Percaya Investasi 'Bodong', Masyarakat Rela Gadaikan SK Persiun
Jumat, 08/06/2012 07:47 WIB
Jakarta - Koperasi Langit Biru menjadi buah bibir masyarakat, karena dugaan penipuan investasi. Tidak tanggung-tanggung, ratusan ribu anggota berhasil didapat Ustad Haji Jaya Komara.
Kasus KLB hanya gambaran kecil skema ponzi atau gali lubang tutup lubang yang sudah marak terjadi. Manajemen lembaga keuangan macam ini, biasa menjanjikan keuntungan tinggi, bahkan diluar nalar. Karena percaya, anggota rela menjual SK Pensiun atau harga berharga satu-satunya untuk ditempatkan dalam 'pusaran' investasi palsu ini.
Ini jadi salah satu temuan Satuan Kerja (Satgas) Penanganan Dugaan Tindakan Melawan Hukum di Bidang Pengelolaan Investasi di tengah masyarakat.
"Itu yang terjadi. KLB kalau ditelisik, yang sudah masuk uang pensiunan. SK digadaikan, utang di bank. Uang ditaruh di jenis investasi ini, karena ada (janji) seliisih yang cukup besar," kata Ketua Satgas Waspada Investasi, Sarjito di kantornya, Jumat (7/6/2012).
Temuan lain, bahkan anggota rela menjual sawah sebagai harga satu-satunya atau bahkan menjual truk yang biasa digunakan untuk operasional usaha.
Kemauan masyarakat berinvestasi model 'Koperasi Langit Biru', menurut Sarjito, didorong oleh contoh (yang seolah nyata) dari kesukesan kerabat atau rekan-rekan yang sudah lebih dulu bergaung. Nyatanya, skema ponzi yang dijalankan manajemen adalah membayar keuntungan anggota dari hasil penempatan dana anggota lainnya.
"Kembali saya tekankan, rasionalitas mereka tertutup oleh janji-janji yang sudah ada. Justru proses penguatannya terjadi. Ada saudara telah ikut dan oke-oke saja. Tetangga juga. Ada social betterment, economic betterment. Bukti mereka lebih layak," jelasnya.
Contoh lain, salah satu anggota Money Game di daerah mengaku sangat yakin akan investasinya. "Pak, saya sudah ganti empat mobil dengan ikut proyek ini," ucapan si anggota yang Sarjito tirukan.
"Itu kan yang dilakukan untuk meyakinkan pihak lain. Kenapa nggak ikut? Dia sudah sukses," papar Sarjito.
Namun, kalkulasinya tidak semudah itu. Tetap saja Ponzi adalah memainkan uang anggota tanpa ada hasil usaha yang nyata. Masyarakat harus berhati-hati. Jika ragu, segera laporkan kepada Satgas.
"Dengan Ponzi, investor yang pertama dan berikutnya dibayar oleh yang berikutnya, berikutnya. Numpuk terus dan lama-lama ada miss match, karena uang ini dikelola untuk nikmati keuntungan yang lebih besar kepada nasabah," tegasnya.
"Ketika kewajiban kepada nasabah lama makin banyak, sementara nasabah baru tidak banyak, pasti mulai kolaps. Semua seperti itu. Banyak kasus," pungkasnya.
(wep/ang)
Kasus KLB hanya gambaran kecil skema ponzi atau gali lubang tutup lubang yang sudah marak terjadi. Manajemen lembaga keuangan macam ini, biasa menjanjikan keuntungan tinggi, bahkan diluar nalar. Karena percaya, anggota rela menjual SK Pensiun atau harga berharga satu-satunya untuk ditempatkan dalam 'pusaran' investasi palsu ini.
Ini jadi salah satu temuan Satuan Kerja (Satgas) Penanganan Dugaan Tindakan Melawan Hukum di Bidang Pengelolaan Investasi di tengah masyarakat.
"Itu yang terjadi. KLB kalau ditelisik, yang sudah masuk uang pensiunan. SK digadaikan, utang di bank. Uang ditaruh di jenis investasi ini, karena ada (janji) seliisih yang cukup besar," kata Ketua Satgas Waspada Investasi, Sarjito di kantornya, Jumat (7/6/2012).
Temuan lain, bahkan anggota rela menjual sawah sebagai harga satu-satunya atau bahkan menjual truk yang biasa digunakan untuk operasional usaha.
Kemauan masyarakat berinvestasi model 'Koperasi Langit Biru', menurut Sarjito, didorong oleh contoh (yang seolah nyata) dari kesukesan kerabat atau rekan-rekan yang sudah lebih dulu bergaung. Nyatanya, skema ponzi yang dijalankan manajemen adalah membayar keuntungan anggota dari hasil penempatan dana anggota lainnya.
"Kembali saya tekankan, rasionalitas mereka tertutup oleh janji-janji yang sudah ada. Justru proses penguatannya terjadi. Ada saudara telah ikut dan oke-oke saja. Tetangga juga. Ada social betterment, economic betterment. Bukti mereka lebih layak," jelasnya.
Contoh lain, salah satu anggota Money Game di daerah mengaku sangat yakin akan investasinya. "Pak, saya sudah ganti empat mobil dengan ikut proyek ini," ucapan si anggota yang Sarjito tirukan.
"Itu kan yang dilakukan untuk meyakinkan pihak lain. Kenapa nggak ikut? Dia sudah sukses," papar Sarjito.
Namun, kalkulasinya tidak semudah itu. Tetap saja Ponzi adalah memainkan uang anggota tanpa ada hasil usaha yang nyata. Masyarakat harus berhati-hati. Jika ragu, segera laporkan kepada Satgas.
"Dengan Ponzi, investor yang pertama dan berikutnya dibayar oleh yang berikutnya, berikutnya. Numpuk terus dan lama-lama ada miss match, karena uang ini dikelola untuk nikmati keuntungan yang lebih besar kepada nasabah," tegasnya.
"Ketika kewajiban kepada nasabah lama makin banyak, sementara nasabah baru tidak banyak, pasti mulai kolaps. Semua seperti itu. Banyak kasus," pungkasnya.
(wep/ang)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Twitter Recommendation
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Sabtu, 18/05/2013 17:35 WIB
Harga BBM Belum Naik, Harga Asbes, Cat, dan Pipa Sudah Naik
-
Sabtu, 18/05/2013 16:04 WIB
Gita Wirjawan: Jangan Sampai 20 Tahun Lagi Kita Masih Beli HP China
-
Sabtu, 18/05/2013 15:31 WIB
Hatta Rajasa Jamin 'Balsem' Rp 150 Ribu/Bulan Tidak Akan Salah Sasaran
-
Sabtu, 18/05/2013 15:16 WIB
Hatta: Minggu Depan Presiden Akan Lantik Menkeu Baru
-
Sabtu, 18/05/2013 15:06 WIB
Bunga Kredit di RI 10% Sementara Malaysia Hanya 2%, Pengusaha Sulit Bersaing
-
Sabtu, 18/05/2013 17:30 WIB
Harga BBM Belum Naik, Harga Asbes, Cat, dan Pipa Sudah Naik
-
Sabtu, 18/05/2013 15:55 WIB
Gita Wirjawan: Jangan Sampai 20 Tahun Lagi Kita Masih Beli HP China
-
Sabtu, 18/05/2013 15:27 WIB
Hatta Rajasa Jamin 'Balsem' Rp 150 Ribu/Bulan Tidak Akan Salah Sasaran
-
Sabtu, 18/05/2013 14:33 WIB
Gita Wirjawan: Mahasiswa Korea Masuk Harvard 700 Orang, RI Hanya 5 Orang
-
Sabtu, 18/05/2013 14:54 WIB
Di Tangan Pria Ini, Limbah Tebu Jadi Kerajinan Bernilai Tinggi
-
68 Komentar
-
65 Komentar
-
50 Komentar
-
48 Komentar
-
45 Komentar
-
Rabu, 17/04/2013 12:45 WIB
Wawancara Direktur Komersial AirAsia
Penerbangan adalah Bisnis yang Seksi
PT Indonesia AirAsia adalah maskapai murah paling dikenal di Indonesia. Direktur Komersial Indonesia AirAsia Bernard Francis menilai penerbangan adalah bisnis yang seksi.
-
Rabu, 15/05/2013 13:51 WIB
Prospek Saham di Tahun Politik 2014
Indonesia akan memasuki tahun politik di 2014 nanti menjelang Pemilu. Bagaimana prospek saham di tahun tersebut?
-
Sabtu, 18/05/2013 11:27 WIB
Pagi-pagi, Gita Wirjawan Beri Kuliah Mahasiswa dan Alumni IPB di Hotel Hyatt
Menteri Perdagangan Gita Wirjawan di pagi in imemberi kuliah umum kepada mahasiswa dan alumni program pasca sarjana Manajemen dan Bisnis Institut Pertanian Bogor (IPB).
Online Trading Academy
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Nullam eu justo lacus. Phasellus pulvinar ullamcorper congue. Vivamus porttitor, justo sit amet luctus pretium, leo purus eleifend ligula, vitae elementum dolor turpis consectetur eros.
REGISTRASI OTA
MustRead
close
-
Sabtu, 18/05/2013 12:23 WIB WIB
Ini 2 Negara Pemborong Emas Terbesar di Dunia
-
Sabtu, 18/05/2013 11:44 WIB WIB
Cerita Gita Wirjawan Temui Hillary Clinton Karena Sawit RI Ditolak AS
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Health News · Sexual Health · Diet · Ibu & Anak · Konsultasi · Health Calculator · Foto Balita · Bank Nama Bayi
- detikTravel · Travel News · Destinations · Photos · d'Trips · Hotels · Flights · ACI · d'Travelers Stories
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Pedoman Media Siber · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer








