Jadi Bos Baru Bakrieland, Ambono Akan Lebih Banyak 'Jualan'
Kamis, 07/06/2012 18:17 WIB
Foto: Dok. detikFinance
Jakarta - Direktur Utama PT Bakrieland Development Tbk (ELTY) telah berganti. Ambono Janurianto dipercaya melanjutkan kinerja manajemen sebelumnya yang dipimpin Hiramsyah S. Thaib.
Ambono bukan orang asing di Bakrie. Ia sejak tahun 2000 menjabat Direktur Utama PT Bakrie Sumatera Plantation Tbk (UNSP). Sebagai Dirut baru ELTY, Ambono mengaku akan lebih banyak 'jualan'.
"Perkebunan dengan properti jelas beda. Akan lebih banyak ketemuan (dengan wartawan)," kata Ambono di Apartemen Rasuna, Jakarta, Kamis (7/6/2012).
Menurutnya, bisnis kebun tidak perlu banyak bicara. Setiap hari akan selalu datang calon-calon pembeli kelapa sawit dan karet atau hasil olahan turunnya.
UNSP juga tidak perlu pusing mematok harga komoditinya, karena seluruh harga terbentuk di pasar internasional. "Kalau mau beli, ini harga di pasar sekarang segini. Mau nggak? Kalau nggak besok juga ada pembeli lain yang datang," tambahnya.
Sedangkan industri properti adalah menciptakan pencitraan, hingga perlu sering berdialog dengan masyarakat seperti melalui media massa.
"Kalau di kebun, karyawan inti sedikit. Banyak non-inti. Kalau properti kayawannya banyak dan pintar," jelasnya.
"Memang ini sangat generik, namun saya ditinggali sesuatu yang baik. Dan Insya Allah akan lebih baik lagi. Ada strategi jangka panjang yang sudah dimiliki Bakrieland. Akan ada percepatan pertumbuhan, atau lainnya berupa taktik," tegas Ambono.
Lalu bagaimana dengan Hiramsyah?
Setelah 15 tahun berkarir di Bakrieland, Hiramsyah kembali mendapat tantangan mengelola perusahaan kawasan industri terintegrasi, masih dalam lingkaran Bakrie.
Melalui PT Bakrie Eko Investa, Hiramsyah siap menghadirkan lima kawasan industri baru. Diprediksi nilai aset kawasan industri grup Bakrie mencapai trilinan rupiah.
Bisnis kawasan industri layaknya properti yang membutuhkan tenaga profesional dalam pengelolaanya. Kalimat ini yang menjadi pedoman grup Bakrie, hingga menempatkan Hiramsyah menjadi CEO di PT Bakrie Eko Investa.
"Karena track record saya di properti, hingga ini perlu dalam pengembangan kawasan. Properti filosofinya seperti pembangunan kawasan juga dan terintegrasi," ucap Hiramsyah.
Tantangan ini akan ia jawab, dengan pendirian Trans Kalimantan Economic Zone, kawasan industri yang terletak di Kalimantan Timur. Kawasan ini akan lebih fokus pada bisnis hulu, terkait industri tambang yang sudah jauh lebih dulu aktif.
"Di lima lokasi ini, upstream (hulu) dan downstream. Ada di Kalimantan, Sumatera, dan Indonesia Timur. Ada juga dua di Jawa Barat dan Jawa Timur. Kalau di Jawa downstream," katanya.
Namun ia enggan menjelaskan lebih rinci terkait perencanaan bisnis baru grup Bakrie ini. "Yang jelas yang pertama ada di Kaltim karena kita lihat di sana punya potensi. Yang lainnya belum bisa disebutkan karena legalnya sedang diurus," tegas Hiramsyah.
(wep/dnl)
Ambono bukan orang asing di Bakrie. Ia sejak tahun 2000 menjabat Direktur Utama PT Bakrie Sumatera Plantation Tbk (UNSP). Sebagai Dirut baru ELTY, Ambono mengaku akan lebih banyak 'jualan'.
"Perkebunan dengan properti jelas beda. Akan lebih banyak ketemuan (dengan wartawan)," kata Ambono di Apartemen Rasuna, Jakarta, Kamis (7/6/2012).
Menurutnya, bisnis kebun tidak perlu banyak bicara. Setiap hari akan selalu datang calon-calon pembeli kelapa sawit dan karet atau hasil olahan turunnya.
UNSP juga tidak perlu pusing mematok harga komoditinya, karena seluruh harga terbentuk di pasar internasional. "Kalau mau beli, ini harga di pasar sekarang segini. Mau nggak? Kalau nggak besok juga ada pembeli lain yang datang," tambahnya.
Sedangkan industri properti adalah menciptakan pencitraan, hingga perlu sering berdialog dengan masyarakat seperti melalui media massa.
"Kalau di kebun, karyawan inti sedikit. Banyak non-inti. Kalau properti kayawannya banyak dan pintar," jelasnya.
"Memang ini sangat generik, namun saya ditinggali sesuatu yang baik. Dan Insya Allah akan lebih baik lagi. Ada strategi jangka panjang yang sudah dimiliki Bakrieland. Akan ada percepatan pertumbuhan, atau lainnya berupa taktik," tegas Ambono.
Lalu bagaimana dengan Hiramsyah?
Setelah 15 tahun berkarir di Bakrieland, Hiramsyah kembali mendapat tantangan mengelola perusahaan kawasan industri terintegrasi, masih dalam lingkaran Bakrie.
Melalui PT Bakrie Eko Investa, Hiramsyah siap menghadirkan lima kawasan industri baru. Diprediksi nilai aset kawasan industri grup Bakrie mencapai trilinan rupiah.
Bisnis kawasan industri layaknya properti yang membutuhkan tenaga profesional dalam pengelolaanya. Kalimat ini yang menjadi pedoman grup Bakrie, hingga menempatkan Hiramsyah menjadi CEO di PT Bakrie Eko Investa.
"Karena track record saya di properti, hingga ini perlu dalam pengembangan kawasan. Properti filosofinya seperti pembangunan kawasan juga dan terintegrasi," ucap Hiramsyah.
Tantangan ini akan ia jawab, dengan pendirian Trans Kalimantan Economic Zone, kawasan industri yang terletak di Kalimantan Timur. Kawasan ini akan lebih fokus pada bisnis hulu, terkait industri tambang yang sudah jauh lebih dulu aktif.
"Di lima lokasi ini, upstream (hulu) dan downstream. Ada di Kalimantan, Sumatera, dan Indonesia Timur. Ada juga dua di Jawa Barat dan Jawa Timur. Kalau di Jawa downstream," katanya.
Namun ia enggan menjelaskan lebih rinci terkait perencanaan bisnis baru grup Bakrie ini. "Yang jelas yang pertama ada di Kaltim karena kita lihat di sana punya potensi. Yang lainnya belum bisa disebutkan karena legalnya sedang diurus," tegas Hiramsyah.
(wep/dnl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Twitter Recommendation
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Selasa, 21/05/2013 14:37 WIB
Setiap Hari Dikirimi Berkas 1 Koper, Hatta Akui Berat Jadi Menkeu
-
Selasa, 21/05/2013 14:24 WIB
Megawati Institute: Utang RI Rp 2.000 Triliun Sudah Tak Wajar
-
Selasa, 21/05/2013 14:15 WIB
Ini Kementerian yang Berikan Gaji Paling Tinggi Bagi PNS-nya
-
Selasa, 21/05/2013 14:12 WIB
Pemerintah Akan Ubah Sistem Perekrutan PNS Mengikuti Perusahaan Swasta
-
Selasa, 21/05/2013 14:06 WIB
Gita Wirjawan Akui BlackBerry Q10 dan Z10 Tak Boleh Beredar
-
Selasa, 21/05/2013 14:06 WIB
Gita Wirjawan Akui BlackBerry Q10 dan Z10 Tak Boleh Beredar
-
Selasa, 21/05/2013 13:43 WIB
BlackBerry Q10 dan Z10 yang Beredar Diduga Barang Selundupan dari Batam
-
Selasa, 21/05/2013 14:15 WIB
Ini Kementerian yang Berikan Gaji Paling Tinggi Bagi PNS-nya
-
Selasa, 21/05/2013 14:07 WIB
Pemerintah Akan Ubah Sistem Perekrutan PNS Mengikuti Perusahaan Swasta
-
Selasa, 21/05/2013 12:25 WIB
Izin Belum Keluar, BlackBerry Q10 dan Z10 Dilarang Beredar di Indonesia
-
68 Komentar
-
38 Komentar
-
30 Komentar
-
29 Komentar
-
26 Komentar
-
Rabu, 17/04/2013 12:45 WIB
Wawancara Direktur Komersial AirAsia
Penerbangan adalah Bisnis yang Seksi
PT Indonesia AirAsia adalah maskapai murah paling dikenal di Indonesia. Direktur Komersial Indonesia AirAsia Bernard Francis menilai penerbangan adalah bisnis yang seksi.
-
Rabu, 15/05/2013 13:51 WIB
Prospek Saham di Tahun Politik 2014
Indonesia akan memasuki tahun politik di 2014 nanti menjelang Pemilu. Bagaimana prospek saham di tahun tersebut?
-
Selasa, 21/05/2013 12:26 WIB
Dahlan Iskan Diserbu 10.000 Guru di Sentul
Usai menjadi pembicara di depan 10.000 guru se-Kabupaten Bogor, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan langsung diserbu oleh peserta. Ada apa ya?
Online Trading Academy
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Nullam eu justo lacus. Phasellus pulvinar ullamcorper congue. Vivamus porttitor, justo sit amet luctus pretium, leo purus eleifend ligula, vitae elementum dolor turpis consectetur eros.
REGISTRASI OTA
MustRead
close
-
Selasa, 21/05/2013 10:46 WIB WIB
Orang Terkaya di Dunia Ini Comot Perusahaan Ponsel AS
-
Selasa, 21/05/2013 10:41 WIB WIB
Mengintip Gaji Pejabat Komnas HAM dan KPPU, Paling Tinggi Rp 30 Juta
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Health News · Sexual Health · Diet · Ibu & Anak · Konsultasi · Health Calculator · Foto Balita · Bank Nama Bayi
- detikTravel · Travel News · Destinations · Photos · d'Trips · Hotels · Flights · ACI · d'Travelers Stories
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Pedoman Media Siber · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer










