Hati-hati! Elpiji 12 Kg Oplosan Marak Lagi
Sabtu, 09/06/2012 12:59 WIB
Jakarta - Pengoplosan gas dari tabung LPG bersubsidi 3 kg ke non subsidi 12 kg disinyalir kembali marak. Tabung oplosan ini dinilai berbahaya karena sudah melalui proses yang tidak steril.
Pengamat perminyakan, Kurtubi menilai selisih harga yang tinggi antara LPG subsidi dan non subsidi sebagai penyebabnya. Pihak pengoplos bisa mendapatkan untung banyak dengan melakukan cara ini
"Ini memang dampak dari perbedaan harga yang tinggi. Ini memang perlu dikontrol di lapangan. Jangan sampai dioplos," katanya kepada detikFinance, Sabtu (9/6/2012).
Dengan melakukan pengoplosan, maka didapat selisih sekitar Rp 18.000 tiap tabung 12 kg dibandingkan dengan harga normalnya. Selisih harga ini yang membuat maraknya pengoplosan.
Kurtubi menilai akibat aktivitas pengoplosan tersebut, tabung elpji 12 kg dapat meledak dan membahayakan keselamatan banyak orang.
"Justru membahayakan diri sendiri karena bisa meledak," tambahnya.
Guna meminimalisir aktivitas pengoplosan tersebut, Kurtubi minilai perlu dilakukan pengawasan yang ketat. Selain itu, dia meminta agar masyarakat berpartisipasi aktif mengawasi dan meloporkan aktivitas pengoplosan tersebut, karena menurutnya masyarakat sendiri yang dirugikan.
"Masyarakat kalau tahu ada agen atau penjual yang mengoplos, dihimbau supaya melaporkan ke polisi," sambungnya.
(feb/ang)
Pengamat perminyakan, Kurtubi menilai selisih harga yang tinggi antara LPG subsidi dan non subsidi sebagai penyebabnya. Pihak pengoplos bisa mendapatkan untung banyak dengan melakukan cara ini
"Ini memang dampak dari perbedaan harga yang tinggi. Ini memang perlu dikontrol di lapangan. Jangan sampai dioplos," katanya kepada detikFinance, Sabtu (9/6/2012).
Dengan melakukan pengoplosan, maka didapat selisih sekitar Rp 18.000 tiap tabung 12 kg dibandingkan dengan harga normalnya. Selisih harga ini yang membuat maraknya pengoplosan.
Kurtubi menilai akibat aktivitas pengoplosan tersebut, tabung elpji 12 kg dapat meledak dan membahayakan keselamatan banyak orang.
"Justru membahayakan diri sendiri karena bisa meledak," tambahnya.
Guna meminimalisir aktivitas pengoplosan tersebut, Kurtubi minilai perlu dilakukan pengawasan yang ketat. Selain itu, dia meminta agar masyarakat berpartisipasi aktif mengawasi dan meloporkan aktivitas pengoplosan tersebut, karena menurutnya masyarakat sendiri yang dirugikan.
"Masyarakat kalau tahu ada agen atau penjual yang mengoplos, dihimbau supaya melaporkan ke polisi," sambungnya.
(feb/ang)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Twitter Recommendation
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Rabu, 22/05/2013 21:39 WIB
Apa Kabar Mobil Nasional? Tak Satupun Pengusaha Besar Mau Beri Modal
-
Rabu, 22/05/2013 21:20 WIB
RI Bergantung Minyak Impor, MS Hidayat: Importir Makin Besar Untungnya
-
Rabu, 22/05/2013 19:10 WIB
Ekspansi Intraco Penta di Kalimantan
-
Rabu, 22/05/2013 18:48 WIB
Rp 64 Triliun Lenyap, Wanita Ini Tetap Jadi yang Terkaya di Australia
-
Rabu, 22/05/2013 18:38 WIB
Ini Alasan Bos PT KAI Tak Gusur Minimarket di Stasiun Kereta
-
Rabu, 22/05/2013 18:39 WIB
Rp 64 Triliun Lenyap, Wanita Ini Tetap Jadi yang Terkaya di Australia
-
Rabu, 22/05/2013 12:56 WIB
Bos Majalah Porno Beli Rumah Rp 48 Miliar, Kado Untuk Istri Baru
-
Rabu, 22/05/2013 21:39 WIB
Apa Kabar Mobil Nasional? Tak Satupun Pengusaha Besar Mau Beri Modal
-
Rabu, 22/05/2013 18:38 WIB
Ini Alasan Bos PT KAI Tak Gusur Minimarket di Stasiun Kereta
-
Rabu, 22/05/2013 15:14 WIB
Perusahaan Taksi Ini Jual Mobil Bekas Rp 7,5 Juta
-
38 Komentar
-
25 Komentar
-
22 Komentar
-
21 Komentar
-
19 Komentar
-
Rabu, 17/04/2013 12:45 WIB
Wawancara Direktur Komersial AirAsia
Penerbangan adalah Bisnis yang Seksi
PT Indonesia AirAsia adalah maskapai murah paling dikenal di Indonesia. Direktur Komersial Indonesia AirAsia Bernard Francis menilai penerbangan adalah bisnis yang seksi.
-
Rabu, 15/05/2013 13:51 WIB
Prospek Saham di Tahun Politik 2014
Indonesia akan memasuki tahun politik di 2014 nanti menjelang Pemilu. Bagaimana prospek saham di tahun tersebut?
-
Rabu, 22/05/2013 18:48 WIB
Rp 64 Triliun Lenyap, Wanita Ini Tetap Jadi yang Terkaya di Australia
Pengusaha tambang raksasa Gina Rinehart telah kehilangan kekayaan AUD 7 miliar (US$ 6,8 miliar) atau sekitar Rp 64 triliun tahun lalu. Meski begitu, Rinehart tetap jadi orang terkaya di Australia.
Online Trading Academy
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Nullam eu justo lacus. Phasellus pulvinar ullamcorper congue. Vivamus porttitor, justo sit amet luctus pretium, leo purus eleifend ligula, vitae elementum dolor turpis consectetur eros.
REGISTRASI OTA
MustRead
close
-
Rabu, 22/05/2013 16:01 WIB WIB
Perbanas Ungkap Alasan Soal Gencarnya Bank Singapura Akuisisi Bank Lokal
-
Rabu, 22/05/2013 15:46 WIB WIB
Sudah Terpasang AC, Harga Tiket Kereta Jarak Jauh Kelas 3 Naik 175%
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Health News · Sexual Health · Diet · Ibu & Anak · Konsultasi · Health Calculator · Foto Balita · Bank Nama Bayi
- detikTravel · Travel News · Destinations · Photos · d'Trips · Hotels · Flights · ACI · d'Travelers Stories
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Pedoman Media Siber · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer


_2.gif)







