Investor Kaya AS Ramai-ramai Lepas Saham & Beralih ke Properti
Selasa, 05/06/2012 12:13 WIB
Foto: Reuters
Jakarta - Sebuah studi terbaru menyebutkan kalau investor-investor kaya di Amerika Serikat (AS) mulai meninggalkan saham dan menyimpan uangnya ke instrumen yang lebih aman, seperti perusahaan tertutup, properti dan komoditas.
The Institute for Private Investors (IPI), grup jejaring kekayaan milik Campden Wealth mensurvey keluarga-keluarga dengan minimal aset yang bisa diinvestasikan US$ 30 juta. IPI menemukan bahwa orang-orang kaya ini beralih dari saham AS dan mencari keamanan serta imbal hasil.
Menurut survey tersebut, 55% keluarga-keluarga IPI mencari peningkatan investasi langsung dalam perusahaan tertutup. Hampir setengahnya berencana menambah kepemelikan saham komoditas tahun ini, sedangkan 45% responden menginvestasikan uangnya pada properti.
Mengenai saham, investor-investor kakap ini memilih menaruh uangnya ke luar negeri. Sekitar 44% berencana meningkatkan kepemilikannya di saham global. Menurut IPI, gerakan ini adalah bagian dari perubahan yang lebih luas dengan para investor kaya mencari aset nyata daripada investasi keuangan yang lebih spekulatif.
“Kami melihat sebuah gerakan umum menuju kepemilikan aset nyata dan menyokong perusahaan-perusahaan dengan bisnis nyata, termasuk start-up,” kata direktur eksekutif IPI Mindy Rosenthal, dikutip dari CNBC (5/6/2012).
Haruskah investor biasa mengikuti langkah para investor kakap ini? Tidak perlu juga. Membeli perusahaan tertutup contohnya, bukan investasi yang cocok untuk investasi simpanan masa pensiun. Mengakuisisi bisnis seringkali butuh modal jutaan dolar.
Sebuah perusahaan mungkin mampu menghasilkan profit, tapi butuh bertahun-tahun bahkan beberapa dekade hingga bernilai cukup tinggi untuk dijual kembali atau menjadi mesin pencetak uang. Investor kakap tidak masalah menaruh uangnya dalam waktu sekian lama asalkan punya nilai kepemilikan dan menghasilkan. Tapi mayoritas investor tidak punya waktu sepanjang itu.
Hal terpenting, investor kakap tidak selalu benar tentang pasar saham. Beberapa studi menunjukkan, mereka terlambat keluar dari pasar awal 2008 dan terlambat kembali sebelum rebound di 2009. Tapi ada satu alasan kenapa kita harus peduli dengan pola berinvestasi mereka.
Para investor kakap inilah penentu pasar yang lebih luas. Mereka adalah 1% yang memiliki lebih dari 50% yang dimiliki oleh individual di AS. Ketidakpercayaan diri mereka dalam saham hanya akan mempersulit pasar untuk naik.
(ang/ang)
The Institute for Private Investors (IPI), grup jejaring kekayaan milik Campden Wealth mensurvey keluarga-keluarga dengan minimal aset yang bisa diinvestasikan US$ 30 juta. IPI menemukan bahwa orang-orang kaya ini beralih dari saham AS dan mencari keamanan serta imbal hasil.
Menurut survey tersebut, 55% keluarga-keluarga IPI mencari peningkatan investasi langsung dalam perusahaan tertutup. Hampir setengahnya berencana menambah kepemelikan saham komoditas tahun ini, sedangkan 45% responden menginvestasikan uangnya pada properti.
Mengenai saham, investor-investor kakap ini memilih menaruh uangnya ke luar negeri. Sekitar 44% berencana meningkatkan kepemilikannya di saham global. Menurut IPI, gerakan ini adalah bagian dari perubahan yang lebih luas dengan para investor kaya mencari aset nyata daripada investasi keuangan yang lebih spekulatif.
“Kami melihat sebuah gerakan umum menuju kepemilikan aset nyata dan menyokong perusahaan-perusahaan dengan bisnis nyata, termasuk start-up,” kata direktur eksekutif IPI Mindy Rosenthal, dikutip dari CNBC (5/6/2012).
Haruskah investor biasa mengikuti langkah para investor kakap ini? Tidak perlu juga. Membeli perusahaan tertutup contohnya, bukan investasi yang cocok untuk investasi simpanan masa pensiun. Mengakuisisi bisnis seringkali butuh modal jutaan dolar.
Sebuah perusahaan mungkin mampu menghasilkan profit, tapi butuh bertahun-tahun bahkan beberapa dekade hingga bernilai cukup tinggi untuk dijual kembali atau menjadi mesin pencetak uang. Investor kakap tidak masalah menaruh uangnya dalam waktu sekian lama asalkan punya nilai kepemilikan dan menghasilkan. Tapi mayoritas investor tidak punya waktu sepanjang itu.
Hal terpenting, investor kakap tidak selalu benar tentang pasar saham. Beberapa studi menunjukkan, mereka terlambat keluar dari pasar awal 2008 dan terlambat kembali sebelum rebound di 2009. Tapi ada satu alasan kenapa kita harus peduli dengan pola berinvestasi mereka.
Para investor kakap inilah penentu pasar yang lebih luas. Mereka adalah 1% yang memiliki lebih dari 50% yang dimiliki oleh individual di AS. Ketidakpercayaan diri mereka dalam saham hanya akan mempersulit pasar untuk naik.
(ang/ang)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Twitter Recommendation
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Sabtu, 25/05/2013 17:30 WIB
Bos Garuda Belum Tahu Masuk Daftar Calon Kepala BKPM
-
Sabtu, 25/05/2013 16:44 WIB
Masuk Daftar Maskapai Terbaik Dunia, Bos Garuda: Ini Hasil Kerja Keras
-
Sabtu, 25/05/2013 15:50 WIB
Dahlan Iskan Pakai Bahasa Mandarin Ngajar di Peking University
-
Sabtu, 25/05/2013 15:28 WIB
Chairul Tanjung Jadi 'Pak Pos' Dadakan di Korea
-
Sabtu, 25/05/2013 14:41 WIB
Tingkatkan Kesejahteraan Rakyat, Indonesia Harus Berguru ke Korsel
-
Sabtu, 25/05/2013 16:41 WIB
Masuk Daftar Maskapai Terbaik Dunia, Bos Garuda: Ini Hasil Kerja Keras
-
Sabtu, 25/05/2013 15:47 WIB
Dahlan Iskan Pakai Bahasa Mandarin Ngajar di Peking University
-
Sabtu, 25/05/2013 14:06 WIB
Merpati Masuk Daftar Maskapai Terburuk di Dunia, Ini Tanggapan Bosnya
-
Sabtu, 25/05/2013 17:28 WIB
Bos Garuda Belum Tahu Masuk Daftar Calon Kepala BKPM
-
Sabtu, 25/05/2013 11:10 WIB
Laporan dari Korea Selatan
Indonesia Bisa Maju Seperti Korsel, Apa Kuncinya?
-
34 Komentar
-
33 Komentar
-
29 Komentar
-
22 Komentar
-
20 Komentar
-
Rabu, 17/04/2013 12:45 WIB
Wawancara Direktur Komersial AirAsia
Penerbangan adalah Bisnis yang Seksi
PT Indonesia AirAsia adalah maskapai murah paling dikenal di Indonesia. Direktur Komersial Indonesia AirAsia Bernard Francis menilai penerbangan adalah bisnis yang seksi.
-
Rabu, 15/05/2013 13:51 WIB
Prospek Saham di Tahun Politik 2014
Indonesia akan memasuki tahun politik di 2014 nanti menjelang Pemilu. Bagaimana prospek saham di tahun tersebut?
-
Sabtu, 25/05/2013 15:50 WIB
Dahlan Iskan Pakai Bahasa Mandarin Ngajar di Peking University
Menteri BUMN Dahlan Iskan, menjadi dosen tamu di Peking University, Beijing, China. Dahlan menjadi pembicara pada acara yang diselenggarakan PPI di China.
Online Trading Academy
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Nullam eu justo lacus. Phasellus pulvinar ullamcorper congue. Vivamus porttitor, justo sit amet luctus pretium, leo purus eleifend ligula, vitae elementum dolor turpis consectetur eros.
REGISTRASI OTA
MustRead
close
-
Jumat, 24/05/2013 16:24 WIB WIB
Bisnis Keripik Jamur Beromzet Rp 500 Juta/Bulan, Berminat?
-
Jumat, 24/05/2013 15:54 WIB WIB
PT DI Jualan Pesawat 'Made in Bandung' ke 6 Negara
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Health News · Sexual Health · Diet · Ibu & Anak · Konsultasi · Health Calculator · Foto Balita · Bank Nama Bayi
- detikTravel · Travel News · Destinations · Photos · d'Trips · Hotels · Flights · ACI · d'Travelers Stories
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Pedoman Media Siber · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer











