detikfinance

Ingin Hapus Kemiskinan, Ini 4 Profil Pekerjaan yang Cocok di RI

Zulfi Suhendra - detikfinance
Rabu, 23/05/2012 15:57 WIB
http://us.images.detik.com/content/2012/05/23/4/pengangguran-285.jpg
Jakarta - International Labour Office (ILO) meluncurkan empat profil pekerjaan yang layak untuk Indonesia. Profil ini dipercaya dapat mengkontribusi dalam upaya mewujudkan keadilan sosial untuk para tenaga kerja.

Berikut daftar empat pilar yang telah ILO rumuskan sebagai cara Indonesia dapat keluar dari zona kemiskinan:


  1. Menciptakan lapangan pekerjaan, mencakup menciptakan peluang investasi, kewirausahaan, pengembangan ketrampilan, dan sebagainya.
  2. Menjamin hak-hak di tempat kerja, seperti memperoleh pengakuan dan penghormatan atas hak-hak semua pekerja seperti jaminan sosial dan kesehatan.
  3. Memperluas perlindungan sosial, dengan mempromosikan kondisi kerja yang aman, perlindungan penghasilan dan akses ke layanan kesehatan, serta
  4. Mempromosikan dialog sosial, dengan cara memiliki organisasi pekerja dan pengusaha yang kuat, menghindari perselisihan di tempat kerja serta dengan membangun masyarakat yang kohesif.

Direktur ILO untuk Indonesia dan Timor Leste, Peter Van Rooij mengungkapkan, selama tiga tahun belakangan lembaganya bekerja sama dengan pemerintah Indonesia, Apindo, Badan Pusat Statistik (BPS), Bappenas, Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), dalam mengkaji dan menciptakan indikator-indikator cara kerja yang layak untuk Indonesia.

"Proyek ini bertujuan untuk merealisasikan pekerjaan yang layak, sebagai kontribusi terhadap upaya mewujudkan keadilan sosial untuk para tenaga kerja," ungkap Peter kepada detikFinance dalam acara Decent Work of Indonesia, di Jakarta, Rabu (23/5/12).

Melalui Proyek ini, ILO telah melakukan beberapa kegiatan diantaranya kursus pelatihan untuk konstituen mengenai analisa pasar kerja di Italia pada tahun 2010 dan beberapa lokakarya di Jakarta dan Thailand.

Kepala Badan Litbang dan Informasi Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemenakertans) Djuharsa M. Djajadiharja menerangkan, dengan proyek ini beberapa poin menunjukan ada kemajuan, walaupun ada hal yang masih kurang. Ia mencontohkan dalam hal kesempatan kerja, dan anak yang bekerja terpaksa.

Dia menuturkan profil ini akan menjadi tolak ukur pemerintah guna memperbaiki sistem tenaga kerja di Indonesia, agar bisa lebih mensejahterakan karyawan atau buruh.
"Upaya-upaya itu adalah positif bagi pemerintah, tidak hanya Kemenakertrans tapi pemerintah secara umum. Agar nantinya merespons dan menindaklanjuti dari hasil kajian ini untuk perbaikan," tandasnya.




(zul/wep)

Sponsored Link


Komentar (0 Komentar)

     atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        
    Twitter Recommendation
    Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Gb Rabu, 17/04/2013 12:45 WIB
      Wawancara Direktur Komersial AirAsia
      Penerbangan adalah Bisnis yang Seksi
      PT Indonesia AirAsia adalah maskapai murah paling dikenal di Indonesia. Direktur Komersial Indonesia AirAsia Bernard Francis menilai penerbangan adalah bisnis yang seksi.
    • Gb Rabu, 15/05/2013 13:51 WIB
      Prospek Saham di Tahun Politik 2014
      Indonesia akan memasuki tahun politik di 2014 nanti menjelang Pemilu. Bagaimana prospek saham di tahun tersebut?


    Online Trading Academy Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Nullam eu justo lacus. Phasellus pulvinar ullamcorper congue. Vivamus porttitor, justo sit amet luctus pretium, leo purus eleifend ligula, vitae elementum dolor turpis consectetur eros.
    REGISTRASI OTA