detikfinance

Penyatuan Zona Waktu, Gita: Ini Menguntungkan Perdagangan

Zulfi Suhendra - detikfinance
Rabu, 30/05/2012 18:48 WIB
http://us.images.detik.com/content/2012/05/30/4/gita1luar.jpg
Jakarta - Rencana pemerintah dalam hal penyatuan zona waktu pada tanggal 28 Oktober 2012 nanti dinilai akan menguntungkan sektor perdaganagan. Menteri Perdagangan Gita Wirjawan mengungkapkan inisiasi tersebut akan sangat menguntungkan karena dapat mengefisiensikan waktu dalam melakukan transaksi perdagangan.

"Ini akan menguntungkan dibandingkan apabila kita melakukan transaksi di wilayah Barat, lalu harus menunggu 2 jam untuk melakukan transaksi di wilayah Timur. Kalau disatukan, transaksi bisa dilakukan bersamaan," ungkap Gita dalam keterangan tertulisnya, Rabu (30/5/12).

Dia juga mengatakan hal ini akan mendorong program MP3EI yang dicanangkan pemerintah.

"Kami yakin, kalau GMT +8 ini ditertapkan, ini akan membantu percepatan ekonomi nasional dan memperluas kesejahteraan masyarakat Indonesia," ujar Gita.

Rencana penyatuan zona waktu ini tidak hanya akan terjadi di Indonesia, Negara Brasil dan China pun berencana akan menggabungkan zona waktunya guna meningkatkan efektivitas bisnis dan keamanan negara.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Kementerian Perdagangan RI, Ardiansyah Parman mengatakan hal yang senada.

"Waktu GMT+8 ini juga digunakan oleh China, Korea, Malaysia dan Singapura, sehingga waktu transaksi dagang kita akan sama dengan negara-negara itu. Jelas akan menguntungkan," ungkapnya.

Apabila zona waktu ini tidak disatukan, menurut Ardiansyah koordinasi dan transaksi ekonomi antar wilayah yang bisa dilakukan pada saat bersamaan hanya tersisa 180 menit dari 480 menit. Sehingga berarti apabila disatukan kita dapat mengefektifkan waktu selama 300 menit.

"Kalau kita pakai satu zona waktu, waktu kerja efektif delapan jam per hari akan di nikmati secara full di seluruh wilayah Indonesia," paparnya.

Keuntungan lain yang didapat dari penyatuan zona waktu adalah peningkatan sektor komunikasi dan prduktivitas kinerja birokrasi di Indonesia. Siaran televisi, internet dan pemanfaatan jaringan broadband tidak terpengaruh selisih waktu.



(zul/dru)

Sponsored Link


Komentar (0 Komentar)

     atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        
    Twitter Recommendation
    Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Gb Senin, 03/06/2013 10:55 WIB
      Wawancara Khusus Wamentan
      Konsumsi Susu Orang Indonesia Terendah se-ASEAN
      Hari Sabtu, 1 Juni 2013 lalu adalah Hari Susu Nasional. Beberapa fakta miris soal persusuan Indonesia masih sangat nyata. Berikut ini wawancara khusus dengan Wamentan Rusman Heriawan soal nasib persusuan Indonesia.
    • Gb Rabu, 15/05/2013 13:51 WIB
      Prospek Saham di Tahun Politik 2014
      Indonesia akan memasuki tahun politik di 2014 nanti menjelang Pemilu. Bagaimana prospek saham di tahun tersebut?


    200 USD
    Rp 275.000,-
    How To Make in "Capital market"

    Apakah Anda ingin coba-coba trading for living dengan mencoba peruntungan dari pasar modal?

    Akankah Anda mencoba jadi kaya melalui pasar modal? JANGAN COBA-COBA DI PASAR MODAL!
    BUKTIKAN SENDIRI!

    Info Lebih Lanjut