Politik Eropa Bergejolak, Nilai Tukar Euro 'Tiarap'
Rabu, 16/05/2012 15:25 WIB
Tokyo - Nilai tukar Euro kembali tumbang terhadap dolar Amerika Serikat (AS) di bursa Asia hari ini. Euro jatuh ke level terendah dalam empat bulan terakhir akibat meningkatnya kekhawatiran atas Yunani.
Negara yang sedang terlilit utang ini dipaksa melaksanakan pemilu baru. Euro mencapai US$ 1,2693, terendah sejak 16 Januari. Sementara terhadap JPY mencapai 101,96 yen, turun dari 102,12 yen di New York kemarin. Inilah titik terendah euro terhadap yen sejak pertengahan Februari.
Kejatuhan Euro terjadi setelah Menteri Keuangan Jerman, Wolfgang Schaeuble hari ini mengatakan bahwa tidak mungkin menegosiasikan ulang rencana bantuan international untuk Yunani di tengah gelombang sentimen anti penghematan di negara itu.
"Ini adalah program bantuan yang dipersiapkan hingga ke detail paling kecil, kita tidak bisa menegosiasikannya kembali," kata Schaeuble pada radio Deutschlandfunk, dikutip AFP (16/5/2012).
Pernyataan ini dilontarkan sehari sesudah pemimpin politik Yunani mengatakan mereka tidak bisa membentuk pemerintahan baru dan menyarankan pemilu ulang.
Pemilu ulang akan diadakan bulan depan, menambah kemungkinan bahwa krisis Yunani akan memburuk dan keluar dari Uni Eropa.
"Ada rasa tidak nyaman yang melingkupi pasar keuangan, perasaan resah karena sudah pernah merasakan keadaan seperti ini sebelumnya dan bertanya-tanya apakah akan terulang kembali," kata Bank Nasional Australia dalam keterangan tertulisnya hari ini.
"Di Yunani, ada peningkatan arus keluar dari sektor perbankannya sendiri dan meluasnya diskusi tentang dampak penularan. Perhatian utama sekarang adalah tentang penularan. Bukan Yunani sebagai masalah, tapi kredibilitas euro sebagai mata uang," kata Bank Nasional Australia.
Spanyol sudah merasakan dampaknya dengan kenaikan imbal hasil obligasi 10 tahunnya. Sementara 26 bank Italia sudah diturunkan peringkatnya secara bersamaan oleh Moody Senin lalu.
(ang/ang)
Negara yang sedang terlilit utang ini dipaksa melaksanakan pemilu baru. Euro mencapai US$ 1,2693, terendah sejak 16 Januari. Sementara terhadap JPY mencapai 101,96 yen, turun dari 102,12 yen di New York kemarin. Inilah titik terendah euro terhadap yen sejak pertengahan Februari.
Kejatuhan Euro terjadi setelah Menteri Keuangan Jerman, Wolfgang Schaeuble hari ini mengatakan bahwa tidak mungkin menegosiasikan ulang rencana bantuan international untuk Yunani di tengah gelombang sentimen anti penghematan di negara itu.
"Ini adalah program bantuan yang dipersiapkan hingga ke detail paling kecil, kita tidak bisa menegosiasikannya kembali," kata Schaeuble pada radio Deutschlandfunk, dikutip AFP (16/5/2012).
Pernyataan ini dilontarkan sehari sesudah pemimpin politik Yunani mengatakan mereka tidak bisa membentuk pemerintahan baru dan menyarankan pemilu ulang.
Pemilu ulang akan diadakan bulan depan, menambah kemungkinan bahwa krisis Yunani akan memburuk dan keluar dari Uni Eropa.
"Ada rasa tidak nyaman yang melingkupi pasar keuangan, perasaan resah karena sudah pernah merasakan keadaan seperti ini sebelumnya dan bertanya-tanya apakah akan terulang kembali," kata Bank Nasional Australia dalam keterangan tertulisnya hari ini.
"Di Yunani, ada peningkatan arus keluar dari sektor perbankannya sendiri dan meluasnya diskusi tentang dampak penularan. Perhatian utama sekarang adalah tentang penularan. Bukan Yunani sebagai masalah, tapi kredibilitas euro sebagai mata uang," kata Bank Nasional Australia.
Spanyol sudah merasakan dampaknya dengan kenaikan imbal hasil obligasi 10 tahunnya. Sementara 26 bank Italia sudah diturunkan peringkatnya secara bersamaan oleh Moody Senin lalu.
(ang/ang)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Twitter Recommendation
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Senin, 20/05/2013 21:31 WIB
Ke Mana Darmin Nasution Setelah Pensiun dari BI?
-
Senin, 20/05/2013 21:07 WIB
Chatib Menkeu Baru, Hatta Berharap Proyek Jembatan Selat Sunda Jadi Lancar
-
Senin, 20/05/2013 20:53 WIB
Pengalaman Darmin Nasution Tangani Bank Bermasalah Saat Jadi Gubernur BI
-
Senin, 20/05/2013 20:21 WIB
Pesan Hatta ke Menkeu Chatib: Tak Ada Waktu Untuk Belajar
-
Senin, 20/05/2013 20:14 WIB
Darmin Nasution Buka Rahasia di Balik Akuisisi BTPN oleh Bank Jepang
-
Senin, 20/05/2013 21:03 WIB
Chatib Menkeu Baru, Hatta Berharap Proyek Jembatan Selat Sunda Jadi Lancar
-
Senin, 20/05/2013 21:26 WIB
Ke Mana Darmin Nasution Setelah Pensiun dari BI?
-
Senin, 20/05/2013 20:09 WIB
Darmin Nasution Buka Rahasia di Balik Akuisisi BTPN oleh Bank Jepang
-
Senin, 20/05/2013 20:16 WIB
Pesan Hatta ke Menkeu Chatib: Tak Ada Waktu Untuk Belajar
-
Senin, 20/05/2013 20:53 WIB
Pengalaman Darmin Nasution Tangani Bank Bermasalah Saat Jadi Gubernur BI
-
68 Komentar
-
50 Komentar
-
48 Komentar
-
38 Komentar
-
27 Komentar
-
Rabu, 17/04/2013 12:45 WIB
Wawancara Direktur Komersial AirAsia
Penerbangan adalah Bisnis yang Seksi
PT Indonesia AirAsia adalah maskapai murah paling dikenal di Indonesia. Direktur Komersial Indonesia AirAsia Bernard Francis menilai penerbangan adalah bisnis yang seksi.
-
Rabu, 15/05/2013 13:51 WIB
Prospek Saham di Tahun Politik 2014
Indonesia akan memasuki tahun politik di 2014 nanti menjelang Pemilu. Bagaimana prospek saham di tahun tersebut?
-
Senin, 20/05/2013 19:32 WIB
Pensiun dari BI, Darmin Nasution Bikin Buku 'Bank Sentral Harus Membumi'
Masa jabatan Darmin Nasution sebagai Gubernur Bank Indonesia (BI) akan berakhir di 22 Mei 2013. Sebelum meninggalkan BI, Darmin meluncurkan buku tentang bank sentral.
Online Trading Academy
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Nullam eu justo lacus. Phasellus pulvinar ullamcorper congue. Vivamus porttitor, justo sit amet luctus pretium, leo purus eleifend ligula, vitae elementum dolor turpis consectetur eros.
REGISTRASI OTA
MustRead
close
-
Senin, 20/05/2013 16:44 WIB WIB
30 Tahun Diincar, Apakah Inalum 100% Jadi Milik Indonesia 30 Oktober?
-
Senin, 20/05/2013 16:41 WIB WIB
Cerita Industri Unggas China Rugi Rp 1 T/Hari Gara-gara Flu Burung
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Health News · Sexual Health · Diet · Ibu & Anak · Konsultasi · Health Calculator · Foto Balita · Bank Nama Bayi
- detikTravel · Travel News · Destinations · Photos · d'Trips · Hotels · Flights · ACI · d'Travelers Stories
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Pedoman Media Siber · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer










