Takut Tak Laku, Pengembang Hindari Jual Rumah Berangka 'Keramat'

Suhendra - detikfinance
Minggu, 03/06/2012 16:59 WIB
Halaman 1 dari 2
//images.detik.com/content/2012/06/03/1016/rumah.jpg
Jakarta -Pengembang properti di Indonesia sangat memperhatikan keinginan konsumen, termasuk dalam hal-hal yang di luar nalar.

Meskipun tak semua, namun kenyataanya apartemen maupun perumahan yang ditawarkan konsumen banyak menghindari angka-angka yang dianggap 'tak baik' seperti angka 4 dan angka 13 dan angka lainnya.

Menurut Anton salah satu tenaga pemasaran Perumahan Puri Bali garapan Wika Realty, di Sawangan, Depok, pertimbangan pengembang lebih pada aspek marketing. Pengembang tak mau mengambil risiko menjual properti tak laku cuma hanya masalah penomoran blok rumah atau apartemen.

"Biasanya konsumen juga mempertimbangkan soal nomor rumah. Seperti angka 13 yang di anggap angka sial atau setan. Kalau angka 4 dalam bahasa China (tsi) yang berarti mati. Jadi, developer juga tidak mau ambil risiko rumah tidak bisa laku hanya gara-gara masalah nomor rumah saja. Makanya nomor-nomor itu ditiadakan atau diganti," kata Anton kepada detikFinance, Minggu (3/6/2012).

Ia menambahkan sebagai pengembang, pihaknya sangat beorientasi apa yang diinginkan konsumen. Namun ia menegaskan, tidak semua rumah yang dikembangkan oleh Wika Realty termasuk Puri Bali meniadakan angka-angka itu.

"Untuk masalah nomor rumah, mulai dari blok H atau jimbaran, sebelumnya tidak ada masalah. Ada beberapa konsumen yang bertanya detil tentang angka, posisi rumah, arah rumah dan lain-lain. Karena menurut mereka, itu semua berhubungan dengan rejeki, kesehatan dan lain-lain. Biasanya konsumen yang seperti itu, orang-orang keturunan," jelas Anton.

Sementara itu pakar Feng Shui Suhu Yo menambahkan selain angka-angka yang dianggap sial atau jelek seperti 4 dan 13, ada banyak lagi yang menjadi tabu bagi pengembang maupun konsumen. Next

Halaman 12
(hen/wep)

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!



Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com


“Mau berinvestasi di pasar modal ? Mega Online Trading adalah solusinya”

www.megaonlinetrading.com

Info Lebih Lanjut