RI Berguru ke China Soal Pencegahan Masuknya Limbah Beracun
Kamis, 03/05/2012 19:24 WIB
Jakarta - Pemerintah berjanji akan memperbaiki aturan terkait kegiatan impor barang-barang yang berbahaya dan beracun. Hal ini terkait ditemukannya 118 kontainer sampah impor yang penuh dengan kotoran dan beracun dari Eropa.
Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Deddy Saleh menyatakan tidak ada masalah dengan impor sampah ini. Hanya saja, yang perlu diperhatikan adalah sistem pengaturan agar limbah-limbah yang masuk ke tanah air bukanlah limbah kotor dan beracun.
"Kita mengkaji ulang sistemnya, saya juga ke China juga melihat. Bagaimana praktik penanganan limbah itu. Di China juga boleh masuk limbah, tapi bersih, saya lihat di pelabuhannya itu bersih sekali," ujarnya saat ditemui di kantornya, Jalan MI Ridwan Rais, Jakarta, Kamis (3/5/2012).
Menurut Deddy, di China pemeriksaan terhadap barang-barang limbah sangat ketat. Bahkan ada sekitar 3 kali pemeriksaan untuk limbah yang masuk ke negaranya. Sistem verifikasi ini yang akan ditiru pemerintah Indonesia.
"Jadi pertama, diverifikasi di pelabuhan muat lalu, yang kedua begitu kapal tiba di pelabuhan juga, pelabuhan itu diverifikasi walaupun secara random, tapi begitu sudah diverifikasi dengan cepat yaitu sebanyak 3-4 jam, dimasukkan ke dalam hamparan dipelabuhan itu 100 persen diverifikasi, dan kalau ketahuan ada penyimpangan, dari aturan itu langsung kena pidana bahkan dan barangnya harus dikirim kembali oleh si importirnya," jelasnya.
Untuk itu, lanjut Deddy, Kementerian Perdagangan akan bekerja sama dengan Bea Cukai untuk melakukan verifikasi terhadap limbah impor tersebut. Selain itu, pihaknya juga akan menggandeng Kementerian Lingkungan Hidup. Sekitar minggu depan, pihak terkait ini akan mengadakan pertemuan membahas aturan tersebut.
"Ya dilihat nanti dari kemampuan pelabuhannya. Mungkin bea cukai kesulitan untuk kalo mau periksa di kapal karena kapalnya pun ada di Priok atau di pelabuhan mana. Mungkin nanti akan dia tampung atau di TPS akan diverifikasi lagi," pungkasnya.
(nia/hen)
Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Deddy Saleh menyatakan tidak ada masalah dengan impor sampah ini. Hanya saja, yang perlu diperhatikan adalah sistem pengaturan agar limbah-limbah yang masuk ke tanah air bukanlah limbah kotor dan beracun.
"Kita mengkaji ulang sistemnya, saya juga ke China juga melihat. Bagaimana praktik penanganan limbah itu. Di China juga boleh masuk limbah, tapi bersih, saya lihat di pelabuhannya itu bersih sekali," ujarnya saat ditemui di kantornya, Jalan MI Ridwan Rais, Jakarta, Kamis (3/5/2012).
Menurut Deddy, di China pemeriksaan terhadap barang-barang limbah sangat ketat. Bahkan ada sekitar 3 kali pemeriksaan untuk limbah yang masuk ke negaranya. Sistem verifikasi ini yang akan ditiru pemerintah Indonesia.
"Jadi pertama, diverifikasi di pelabuhan muat lalu, yang kedua begitu kapal tiba di pelabuhan juga, pelabuhan itu diverifikasi walaupun secara random, tapi begitu sudah diverifikasi dengan cepat yaitu sebanyak 3-4 jam, dimasukkan ke dalam hamparan dipelabuhan itu 100 persen diverifikasi, dan kalau ketahuan ada penyimpangan, dari aturan itu langsung kena pidana bahkan dan barangnya harus dikirim kembali oleh si importirnya," jelasnya.
Untuk itu, lanjut Deddy, Kementerian Perdagangan akan bekerja sama dengan Bea Cukai untuk melakukan verifikasi terhadap limbah impor tersebut. Selain itu, pihaknya juga akan menggandeng Kementerian Lingkungan Hidup. Sekitar minggu depan, pihak terkait ini akan mengadakan pertemuan membahas aturan tersebut.
"Ya dilihat nanti dari kemampuan pelabuhannya. Mungkin bea cukai kesulitan untuk kalo mau periksa di kapal karena kapalnya pun ada di Priok atau di pelabuhan mana. Mungkin nanti akan dia tampung atau di TPS akan diverifikasi lagi," pungkasnya.
(nia/hen)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Twitter Recommendation
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Sabtu, 18/05/2013 17:35 WIB
Harga BBM Belum Naik, Harga Asbes, Cat, dan Pipa Sudah Naik
-
Sabtu, 18/05/2013 16:04 WIB
Gita Wirjawan: Jangan Sampai 20 Tahun Lagi Kita Masih Beli HP China
-
Sabtu, 18/05/2013 15:31 WIB
Hatta Rajasa Jamin 'Balsem' Rp 150 Ribu/Bulan Tidak Akan Salah Sasaran
-
Sabtu, 18/05/2013 15:16 WIB
Hatta: Minggu Depan Presiden Akan Lantik Menkeu Baru
-
Sabtu, 18/05/2013 15:06 WIB
Bunga Kredit di RI 10% Sementara Malaysia Hanya 2%, Pengusaha Sulit Bersaing
-
Sabtu, 18/05/2013 15:55 WIB
Gita Wirjawan: Jangan Sampai 20 Tahun Lagi Kita Masih Beli HP China
-
Sabtu, 18/05/2013 12:23 WIB
Ini 2 Negara Pemborong Emas Terbesar di Dunia
-
Sabtu, 18/05/2013 13:43 WIB
RI Tidak Mau Disalahkan Atas Perubahan Iklim Dunia
-
Sabtu, 18/05/2013 11:44 WIB
Cerita Gita Wirjawan Temui Hillary Clinton Karena Sawit RI Ditolak AS
-
Sabtu, 18/05/2013 14:33 WIB
Gita Wirjawan: Mahasiswa Korea Masuk Harvard 700 Orang, RI Hanya 5 Orang
-
68 Komentar
-
65 Komentar
-
50 Komentar
-
48 Komentar
-
45 Komentar
-
Rabu, 17/04/2013 12:45 WIB
Wawancara Direktur Komersial AirAsia
Penerbangan adalah Bisnis yang Seksi
PT Indonesia AirAsia adalah maskapai murah paling dikenal di Indonesia. Direktur Komersial Indonesia AirAsia Bernard Francis menilai penerbangan adalah bisnis yang seksi.
-
Rabu, 15/05/2013 13:51 WIB
Prospek Saham di Tahun Politik 2014
Indonesia akan memasuki tahun politik di 2014 nanti menjelang Pemilu. Bagaimana prospek saham di tahun tersebut?
-
Sabtu, 18/05/2013 11:27 WIB
Pagi-pagi, Gita Wirjawan Beri Kuliah Mahasiswa dan Alumni IPB di Hotel Hyatt
Menteri Perdagangan Gita Wirjawan di pagi in imemberi kuliah umum kepada mahasiswa dan alumni program pasca sarjana Manajemen dan Bisnis Institut Pertanian Bogor (IPB).
Online Trading Academy
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Nullam eu justo lacus. Phasellus pulvinar ullamcorper congue. Vivamus porttitor, justo sit amet luctus pretium, leo purus eleifend ligula, vitae elementum dolor turpis consectetur eros.
REGISTRASI OTA
MustRead
close
-
Sabtu, 18/05/2013 12:23 WIB WIB
Ini 2 Negara Pemborong Emas Terbesar di Dunia
-
Sabtu, 18/05/2013 11:44 WIB WIB
Cerita Gita Wirjawan Temui Hillary Clinton Karena Sawit RI Ditolak AS
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Health News · Sexual Health · Diet · Ibu & Anak · Konsultasi · Health Calculator · Foto Balita · Bank Nama Bayi
- detikTravel · Travel News · Destinations · Photos · d'Trips · Hotels · Flights · ACI · d'Travelers Stories
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Pedoman Media Siber · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer








