detikfinance

Investor Kaya AS Ramai-ramai Lepas Saham & Beralih ke Properti

Metta Pranata - detikfinance
Selasa, 05/06/2012 12:13 WIB
http://us.images.detik.com/content/2012/06/05/1016/wsdalam.jpg Foto: Reuters
Jakarta - Sebuah studi terbaru menyebutkan kalau investor-investor kaya di Amerika Serikat (AS) mulai meninggalkan saham dan menyimpan uangnya ke instrumen yang lebih aman, seperti perusahaan tertutup, properti dan komoditas.

The Institute for Private Investors (IPI), grup jejaring kekayaan milik Campden Wealth mensurvey keluarga-keluarga dengan minimal aset yang bisa diinvestasikan US$ 30 juta. IPI menemukan bahwa orang-orang kaya ini beralih dari saham AS dan mencari keamanan serta imbal hasil.

Menurut survey tersebut, 55% keluarga-keluarga IPI mencari peningkatan investasi langsung dalam perusahaan tertutup. Hampir setengahnya berencana menambah kepemelikan saham komoditas tahun ini, sedangkan 45% responden menginvestasikan uangnya pada properti.

Mengenai saham, investor-investor kakap ini memilih menaruh uangnya ke luar negeri. Sekitar 44% berencana meningkatkan kepemilikannya di saham global. Menurut IPI, gerakan ini adalah bagian dari perubahan yang lebih luas dengan para investor kaya mencari aset nyata daripada investasi keuangan yang lebih spekulatif.

“Kami melihat sebuah gerakan umum menuju kepemilikan aset nyata dan menyokong perusahaan-perusahaan dengan bisnis nyata, termasuk start-up,” kata direktur eksekutif IPI Mindy Rosenthal, dikutip dari CNBC (5/6/2012).

Haruskah investor biasa mengikuti langkah para investor kakap ini? Tidak perlu juga. Membeli perusahaan tertutup contohnya, bukan investasi yang cocok untuk investasi simpanan masa pensiun. Mengakuisisi bisnis seringkali butuh modal jutaan dolar.

Sebuah perusahaan mungkin mampu menghasilkan profit, tapi butuh bertahun-tahun bahkan beberapa dekade hingga bernilai cukup tinggi untuk dijual kembali atau menjadi mesin pencetak uang. Investor kakap tidak masalah menaruh uangnya dalam waktu sekian lama asalkan punya nilai kepemilikan dan menghasilkan. Tapi mayoritas investor tidak punya waktu sepanjang itu.

Hal terpenting, investor kakap tidak selalu benar tentang pasar saham. Beberapa studi menunjukkan, mereka terlambat keluar dari pasar awal 2008 dan terlambat kembali sebelum rebound di 2009. Tapi ada satu alasan kenapa kita harus peduli dengan pola berinvestasi mereka.

Para investor kakap inilah penentu pasar yang lebih luas. Mereka adalah 1% yang memiliki lebih dari 50% yang dimiliki oleh individual di AS. Ketidakpercayaan diri mereka dalam saham hanya akan mempersulit pasar untuk naik.



(ang/ang)

Sponsored Link


Komentar (0 Komentar)

     atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        
    Twitter Recommendation
    Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Gb Rabu, 17/04/2013 12:45 WIB
      Wawancara Direktur Komersial AirAsia
      Penerbangan adalah Bisnis yang Seksi
      PT Indonesia AirAsia adalah maskapai murah paling dikenal di Indonesia. Direktur Komersial Indonesia AirAsia Bernard Francis menilai penerbangan adalah bisnis yang seksi.
    • Gb Rabu, 15/05/2013 13:51 WIB
      Prospek Saham di Tahun Politik 2014
      Indonesia akan memasuki tahun politik di 2014 nanti menjelang Pemilu. Bagaimana prospek saham di tahun tersebut?


    Online Trading Academy Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Nullam eu justo lacus. Phasellus pulvinar ullamcorper congue. Vivamus porttitor, justo sit amet luctus pretium, leo purus eleifend ligula, vitae elementum dolor turpis consectetur eros.
    REGISTRASI OTA
    MustRead close