detikfinance

Hatta Bantah Ada Pembatasan Saham Asing di Industri Smelter

Ramdhania El Hida - detikfinance
Kamis, 07/06/2012 12:21 WIB
http://us.images.detik.com/content/2012/06/07/1036/122155_reutersdalam.jpg
Jakarta - Menko Perekonomian Hatta Rajasa menegaskan tidak ada pembatasan kepemilikan perusahaan tambang asing dalam pembangunan industri smelter.

Hatta menanggapi kabar yang berkembang terkait pembatasan kepemilikan perusahaan tambang asing, dalam pembangunan smelter yang mewajibkan divestasi sebesar 51%.

"Kalau smelter-kan kita tidak membatasi di hilirnya. Justru hilir yang harus kita dorong," ujar Hatta saat ditemui di kantornya, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Kamis (7/6/2012).

Menurut Hatta, pembatasan kepemilikan asing yang pasti diberlakukan adalah pada industri tambang hulu. "Di hilirnya itu silahkan nanti kita anjurkan untuk kerjasama dengan swasta nasional kita," jelasnya.

Hatta menyatakan pemerintah seharusnya mendorong investasi asing di smelter. Bahkan menyarankan pemberian insentif bagi perusahaan asing yang berniat menanamkan investasinya di smelter.

"Justru itu yang kita harus dorong. Kalau perlu, kalau dia besar sekali kita berikan insentif. Ya seperti Posco , pabrik baja, itu kan hilir. Sama juga dari smelter ke hilir, membangun dari nikel sampai stainless steel. Justru itu yang harus kita dorong," tandasnya.

Dalam PP Nomor 24 Tahun 2012 pemegang saham asing di industri hulu tambang wajib divestasikan sahamnya. Setelah 5 tahun beroperasi, tahun ke-enam harus divestasi 20%, tahun ketujuh meningkat jadi 30%, tahun kedelapan menjadi 37%, tahun kesembilan menjadi 44% dan tahun kesepuluh total divestasi mencapai 51%.



(nia/hen)

Sponsored Link


Komentar (0 Komentar)

     atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        
    Twitter Recommendation
    Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Gb Rabu, 17/04/2013 12:45 WIB
      Wawancara Direktur Komersial AirAsia
      Penerbangan adalah Bisnis yang Seksi
      PT Indonesia AirAsia adalah maskapai murah paling dikenal di Indonesia. Direktur Komersial Indonesia AirAsia Bernard Francis menilai penerbangan adalah bisnis yang seksi.
    • Gb Rabu, 15/05/2013 13:51 WIB
      Prospek Saham di Tahun Politik 2014
      Indonesia akan memasuki tahun politik di 2014 nanti menjelang Pemilu. Bagaimana prospek saham di tahun tersebut?


    Online Trading Academy Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Nullam eu justo lacus. Phasellus pulvinar ullamcorper congue. Vivamus porttitor, justo sit amet luctus pretium, leo purus eleifend ligula, vitae elementum dolor turpis consectetur eros.
    REGISTRASI OTA