detikfinance

Pengembang Properti Hindari Jual Rumah Berangka 'Keramat' 4 dan 13

Whery Enggo Prayogi - detikfinance
Minggu, 03/06/2012 16:10 WIB
http://us.images.detik.com/content/2012/06/03/1016/155749_rumah1luar.jpg
Jakarta - Industri properti makin maju di Indonesia, buktinya rata-rata setiap unit yang ditawarkan selalu diminati konsumen termasuk kalangan atas yang umumnya memiliki latar belakang pendidikan tinggi.
Namun tahukah Anda, pengembang atau konsumen cenderung menghindari menjual atau membeli blok rumah atau apartemen bernomor 4 dan 13.

Menurut salah satu pengembang di Tangerang, Michael Kurniawan, unit yang ditawarkan dengan nomor 4 atau 13 relatif tidak disukai konsumen. Ada kepercayaan masyarakat Tionghoa nomor 4 berarti tsi atau mati. Pun demikian dengan 13 karena memiliki unsur yang serupa.

"(Konsumen) nggak ada yang mau. Hingga kita jual pun sulit," kata Michael yang juga menjabat Sekretaris Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi) Banten ini.

Ia mengaku, sejak 1997 atau saat memulai bisnis perusahaannya tidak menawarkan blok bernomor 4 dan 13. "Saya nggak jual sejak 1997," ucapnya.

Hal yang sama disampaikan Marketing PT Bukit Jonggol Asri, Wulan. Pada perumahan Sentul Nirwana yang ia jajakan, praktis tidak ada blok bernomor 4 dan 13. "Rata-rata memang semuanya seperti itu. Konsumennya sulit," jelasnya.

Penomoran pada blok perumahan juga berlaku pada saat rumah berdiri dan dihuni konsumen. Nomor 4 dan 13 akan dilompati pada urutan alamat pada salah satu perumahan.

"Jadi kalau 1, 2,3 kemudian jadi 5. Dilongkap saja," tegas Michael.

Ini tidak hanya terjadi di perumahan. Jenis apartemen juga berlaku sama. Seperti penomoran lantai dan blok unit nyaris tidak ditemukan angka-angka 4 dan 13. Termasuk dalam penomoran lantai pada lift untuk gedung apartemen dan lainnya.




(wep/hen)

Sponsored Link


Komentar (0 Komentar)

     atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        
    Twitter Recommendation
    Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Gb Rabu, 17/04/2013 12:45 WIB
      Wawancara Direktur Komersial AirAsia
      Penerbangan adalah Bisnis yang Seksi
      PT Indonesia AirAsia adalah maskapai murah paling dikenal di Indonesia. Direktur Komersial Indonesia AirAsia Bernard Francis menilai penerbangan adalah bisnis yang seksi.
    • Gb Rabu, 15/05/2013 13:51 WIB
      Prospek Saham di Tahun Politik 2014
      Indonesia akan memasuki tahun politik di 2014 nanti menjelang Pemilu. Bagaimana prospek saham di tahun tersebut?
    • Gb Selasa, 21/05/2013 12:26 WIB
      Dahlan Iskan Diserbu 10.000 Guru di Sentul
      Usai menjadi pembicara di depan 10.000 guru se-Kabupaten Bogor, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan langsung diserbu oleh peserta. Ada apa ya?


    Online Trading Academy Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Nullam eu justo lacus. Phasellus pulvinar ullamcorper congue. Vivamus porttitor, justo sit amet luctus pretium, leo purus eleifend ligula, vitae elementum dolor turpis consectetur eros.
    REGISTRASI OTA