia terhadap barang China yang besar, dan target pasar China ke Indonesia juga menjadi faktor pendukung melonjaknya angka impor produk China ke Indonesia.

"Segmentasi pasar China kan di Indonesia besar, ditambah krisis Eropa yang sedang terjadi," papar Natsir.

Natsir menambahkan hal ini tidak dapat dikendalikan mengingat dari beberapa waktu belakangan ini khususnya pada triwulan 1-2012. Efek perdagangan bebas kian hari semakin nyata terhadap pebisnis di dalam negeri, khususnya sektor industri manufaktur. "Ini nggak ada solusinya, orang pada beli barang China karena lebih murah dan lebih bagus," tegasnya.

Menurutnya, produk impor China yang masuk ke Indonesia terbesar adalah dari sektor manufaktur.

Seperti diberitakan sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat defisit perdagangan Indonesia-China pada triwulan I-2012 ini sebesar US$ 1,6 miliar. Total nilai ekspor Indonesia ke China dalam 3 bulan sebesar US$ 5 miliar, sementara nilai impornya US$ 6,6 miliar.

Komoditas impor yang tumbuh subur pada bulan Maret ini adalah kendaraan dan komponennya, dengan pertumbuhan 68,6% dari bulan sebelumnya yang hanya senilai US$ 55,9 juta menjadi US$ 150 juta.

Direktur Statistik Distribusi BPS Satwiko Darmesto menyatakan defisit perdagangan Indonesia 2011 semakin besar jika dibandingkan tahun 2010. Pada tahun 2010, defisit perdagangan Indonesia-China sekitar US$ 2 miliar, kemudian membengkak menjadi US$ 3 miliar pada tahun 2011.



(zul/hen)

Sponsored Link


Komentar (0 Komentar)

     atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        
    Twitter Recommendation
    Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Gb Senin, 03/06/2013 10:55 WIB
      Wawancara Khusus Wamentan
      Konsumsi Susu Orang Indonesia Terendah se-ASEAN
      Hari Sabtu, 1 Juni 2013 lalu adalah Hari Susu Nasional. Beberapa fakta miris soal persusuan Indonesia masih sangat nyata. Berikut ini wawancara khusus dengan Wamentan Rusman Heriawan soal nasib persusuan Indonesia.
    • Gb Rabu, 15/05/2013 13:51 WIB
      Prospek Saham di Tahun Politik 2014
      Indonesia akan memasuki tahun politik di 2014 nanti menjelang Pemilu. Bagaimana prospek saham di tahun tersebut?


    Online Trading Academy

    Deskripsi Online Trading Academy. Silakan membuka http://jahex.detik.com/statik/createstatic untuk mengupdate deskripsi ini.

    REGISTRASI OTA