detikfinance

Saham Disney Tembus Rekor Berkat 'The Avengers'

Metta Pranata - detikfinance
Rabu, 09/05/2012 14:48 WIB
//images.detik.com/content/2012/05/09/6/avengers-cov.jpg
New York -Harga saham Walt Disney Co. (DIS) mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah di bursa Fortune 500. Saham Disney kemarin ditutup di angka US$ 44,30 (Rp 407.500) setelah sempat naik 1,3% ke angka US$ 44,86 (Rp 412.000).

Saham Disney melesat menyusul laporan keuangan yang mencatat pesatnya pertumbuhan pendapatan. Film blockbuster The Avengers yang sukses luar biasa di seluruh dunia menjadi kontributor utama peningkatan pendapatan Disney setelah ESPN.

The Avengers mencetak rekor box office minggu lalu dengan meraup pendapatan kotor lebih dari US$ 207 juta (Rp 1,9 triliun). Menjadikan The Avengers sebagai film produksi Disney berpenghasilan terbesar sepanjang masa. CEO Disney, Bob Iger mengatakan sekuel The Avengers akan segera dibuat dalam waktu yang masih belum ditentukan.

“Kami sangat optimis dengan masa depan perusahaan berkat lini-lini andalan kami seperti Disney, Marvel, Pixar, ESPN dan ABC. Juga kemampuan luar biasa kami untuk mengembangkan waralaba di seluruh lini bisnis kami,” kata Iger seperti dikutip dari CNN (9/5/2012).

Disney mencatat pendapatan sebesar US$ 9,6 miliar (Rp 88,3 triliun) di triwulan pertama 2012 ini atau naik 18% dibanding periode tahun sebelumnya. Sementara nilai dividen yang bisa dibagikan per sahamnya adalah US$ 0,58 (Rp 5.300).

(ang/ang)

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!



Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Gb Senin, 27/10/2014 11:44 WIB
    Wawancara Khusus Menkeu
    Bambang Brodjonegoro: Kita Sebagai Menteri Bukan Superman
    Salah satu menteri Kabinet Kerja dari kalangan profesional adalah Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro, yang didapuk sebagai Menteri Keuangan. Guru Besar Ekonomi Universitas Indonesia ini tidak asing dengan lingkungan Kementerian Keuangan.
  • Gb Kamis, 30/10/2014 08:45 WIB
    Ellen May: Bye-bye QE
    Quantitative Easing, kebijakan Pelonggaran Kualitatif adalah sebuah kebijakan moneter di AS. Sekarang kebijakan ini sudah selesai.


“Mau berinvestasi di pasar modal ? Mega Online Trading adalah solusinya”

www.megaonlinetrading.com

Info Lebih Lanjut