detikfinance

Sering Bawa Rombongan, Perjalanan Dinas PNS Daerah Sama 'Liarnya' dengan Pusat

Suhendra - detikfinance
Selasa, 08/05/2012 10:06 WIB
//images.detik.com/content/2012/05/08/4/PNS-luar.jpg
Jakarta -Pembengkakan anggaran dinas oleh Pegawai Negeri Sipil (PNS) terjadi di pemerintahan pusat maupun daerah. Perjalanan dinas PNS daerah sama liarnya dengan PNS pusat dengan modus-modus manipulasi perjalanan yang mirip-mirip.

Direktur Eksekutif Komite Pemantauan Pelaksanaan Otonomi Daerah (KPPOD) Agung Pambudhi mengatakan perjalanan dinas PNS daerah kerap membawa rombongan besar untuk acara-acara di pusat. Padahal seharusnya acara itu hanya dibutuhkan beberapa orang PNS untuk melakukan perjalanan dinas.

"Salah satu penyebab inefisiensi perjalanan dinas karena lemahnya perencanaan penganggaran dan lemahnya perencanan program, juga motif rente ekonomi, adanya program yang mirip-mirip satu instansi satu dengan lainnya," kata Agung kepada detikFinance, Selasa (8/5/2012)

Agung menuturkan beberapa faktor tadi membuat perjalanan dinas terus naik dari tahun ke tahun terutama di pemerintah daerah. Ia mengilustrasikan banyak program pelatihan di pemerintahan pusat yang seharusnya hanya bisa diwakili oleh 2-3 orang PNS, namun kenyataanya yang datang bisa berlipat-lipat.

"Misalnya KPPOD akan menerima perwakilan konsultasi dari suatu daerah, bayangan kami, yang datang cuma 2 orang tapi yang datang malah 20 orang lebih, padahal itu hanya konsultasi penyusunan anggaran," katanya.

Ia juga mengatakan pola-pola manipulasi dengan sistem titip nama juga dilakukan oleh oknum PNS daerah ketika akan melakukan perjalanan dinas seperti ke Jakarta. Pola kongkalikong dengan penyelenggara pelatihan juga kerap dilakukan oleh PNS untuk mendapatkan SPJ tambahan.

"Seharusnya ada 2 orang, titip SPJ seolah-olah yang berjalan 5 orang," katanya.

Ia juga mencontohkan perjalanan dinas dari pusat ke daerah juga memiliki pola-pola yang sama. Jumlah rombongan besar dan manipulasi-manipulasi laporan menjadi cara jitu mereka mendapatkan tambahan perjalanan dinas.

"Salah satu yang konkret soal pemetaan potensi ekonomi, cara yang dilakukan melalukan rombongan pejabat pusat bersama-sama ke daerah, itu tidak efisien. Yang pusat seharusnya datang satu dua orang saja, tapi ada eselon satu berangkat, eselon 2, dan 3 berangkat juga, lalu stafnya, jadi berangkat bisa 15 orang, padahal seharusnya 2 orang," katanya.

Menurutnya jika perjalanan dinas di pusat dan daerah dapat dikendalikan, maka bisa menghemat anggaran sampai 50%. Bayangkan saja dengan anggaran perjalanan dinas tahun ini hingga Rp 23 triliun, tahun lalu Rp 18 triliun, bisa dibayangkan berapa anggaran yang bisa dihemat.
(hen/ang)

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!



Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Gb Senin, 27/10/2014 11:44 WIB
    Wawancara Khusus Menkeu
    Bambang Brodjonegoro: Kita Sebagai Menteri Bukan Superman
    Salah satu menteri Kabinet Kerja dari kalangan profesional adalah Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro, yang didapuk sebagai Menteri Keuangan. Guru Besar Ekonomi Universitas Indonesia ini tidak asing dengan lingkungan Kementerian Keuangan.
  • Gb Kamis, 30/10/2014 08:45 WIB
    Ellen May: Bye-bye QE
    Quantitative Easing, kebijakan Pelonggaran Kualitatif adalah sebuah kebijakan moneter di AS. Sekarang kebijakan ini sudah selesai.


“Mau berinvestasi di pasar modal ? Mega Online Trading adalah solusinya”

www.megaonlinetrading.com

Info Lebih Lanjut