Pertamina Kembangkan Energi Tebarukan dari Uang Obligasi
Jumat, 04/05/2012 17:48 WIB
Jakarta - PT Pertamina (Persero) akan mengunakan hasil penjualan surat utang (obligasi) global sebesar US$ 2,5 miliar atau sekitar Rp 22,5 triliun untuk membiayai proyek strategis jangka panjang.
Vice President Corporate Communication Pertamina M. Harun mengatakan hasil penjualan surat utang atau obligasi tersebut akan digunakan untuk mendukung investasi pada bisnis Hulu dan Hilir Pertamina khususnya pada energi terbarukan.
"Sebagian besar akan digunakan untuk investasi di hulu dan di hilir, geothermal kita cadangkan ada 700 juta (us dollar) untuk renewable energy geothermal, kemudian yang sisanya ada pengembangan bisnis kita di hulu," sebut Harun ketika berbincang kepada detikFinance, Jumat (4/5/2012).
Harun menjelaskan, selama ini Pertamina sebagai sebuah korporasi tidak memperoleh uang dari negara untuk membiayai proyek investasi Pertamina, sehingga untuk membantu rencana investasi, Pertamina mencari sumber pendanaan lain yang salah satunya melalui penerbitan surat utang.
"Kan di tahun ini kita ada investasi, investasi tahun ini kita sekitar 50 triliun maka untuk membiayai investasi, kita lakukan itu, obligasi kan salah satu pendanaan saja," tambahnya.
Seperti diketahui Pertamina akhirnya menerbitkan surat utang (obligasi) global berdenominasi dolar AS dengan nilai US$ 2,5 miliar atau sekitar Rp 22,5 triliun. Obligasi tersebut diterbitkan dalam 2 seri, yang pertama berjangka waktu 10 tahun, dan kedua 30 tahun.
Obligasi seri pertama bernilai US$ 1,25 miliar dan akan jatuh tempo pada Mei 2022 dengan bunga (kupon) 4,875% dan yield 4,95%. Sementara seri kedua jatuh tempo pada Mei 2042 dengan bunga 6% dan yield (6,1%).
(feb/dru)
Vice President Corporate Communication Pertamina M. Harun mengatakan hasil penjualan surat utang atau obligasi tersebut akan digunakan untuk mendukung investasi pada bisnis Hulu dan Hilir Pertamina khususnya pada energi terbarukan.
"Sebagian besar akan digunakan untuk investasi di hulu dan di hilir, geothermal kita cadangkan ada 700 juta (us dollar) untuk renewable energy geothermal, kemudian yang sisanya ada pengembangan bisnis kita di hulu," sebut Harun ketika berbincang kepada detikFinance, Jumat (4/5/2012).
Harun menjelaskan, selama ini Pertamina sebagai sebuah korporasi tidak memperoleh uang dari negara untuk membiayai proyek investasi Pertamina, sehingga untuk membantu rencana investasi, Pertamina mencari sumber pendanaan lain yang salah satunya melalui penerbitan surat utang.
"Kan di tahun ini kita ada investasi, investasi tahun ini kita sekitar 50 triliun maka untuk membiayai investasi, kita lakukan itu, obligasi kan salah satu pendanaan saja," tambahnya.
Seperti diketahui Pertamina akhirnya menerbitkan surat utang (obligasi) global berdenominasi dolar AS dengan nilai US$ 2,5 miliar atau sekitar Rp 22,5 triliun. Obligasi tersebut diterbitkan dalam 2 seri, yang pertama berjangka waktu 10 tahun, dan kedua 30 tahun.
Obligasi seri pertama bernilai US$ 1,25 miliar dan akan jatuh tempo pada Mei 2022 dengan bunga (kupon) 4,875% dan yield 4,95%. Sementara seri kedua jatuh tempo pada Mei 2042 dengan bunga 6% dan yield (6,1%).
(feb/dru)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Twitter Recommendation
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Sabtu, 18/05/2013 17:35 WIB
Harga BBM Belum Naik, Harga Asbes, Cat, dan Pipa Sudah Naik
-
Sabtu, 18/05/2013 16:04 WIB
Gita Wirjawan: Jangan Sampai 20 Tahun Lagi Kita Masih Beli HP China
-
Sabtu, 18/05/2013 15:31 WIB
Hatta Rajasa Jamin 'Balsem' Rp 150 Ribu/Bulan Tidak Akan Salah Sasaran
-
Sabtu, 18/05/2013 15:16 WIB
Hatta: Minggu Depan Presiden Akan Lantik Menkeu Baru
-
Sabtu, 18/05/2013 15:06 WIB
Bunga Kredit di RI 10% Sementara Malaysia Hanya 2%, Pengusaha Sulit Bersaing
-
Sabtu, 18/05/2013 15:55 WIB
Gita Wirjawan: Jangan Sampai 20 Tahun Lagi Kita Masih Beli HP China
-
Sabtu, 18/05/2013 12:23 WIB
Ini 2 Negara Pemborong Emas Terbesar di Dunia
-
Sabtu, 18/05/2013 13:43 WIB
RI Tidak Mau Disalahkan Atas Perubahan Iklim Dunia
-
Sabtu, 18/05/2013 11:44 WIB
Cerita Gita Wirjawan Temui Hillary Clinton Karena Sawit RI Ditolak AS
-
Sabtu, 18/05/2013 14:33 WIB
Gita Wirjawan: Mahasiswa Korea Masuk Harvard 700 Orang, RI Hanya 5 Orang
-
68 Komentar
-
65 Komentar
-
50 Komentar
-
48 Komentar
-
45 Komentar
-
Rabu, 17/04/2013 12:45 WIB
Wawancara Direktur Komersial AirAsia
Penerbangan adalah Bisnis yang Seksi
PT Indonesia AirAsia adalah maskapai murah paling dikenal di Indonesia. Direktur Komersial Indonesia AirAsia Bernard Francis menilai penerbangan adalah bisnis yang seksi.
-
Rabu, 15/05/2013 13:51 WIB
Prospek Saham di Tahun Politik 2014
Indonesia akan memasuki tahun politik di 2014 nanti menjelang Pemilu. Bagaimana prospek saham di tahun tersebut?
-
Sabtu, 18/05/2013 11:27 WIB
Pagi-pagi, Gita Wirjawan Beri Kuliah Mahasiswa dan Alumni IPB di Hotel Hyatt
Menteri Perdagangan Gita Wirjawan di pagi in imemberi kuliah umum kepada mahasiswa dan alumni program pasca sarjana Manajemen dan Bisnis Institut Pertanian Bogor (IPB).
Online Trading Academy
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Nullam eu justo lacus. Phasellus pulvinar ullamcorper congue. Vivamus porttitor, justo sit amet luctus pretium, leo purus eleifend ligula, vitae elementum dolor turpis consectetur eros.
REGISTRASI OTA
MustRead
close
-
Sabtu, 18/05/2013 12:23 WIB WIB
Ini 2 Negara Pemborong Emas Terbesar di Dunia
-
Sabtu, 18/05/2013 11:44 WIB WIB
Cerita Gita Wirjawan Temui Hillary Clinton Karena Sawit RI Ditolak AS
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Health News · Sexual Health · Diet · Ibu & Anak · Konsultasi · Health Calculator · Foto Balita · Bank Nama Bayi
- detikTravel · Travel News · Destinations · Photos · d'Trips · Hotels · Flights · ACI · d'Travelers Stories
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Pedoman Media Siber · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer








