detikfinance

Tak Perlu ke SPBU, Isi Bahan Bakar Mobil Listrik Bisa di Rumah

Suhendra - detikfinance
Rabu, 06/06/2012 17:10 WIB
http://us.images.detik.com/content/2012/06/06/1036/mobil.jpg
Jakarta - Perkembangan teknologi mobil listrik kian berkembangan pesat, termasuk di Indonesia. Industri mesin perkakas seperti PT Sarimas Ahmadi Pratama di Depok, milik Dasep Ahmadi mengembangkan mobil listrik.

Dasep tak khawatir dengan kesiapan infrastruktur untuk menopang mobil listrik di Indonesia. Menurutnya, keberadaan jaringan listrik di Indonesia sudah tersebar di berbagai pelosok di Indonesia.

Dengan kata lain, teknologi pengisian atau charge mobil listrik sudah bisa diterapkan secara mudah. Bahkan, mobil listrik bisa di-charge di rumah masing-masing.

"Kalau soal infrastruktur itu cepat, listrik itu lebh cepat, misalnya Jabodetabek, tak perlu jaringan hanya perlu lokasi poin-poinnya saja, kalau di rumah pun bisa," katanya kepada detikFinance, Rabu (6/6/2012)

Mobil listrik garapannya butuh waktu 5-6 jam untuk di-charge dengan daya tempuh hingga 126 km. "Untuk charge 5-6 jam, di level 2 bisa di rumah, untuk fast charge hanya 30 menit," katanya.

Ia menambahkan mobil listrik yang ia kembangkan memiliki kemampuan efisiensi yang lebih tinggi dibandingkan mobil konvensional. Untuk mobil sekelas city car, untuk menempuh 7,5 km hanya butuh 1 Kwh.

"Itu rata-rata, ada yang bisa lebih, kalau mobilnya lebih ringan. Sekarang saja tarif 1 Kwh hanya Rp 730," katanya.

Dasep juga menjelaskan kelebihan mobil listrik, selain bebas polusi, getaran mesin tak terlalu terasa. Perawatan untuk ke bengkel pun relatif lebih lama, apalagi tingkat efisiensi bahan bakar sangat hemat.

"Efisiensinya hampir seperlima dari mobil konvensional. Apalagi dibandingkan dengan BBM non subsidi, perawatanya tak ribet," katanya.


(hen/dnl)

Sponsored Link


Komentar (0 Komentar)

     atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        
    Twitter Recommendation
    Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Gb Senin, 03/06/2013 10:55 WIB
      Wawancara Khusus Wamentan
      Konsumsi Susu Orang Indonesia Terendah se-ASEAN
      Hari Sabtu, 1 Juni 2013 lalu adalah Hari Susu Nasional. Beberapa fakta miris soal persusuan Indonesia masih sangat nyata. Berikut ini wawancara khusus dengan Wamentan Rusman Heriawan soal nasib persusuan Indonesia.
    • Gb Rabu, 15/05/2013 13:51 WIB
      Prospek Saham di Tahun Politik 2014
      Indonesia akan memasuki tahun politik di 2014 nanti menjelang Pemilu. Bagaimana prospek saham di tahun tersebut?


    200 USD
    Rp 275.000,-
    How To Make in "Capital market"

    Apakah Anda ingin coba-coba trading for living dengan mencoba peruntungan dari pasar modal?

    Akankah Anda mencoba jadi kaya melalui pasar modal? JANGAN COBA-COBA DI PASAR MODAL!
    BUKTIKAN SENDIRI!

    Info Lebih Lanjut