Bos Pertamina: Kami Bisa Produksi Minyak 2 Juta Barel, Tapi ada Syaratnya
Jumat, 08/06/2012 18:03 WIB
Depok - Presiden Direktur PT Pertamina (Persero) yakin di 2025 bisa memproduksi minyak 2 juta barel per hari, namun ada syaratnya. Apa itu?
"Kita pada 2025 bisa saja produksi minyak hingga 2 juta barel per hari (bph)," kata Karen ketika memberikan Kuliah Umum di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) Universitas Indonesia, Depok, Jumat (8/6/2012).
Dikatakan Karen, dari 2 juta bph tersebut, 1,3 juta bph berasal dari produksi dalam negeri sementara 700.000 bph berasal dari produksi luar negeri tempat aset internasional Pertamina berada.
"Minyak 1,3 juta barel per hari dari dalam negeri dan sisanya 700.000 barel per hari berasal dari luar negeri," ucap Karen.
Namun untuk mencapai produksi sebesar ini, dirinya hanya meminta dua syarat. "Kita tapi punya dua syarat agar bisa mencapai produksi 2 juta barel per hari," ujarnya.
Syarat pertama kata Karen, undang-undang Migas nomor 22 Tahun 2011 harus diubah dahulu.
"Pasalnya tidak memberikan ruang atau kelebihan bagi kami perusahaan milik negara untuk memacu produksi karena harus bersaing sama rata dengan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) lain dalam mendapatkan suatu wilayah kerja Migas," kata Karen.
Bahkan untuk mendapatkan hak mengelola wilayah kerja yang sudah habis masa kontraknya Pertamina harus berjuang keras.
"Seperti Blok Mahakam, sebentar lagi mau habis masa kontraknya, kita sudah berulangkali kirim surat agar blok tersebut jatuh ke kita, padahal ini tidak terjadi di negara lain, di mana setiap kotrak yang sudah habis maka hak mutlak bagi perusahaan negara mengambil alih," ungkapnya.
Syarat kedua yang diinginkan Pertamina adalah, Pertamina mendapat share/pembagian dari setiap kontrak kerja Migas yang diberikan.
"Pertamina harus mendapat share dari setiap kontrak kerja yang diberikan. Kalau kedua syarat tersebut terpenuhi dirinya sangat yakin pada 2025 Pertamina bisa produksi 2 juta bph," tandasnya.
(rrd/dnl)
"Kita pada 2025 bisa saja produksi minyak hingga 2 juta barel per hari (bph)," kata Karen ketika memberikan Kuliah Umum di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) Universitas Indonesia, Depok, Jumat (8/6/2012).
Dikatakan Karen, dari 2 juta bph tersebut, 1,3 juta bph berasal dari produksi dalam negeri sementara 700.000 bph berasal dari produksi luar negeri tempat aset internasional Pertamina berada.
"Minyak 1,3 juta barel per hari dari dalam negeri dan sisanya 700.000 barel per hari berasal dari luar negeri," ucap Karen.
Namun untuk mencapai produksi sebesar ini, dirinya hanya meminta dua syarat. "Kita tapi punya dua syarat agar bisa mencapai produksi 2 juta barel per hari," ujarnya.
Syarat pertama kata Karen, undang-undang Migas nomor 22 Tahun 2011 harus diubah dahulu.
"Pasalnya tidak memberikan ruang atau kelebihan bagi kami perusahaan milik negara untuk memacu produksi karena harus bersaing sama rata dengan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) lain dalam mendapatkan suatu wilayah kerja Migas," kata Karen.
Bahkan untuk mendapatkan hak mengelola wilayah kerja yang sudah habis masa kontraknya Pertamina harus berjuang keras.
"Seperti Blok Mahakam, sebentar lagi mau habis masa kontraknya, kita sudah berulangkali kirim surat agar blok tersebut jatuh ke kita, padahal ini tidak terjadi di negara lain, di mana setiap kotrak yang sudah habis maka hak mutlak bagi perusahaan negara mengambil alih," ungkapnya.
Syarat kedua yang diinginkan Pertamina adalah, Pertamina mendapat share/pembagian dari setiap kontrak kerja Migas yang diberikan.
"Pertamina harus mendapat share dari setiap kontrak kerja yang diberikan. Kalau kedua syarat tersebut terpenuhi dirinya sangat yakin pada 2025 Pertamina bisa produksi 2 juta bph," tandasnya.
(rrd/dnl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Twitter Recommendation
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Sabtu, 25/05/2013 17:30 WIB
Bos Garuda Belum Tahu Masuk Daftar Calon Kepala BKPM
-
Sabtu, 25/05/2013 16:44 WIB
Masuk Daftar Maskapai Terbaik Dunia, Bos Garuda: Ini Hasil Kerja Keras
-
Sabtu, 25/05/2013 15:50 WIB
Dahlan Iskan Pakai Bahasa Mandarin Ngajar di Peking University
-
Sabtu, 25/05/2013 15:28 WIB
Chairul Tanjung Jadi 'Pak Pos' Dadakan di Korea
-
Sabtu, 25/05/2013 14:41 WIB
Tingkatkan Kesejahteraan Rakyat, Indonesia Harus Berguru ke Korsel
-
Sabtu, 25/05/2013 16:41 WIB
Masuk Daftar Maskapai Terbaik Dunia, Bos Garuda: Ini Hasil Kerja Keras
-
Sabtu, 25/05/2013 17:28 WIB
Bos Garuda Belum Tahu Masuk Daftar Calon Kepala BKPM
-
Sabtu, 25/05/2013 15:47 WIB
Dahlan Iskan Pakai Bahasa Mandarin Ngajar di Peking University
-
Sabtu, 25/05/2013 15:24 WIB
Laporan dari Korea Selatan
Chairul Tanjung Jadi 'Pak Pos' Dadakan di Korea
-
Sabtu, 25/05/2013 14:06 WIB
Merpati Masuk Daftar Maskapai Terburuk di Dunia, Ini Tanggapan Bosnya
-
34 Komentar
-
33 Komentar
-
29 Komentar
-
22 Komentar
-
20 Komentar
-
Rabu, 17/04/2013 12:45 WIB
Wawancara Direktur Komersial AirAsia
Penerbangan adalah Bisnis yang Seksi
PT Indonesia AirAsia adalah maskapai murah paling dikenal di Indonesia. Direktur Komersial Indonesia AirAsia Bernard Francis menilai penerbangan adalah bisnis yang seksi.
-
Rabu, 15/05/2013 13:51 WIB
Prospek Saham di Tahun Politik 2014
Indonesia akan memasuki tahun politik di 2014 nanti menjelang Pemilu. Bagaimana prospek saham di tahun tersebut?
-
Sabtu, 25/05/2013 15:50 WIB
Dahlan Iskan Pakai Bahasa Mandarin Ngajar di Peking University
Menteri BUMN Dahlan Iskan, menjadi dosen tamu di Peking University, Beijing, China. Dahlan menjadi pembicara pada acara yang diselenggarakan PPI di China.
Online Trading Academy
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Nullam eu justo lacus. Phasellus pulvinar ullamcorper congue. Vivamus porttitor, justo sit amet luctus pretium, leo purus eleifend ligula, vitae elementum dolor turpis consectetur eros.
REGISTRASI OTA
MustRead
close
-
Jumat, 24/05/2013 16:24 WIB WIB
Bisnis Keripik Jamur Beromzet Rp 500 Juta/Bulan, Berminat?
-
Jumat, 24/05/2013 15:54 WIB WIB
PT DI Jualan Pesawat 'Made in Bandung' ke 6 Negara
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Health News · Sexual Health · Diet · Ibu & Anak · Konsultasi · Health Calculator · Foto Balita · Bank Nama Bayi
- detikTravel · Travel News · Destinations · Photos · d'Trips · Hotels · Flights · ACI · d'Travelers Stories
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Pedoman Media Siber · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer










