detikfinance

Cadangan Tinggal 2,5 Miliar Barel, Minyak Bukan Masa Depan RI

Rista Rama Dhany - detikfinance
Rabu, 23/05/2012 11:03 WIB
http://us.images.detik.com/content/2012/05/23/1034/tetes-minyak-dalam.jpg
Jakarta - Total cadangan minyak dan gas (migas) Indonesia saat ini tinggal 10 miliar barel setara minyak, dari jumlah tersebut 75% merupakan gas. Jadi cadangan minyak Indonesia tinggal 2,5 miliar barel.

Hal ini disampaikan oleh Presiden Indonesian Petroleum Association (IPA) Elisabet Proust dalam pembukaan The 36th IPA di Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta, Rabu (23/5/2012).

"Minyak memang memberikan pendapatan negara paling besar dan juga pertumbuhan ekonomi Indonesia, namun jika melihat cadangan minyak Indonesia saat ini, minyak bukanlah masa depan Indonesia lagi," kata Elisabet.

Jadi, lanjut Elisabet, meskipun memberikan sumber pendapatan paling besar dari pendapatan negara dan pendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia, minyak tetap bukan masa depan Indonesia.

Apalagi produksi minyak yang terus menurun dari dari 1,3 juta berel per hari di 2001, menjadi tinggal 900.000 barel per hari di 2011.

"Dengan usia lapangan minyak yang telah tua serta kurangnya pengembangan lapangan baru maka produksi akan terus menurun," kata Presedir Total E&P Indonesie ini.

Untuk dapat meningkatkan cadangan minyak dan gas ini, Indonesia memerlukan investasi pembukaan lapangan minyak.

"Untuk itu industri sangat memerlukan dukungan pemerintah berupa insentif untuk. Mengembangkan lapangan minyak, apalagi pengembangan lapangan yang telah ditemukan memerlukan teknologi canggih yang membutuhkan biaya besar," tandasnya.



(rrd/dnl)

Sponsored Link


Komentar (0 Komentar)

     atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        
    Twitter Recommendation
    Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Gb Rabu, 17/04/2013 12:45 WIB
      Wawancara Direktur Komersial AirAsia
      Penerbangan adalah Bisnis yang Seksi
      PT Indonesia AirAsia adalah maskapai murah paling dikenal di Indonesia. Direktur Komersial Indonesia AirAsia Bernard Francis menilai penerbangan adalah bisnis yang seksi.
    • Gb Rabu, 15/05/2013 13:51 WIB
      Prospek Saham di Tahun Politik 2014
      Indonesia akan memasuki tahun politik di 2014 nanti menjelang Pemilu. Bagaimana prospek saham di tahun tersebut?


    Online Trading Academy Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Nullam eu justo lacus. Phasellus pulvinar ullamcorper congue. Vivamus porttitor, justo sit amet luctus pretium, leo purus eleifend ligula, vitae elementum dolor turpis consectetur eros.
    REGISTRASI OTA
    MustRead close