detikfinance

Parah! 60% Pasokan Pangan Indonesia Diimpor

Wahyu Daniel - detikfinance
Sabtu, 05/05/2012 11:40 WIB
http://us.images.detik.com/content/2012/05/05/4/panen3-dikhy-dalam.jpg Foto: dok.detikFinance
Jakarta - Indonesia yang dulu terkenal dengan negara agraris, sekarang ternyata sangat bergantung kepada pangan impor. Sebanyak 60% pasokan pangan di Indonesia diimpor dari luar negeri.

Hal ini disampaikan oleh Anggota Komisi IV DPR Rofi Munawar dalam keterangannya yang dikutip, Sabtu (5/5/2012).

"Pemerintah perlu melakukan langkah lebih serius dalam mengelola ketersediaan pangan domestik dari ancaman kenaikan harga pangan dunia, mengingat Indonesia masih bergantung 60 persen pangan dari impor," tegas Rofi.

Dia mengatakan, llur distribusi yang efisien, tata niaga berimbang, revitaliasasi lahan pertanian dan pengembangan infrastruktur pertanian harus didorong untuk meningkatankan produksi pangan domestik lebih tinggi.

"Angka inflasi yang naik selama April 2012 akibat harga pangan yang tinggi, ternyata di sisi lain adanya gejolak pangan di tingkat internasional saat ini. Situasi ini perlu menjadi perhatian bagi pemerintah untuk membangun sistem manajemen pangan domestik yang terintegrasi dari proses produksi, distribusi hingga konsumsi agar mampu menjamin ketahanan pangan nasional kuat. Karena ternyata kebijakan logika impor pangan tidak dapat dipertahankan saat harga pangan impor tinggi," tutur Rofi

Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan bahwa inflasi April 2012 naik dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 0,21 %, sedangkan inflasi secara year on year tercatat sebesar 4,5%. Padahal, target inflasi dalam APBN-P 2012 adalah 6,8%. Tingkat inflasi tersebut didorong oleh kenaikan harga beberapa komoditas pangan sejak awal bulan. Di antaranya harga komoditas yang mengalami kenaikan tersebut adalah bawang putih, cabai rawit, gula pasir, bawang merah, dan minyak sawit.

Menurut Rofi, Indonesia tak boleh seperti ini, bergantung pada pangan impor. Karena ke depan tren harga pangan impor akan meningkat.

Rofi mencatat importasi pangan cukup banyak dilakukan selama ini, tercatat beras selama 2 tahun terakhir mencapai di impor hampir 2 juta ton, jagung 1,2 juta ton, kedelai hampir 30% dari kebutuhan, gula 30%, 50% garam konsumsi impor, susu 70%, dan gandum 100%.



(dnl/dnl)

Sponsored Link


Komentar (0 Komentar)

     atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        
    Twitter Recommendation
    Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Gb Rabu, 17/04/2013 12:45 WIB
      Wawancara Direktur Komersial AirAsia
      Penerbangan adalah Bisnis yang Seksi
      PT Indonesia AirAsia adalah maskapai murah paling dikenal di Indonesia. Direktur Komersial Indonesia AirAsia Bernard Francis menilai penerbangan adalah bisnis yang seksi.
    • Gb Rabu, 15/05/2013 13:51 WIB
      Prospek Saham di Tahun Politik 2014
      Indonesia akan memasuki tahun politik di 2014 nanti menjelang Pemilu. Bagaimana prospek saham di tahun tersebut?
    • Gb Selasa, 21/05/2013 12:26 WIB
      Dahlan Iskan Diserbu 10.000 Guru di Sentul
      Usai menjadi pembicara di depan 10.000 guru se-Kabupaten Bogor, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan langsung diserbu oleh peserta. Ada apa ya?


    Online Trading Academy Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Nullam eu justo lacus. Phasellus pulvinar ullamcorper congue. Vivamus porttitor, justo sit amet luctus pretium, leo purus eleifend ligula, vitae elementum dolor turpis consectetur eros.
    REGISTRASI OTA
    MustRead close