detikfinance

Keterlaluan! PNS Pajak Bergaji Besar Tapi Masih Terima Suap

Wahyu Daniel - detikfinance
Kamis, 07/06/2012 13:03 WIB
http://us.images.detik.com/content/2012/06/07/4/125826_pajakluar1.jpg Foto: Dok. detikFinance
Jakarta - Tiga pegawai pajak ketangkap basah oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) karena menerima suap dari wajib pajak dinilai keterlaluan. Karena PNS Ditjen Pajak gajinya sudah besar.

"Memang kebangetan. Sudah diberi negara remunerasi yang jauh lebih besar dari PNS di kementerian/lembaga lain, tapi masih korupsi suap juga," kata Pengamat Ekonomi Dradjad Wibowo kepada detikFinance, Kamis (7/6/2012).

Kasus penyelewengan oleh PNS Pajak yang terjadi berulang-ulang ini menandakan, sistem remunerasi yang tinggi ternyata tidak efektif untuk mencegah korupsi PNS.

"Koordinasi yang dilakukan Dirjen Pajak Fuad Rahmany dengan aparat penegak hukum seperti KPK dan Kejaksaan sudah bagus. Namun harus dilakukan dengan sangat bijak, ibarat mendapat ikan, jangan sampai keruh airnya," tegas Dradjad.

"Jangan sampai ada efek sampingan seperti perpecahan dan guncangan internal. Misalkan, bisa menimbulkan dualisme STAN vs Non-STAN. Atau membuat aparat pajak yang sebenarnya tidak bersalah menjadi obyek pemerasan oknum penegak hukum,"kata Dradjad.

Dia berharap, kasus pegawai pajak seperti Gayus, Dhana, dan yang baru saja ketangkap KPK kemarin bakal membuat aparat pajak jera untuk korupsi.

Seperti diketahui, satu dari tiga pegawai pajak yang tertangkap KPK kemarin adalah TH kepanjangan dari Tomy Hendratno. Dia saat ini menjabat sebagai Kepala Seksi Pelayanan dan Konsultasi KPP Sidoarjo Selatan.




(dnl/hen)

Sponsored Link


Komentar (0 Komentar)

     atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        
    Twitter Recommendation
    Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Gb Rabu, 17/04/2013 12:45 WIB
      Wawancara Direktur Komersial AirAsia
      Penerbangan adalah Bisnis yang Seksi
      PT Indonesia AirAsia adalah maskapai murah paling dikenal di Indonesia. Direktur Komersial Indonesia AirAsia Bernard Francis menilai penerbangan adalah bisnis yang seksi.
    • Gb Rabu, 15/05/2013 13:51 WIB
      Prospek Saham di Tahun Politik 2014
      Indonesia akan memasuki tahun politik di 2014 nanti menjelang Pemilu. Bagaimana prospek saham di tahun tersebut?


    Online Trading Academy Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Nullam eu justo lacus. Phasellus pulvinar ullamcorper congue. Vivamus porttitor, justo sit amet luctus pretium, leo purus eleifend ligula, vitae elementum dolor turpis consectetur eros.
    REGISTRASI OTA