detikfinance

'Main Suap', Pegawai Pajak Tomy Hindratno Belum Dipecat Sebagai PNS

Ramdhania El Hida - detikfinance
Jumat, 08/06/2012 11:52 WIB
Foto: Dok. detikFinance
Jakarta - Pegawai pajak Tomy Hindratno (TH) yang tertangkap basah KPK karena menerima suap, saat ini telah diopot dari jabatannya Kepala Seksi Konsultasi KPP Sidoarjo, namun belum dipecat.

Hal ini disampaikan oleh Dirjen Pajak Fuad Rahmany ketika ditemui di kantor Kementerian Keuangan, Jalan Wahidin Raya, Jakarta, Jumat (8/6/2012).

"Sudah dicopot dari jabatannya," cetus Fuad.

Menurut Fuad, sanksi yang diberikan pihaknya atas tindak penyelewengan yang dilakukan Tomy adalah mencopot jabatan. Karena, sebagai Dirjen, dirinya tidak berhak memberhentikan seorang PNS.

"Kalau berhentikan PNS kan bukan di Ditjen, saya Dirjen Pajak tidak bisa berhentikan PNS. Itu ada proses hukumnya," tegas Fuad yang hanya mau menyebut inisial TH.

Nantinya, lanjut Fuad, TH tidak lagi menerima tunjangan sebagai pejabat, hanya gaji PNS biasa yang bisa diterimanya.

"Tapi nanti sebagai pejabat dia nggak nerima gaji lagi (sebagai pejabat), jadi PNS biasa saja," pungkasnya.

Seperti dikutip dari data LHKPN, laporan harta kekayaan yang dilaporkan Tomy ke KPK, pada 25 Juni 2011, tercatat dia memiliki harta tidak bergerak senilai Rp 513,865,000, berupa tanah dan bangunan di Surabaya, Jawa Timur.

Selain itu, pejabat eselon IV Ditjen Pajak itu memiliki harta bergerak berupa kendaraan bermotor jenis roda empat bermerk Isuzu Panther senilai Rp 140 juta. Tomy juga memiliki harta bergerak lainnya berupa barang seni dan antik senilai Rp 20,8 juta. Giro Setara Kas Rp 10 juta.

Total harta Lulusan STAN tahun 1996 itu berjumlah Rp 684,906, 989. Namun setelah dikurangi dengan hutang berupa pinjaman uang dan kartu kredit senilai Rp 38,833,790, setelah ditotal maka total harta kekayaan Tommy Hindratno berjumlah Rp 646,073,199.

Tommy diduga menerima suap dari James Gunardjo terkait kepengurusan pajak di PT Bhakti Investama Tbk. KPK mengamankan uang dalam amplop coklat senilai Rp 280 juta.




(nia/dnl)

Sponsored Link


Komentar (0 Komentar)

     atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        
    Twitter Recommendation
    Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Gb Rabu, 17/04/2013 12:45 WIB
      Wawancara Direktur Komersial AirAsia
      Penerbangan adalah Bisnis yang Seksi
      PT Indonesia AirAsia adalah maskapai murah paling dikenal di Indonesia. Direktur Komersial Indonesia AirAsia Bernard Francis menilai penerbangan adalah bisnis yang seksi.
    • Gb Rabu, 15/05/2013 13:51 WIB
      Prospek Saham di Tahun Politik 2014
      Indonesia akan memasuki tahun politik di 2014 nanti menjelang Pemilu. Bagaimana prospek saham di tahun tersebut?


    Online Trading Academy Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Nullam eu justo lacus. Phasellus pulvinar ullamcorper congue. Vivamus porttitor, justo sit amet luctus pretium, leo purus eleifend ligula, vitae elementum dolor turpis consectetur eros.
    REGISTRASI OTA