detikfinance

Jatuh 65 Poin, IHSG Tinggalkan Level 4.000

Angga Aliya - detikfinance
Rabu, 16/05/2012 16:10 WIB
http://us.images.detik.com/content/2012/05/16/6/ihsg-merah-luar.jpg
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) jatuh 65 poin akibat minim sentimen positif dan marak aksi jual. Sentimen negatif krisis Eropa membawa indeks tinggalkan level 4.000.

Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup menguat di posisi Rp 9.250 per dolar AS dibandingkan penutupan perdagangan kemarin di Rp 9.260 per dolar AS.

Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG ambles 43,553 poin (1,08%) ke level 4.002,091 akibat situasi pasar global yang semakin mengkhawatirkan. Investor tak mau ambil risiko sehingga langsung melepas saham.

Aksi jual masif terjadi di seluruh lapisan saham dan sektor, membuat indeks sama sekali tak menyentuh zona hijau. Posisi terendah yang pernah disinggahi indeks ada di level 3.926,389.

Pada penutupan perdagangan sesi I, IHSG jatuh 99,967 poin (2,48%) ke level 3.945,677 akibat aksi jual di berbagai lapisan saham. Indeks pun kembali bercokol di level psikologis 3.900.

Akibat minimnya sentimen positif, perdagangan minim aksi beli. Meski aksi beli cukup banyak terjadi di akhir perdagangan, tetap saja indeks tak mampu keluar dari jeratan jaring negatif tapi bisa sedikit mengurangi koreksi.

Menutup perdagangan terakhir pekan ini, Rabu (16/5/2012), IHSG jatuh 65,148 poin (1,62%) ke level 3.980,496. Sementara Indeks LQ45 ambles 11,284 poin (1,65%) ke level 675,026.

Investor merespons kabar negatif Eropa dengan mengamankan portofolio melalui jual saham. Hampir seluruh indeks sektoral di lantai Bursa Efek Indonesia (BEI) jatuh ke zona merah.

Hanya satu sektor yang berhasil menguat, itu pun menjelang penutupan perdagangan, yaitu sektor aneka industri. Investor lokal paling banyak lepas saham.

Transaksi investor asing hingga sore hari ini tercatat melakukan penjualan bersih (foreign net sell) senilai Rp 718,598 miliar di seluruh pasar.

Perdagangan hari ini berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi mencapai 117.209 kali pada volume 10,649 juta lot saham senilai Rp 5,584 triliun. Sebanyak 45 saham naik, sisanya 365 saham turun, dan 45 saham stagnan.

Bursa-bursa di regional sama sekali tak berkutik dihajar sentimen krisis utang Eropa, seluruhnya masih kompak terjebak di teritori negatif. Bursa saham Hong Kong memimpin koreksi dengan jatuh lebih dari 3%.

Berikut situasi dan kondisi bursa-bursa di regional sore hari ini:


  • Indeks Komposit Shanghai anjlok 28,65 poin (1,21%) ke level 2.346,19.  
  • Indeks Hang Seng terjun bebas 634,48 poin (3,19%) ke level 19.259,83.  
  • Indeks Nikkei 225 ambles 99,57 poin (1,12%) ke level 8.801,17.  
  • Indeks Straits Times jatuh 42,66 poin (1,48%) ke level 2.834,04.  

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Sucaco (SCCO) naik Rp 750 ke Rp 3.750, Dian Swastatika (DSSA) naik Rp 500 ke Rp 13.000, Astra Internasional (ASII) naik Rp 450 ke Rp 68.400, dan United Tractor (UNTR) naik Rp 350 ke Rp 26.950.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Gudang Garam (GGRM) turun Rp 1.600 ke Rp 57.400, Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 750 ke Rp 35.250, Astra Agro (AALI) turun Rp 700 ke Rp 18.900, dan HM Sampoerna (HMSP) turun Rp 500 ke Rp 54.000.




(ang/dru)

Sponsored Link


Komentar (0 Komentar)

     atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        
    Twitter Recommendation
    Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Gb Senin, 03/06/2013 10:55 WIB
      Wawancara Khusus Wamentan
      Konsumsi Susu Orang Indonesia Terendah se-ASEAN
      Hari Sabtu, 1 Juni 2013 lalu adalah Hari Susu Nasional. Beberapa fakta miris soal persusuan Indonesia masih sangat nyata. Berikut ini wawancara khusus dengan Wamentan Rusman Heriawan soal nasib persusuan Indonesia.
    • Gb Rabu, 15/05/2013 13:51 WIB
      Prospek Saham di Tahun Politik 2014
      Indonesia akan memasuki tahun politik di 2014 nanti menjelang Pemilu. Bagaimana prospek saham di tahun tersebut?


    Online Trading Academy

    Deskripsi Online Trading Academy. Silakan membuka http://jahex.detik.com/statik/createstatic untuk mengupdate deskripsi ini.

    REGISTRASI OTA