Rupiah Terus Melemah, Hatta: Tak Perlu Cemas
Rabu, 30/05/2012 18:30 WIB
Jakarta - Pemerintah meminta pelaku pasar tidak cemas menghadapi pelemahan nilai tukar rupiah yang terjadi atas dolar AS. Karena, dia yakin perekonomian Indonesia cukup kuat menghadapi krisis yang menghantui dunia.
"Market (pasar) tidak perlu nervous, kita tetap confidence (percaya diri) dengan ekonomi kita," ujar Menko Perekonomian Hatta Rajasa saat ditemui di kantornya, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Rabu (30/5/2012).
Menurut Hatta, pemerintah tidak akan melakukan perubahan regulasi apapun untuk menopang pelemahan rupiah yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.
"Kita jaga regulasi kita yang sudah baik, tidak perlu perubahan-perubahan yang sangat-sangat perlu apabila tidak perlu. Membuat market nervous," tegasnya.
Hatta menilai apa yang terjadi pada nilai tukar rupiah terhadap dolar AS beberapa waktu terakhir tidak terlepas dari kondisi perekonomian global yang masih rentan.
"Situasi Eropa tidak semakin baik kalau tidak ingin dikatakan semakin buruk. Yunani seperti itu, kemudian berapa bank besar itu mengalami kesulitan likuiditas," ujarnya.
Di sisi lain, Hatta menambahkan kondisi ekonomi AS yang mulai menggeliat positif turut memicu penguatan dolar AS. Menurutnya, pelemahan rupiah terhadap dolar AS ini hanya bersifat sesaat.
"Kita harus mengakui terjadi penguatan dolar AS karena ekonomi AS tumbuh, jadi keperluan dolar meningkat, jadi ini bersifat temporer, tidak berkaitan sama sekali dengan fundamental ekonomi kita. Cadangan devisa kita sangat kuat, US$ 114-115 miliar, jadi tidak perlu market itu nervous soal-soal seperti ini," pungkasnya.
(nia/dnl)
"Market (pasar) tidak perlu nervous, kita tetap confidence (percaya diri) dengan ekonomi kita," ujar Menko Perekonomian Hatta Rajasa saat ditemui di kantornya, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Rabu (30/5/2012).
Menurut Hatta, pemerintah tidak akan melakukan perubahan regulasi apapun untuk menopang pelemahan rupiah yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.
"Kita jaga regulasi kita yang sudah baik, tidak perlu perubahan-perubahan yang sangat-sangat perlu apabila tidak perlu. Membuat market nervous," tegasnya.
Hatta menilai apa yang terjadi pada nilai tukar rupiah terhadap dolar AS beberapa waktu terakhir tidak terlepas dari kondisi perekonomian global yang masih rentan.
"Situasi Eropa tidak semakin baik kalau tidak ingin dikatakan semakin buruk. Yunani seperti itu, kemudian berapa bank besar itu mengalami kesulitan likuiditas," ujarnya.
Di sisi lain, Hatta menambahkan kondisi ekonomi AS yang mulai menggeliat positif turut memicu penguatan dolar AS. Menurutnya, pelemahan rupiah terhadap dolar AS ini hanya bersifat sesaat.
"Kita harus mengakui terjadi penguatan dolar AS karena ekonomi AS tumbuh, jadi keperluan dolar meningkat, jadi ini bersifat temporer, tidak berkaitan sama sekali dengan fundamental ekonomi kita. Cadangan devisa kita sangat kuat, US$ 114-115 miliar, jadi tidak perlu market itu nervous soal-soal seperti ini," pungkasnya.
(nia/dnl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Twitter Recommendation
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Minggu, 19/05/2013 13:45 WIB
Bulog Butuh Impor 28.000 Ton Daging untuk Bisa Stabilkan Harga
-
Minggu, 19/05/2013 12:52 WIB
Dapat Tugas dari Dahlan, Bos BRI Jadi Guru Dadakan di Kampung Halaman
-
Minggu, 19/05/2013 12:38 WIB
Setelah Jaguar dan Ferrari, CIMB Niaga Siap Layani Kredit Mobil Subaru
-
Minggu, 19/05/2013 12:01 WIB
Hari Libur, Dahlan Iskan Berkumpul Bersama Bos-bos BUMN
-
Minggu, 19/05/2013 11:45 WIB
Dalam 6 Bulan Harga Satu Ruko Mewah di BSD Naik Rp 3 Miliar Lebih
-
Minggu, 19/05/2013 12:52 WIB
Dapat Tugas dari Dahlan, Bos BRI Jadi Guru Dadakan di Kampung Halaman
-
Minggu, 19/05/2013 11:54 WIB
Hari Libur, Dahlan Iskan Berkumpul Bersama Bos-bos BUMN
-
Minggu, 19/05/2013 11:45 WIB
Dalam 6 Bulan Harga Satu Ruko Mewah di BSD Naik Rp 3 Miliar Lebih
-
Minggu, 19/05/2013 10:49 WIB
Batik Air Resmi Buka Penerbangan Jakarta-Bali
-
Minggu, 19/05/2013 12:38 WIB
Setelah Jaguar dan Ferrari, CIMB Niaga Siap Layani Kredit Mobil Subaru
-
67 Komentar
-
65 Komentar
-
50 Komentar
-
48 Komentar
-
45 Komentar
-
Rabu, 17/04/2013 12:45 WIB
Wawancara Direktur Komersial AirAsia
Penerbangan adalah Bisnis yang Seksi
PT Indonesia AirAsia adalah maskapai murah paling dikenal di Indonesia. Direktur Komersial Indonesia AirAsia Bernard Francis menilai penerbangan adalah bisnis yang seksi.
-
Rabu, 15/05/2013 13:51 WIB
Prospek Saham di Tahun Politik 2014
Indonesia akan memasuki tahun politik di 2014 nanti menjelang Pemilu. Bagaimana prospek saham di tahun tersebut?
-
Sabtu, 18/05/2013 11:27 WIB
Pagi-pagi, Gita Wirjawan Beri Kuliah Mahasiswa dan Alumni IPB di Hotel Hyatt
Menteri Perdagangan Gita Wirjawan di pagi in imemberi kuliah umum kepada mahasiswa dan alumni program pasca sarjana Manajemen dan Bisnis Institut Pertanian Bogor (IPB).
Online Trading Academy
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Nullam eu justo lacus. Phasellus pulvinar ullamcorper congue. Vivamus porttitor, justo sit amet luctus pretium, leo purus eleifend ligula, vitae elementum dolor turpis consectetur eros.
REGISTRASI OTA
MustRead
close
-
Sabtu, 18/05/2013 12:23 WIB WIB
Ini 2 Negara Pemborong Emas Terbesar di Dunia
-
Sabtu, 18/05/2013 11:44 WIB WIB
Cerita Gita Wirjawan Temui Hillary Clinton Karena Sawit RI Ditolak AS
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Health News · Sexual Health · Diet · Ibu & Anak · Konsultasi · Health Calculator · Foto Balita · Bank Nama Bayi
- detikTravel · Travel News · Destinations · Photos · d'Trips · Hotels · Flights · ACI · d'Travelers Stories
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Pedoman Media Siber · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer








