detikfinance

Ketahuan Suap Pejabat RI, Mantan Bos Innospec Terbukti Bersalah

Wahyu Daniel - detikfinance
Selasa, 12/06/2012 07:53 WIB
http://us.images.detik.com/content/2012/06/12/4/075335_inno.jpg Foto: Istimewa
London - Mantan Direktur Utama Innospec Ltd Paul Jennings dituduh bersalah karena suap yang dilakukannya terhadap pejabat dari Indonesia dan Irak untuk memenangkan sebuah kontrak pengadaan.

Jennings ketahuan menyuap pejabat Indonesia dan Irak agar produk Innospec bisa dibeli oleh kedua negara ini. Sebelumnya Innospec pada 2010 memang mengaku telah membayar jutaan dolar AS untuk melakukan penyuapan pada 2002-2008 untuk mengamankan kontrak penjualan tetrathyl lead (TEL), sebuah zat additive yang sebenarnya telah dilarang karena merusak kesehatan dan lingkungan.

Kasus ini mendapatkan perhatian penuh dari pengadilan Inggris, apalagi Innospec merupakan perusahaan asal AS, namun kedudukannya di Inggris Utara.

Seperti dikutip dari Reuters, Senin (11/6/2012), Jennings dinyatakan bersalah oleh Pengadilan Southwark Crown karena konspirasi dan korupsi menyuap pejabat di Indonesia dan Irak. Jennings akan menghadapi 2 tuduhan lagi pada 2 Juli mendatang.

Sementara dua pejabat Innospec lainnya yaitu Dennis Kerrison dan Miltiades Papachristos dinyatakan bebas dari keterlibatan suap. Namun pengadilan untuk keduanya akan berlangsung pada April 2013.

Seperti diketaui, setelah menetapkan mantan Direktur Pengolahan Pertamina, Suroso Atmo Martoyo sebagai tersangka kasus penyuapan perusahaan asal Inggris Innospec, KPK kembali menetapkan tersangka baru. Direktur PT Soegih Interjaya, Willy Sebastian Liem ditetapkan sebagai tersangka penyuap. Soegih merupakan agen Innospec di Indonesia.

Berdasarkan putusan pengadilan Southwark Crown, Inggris, Innospec terbukti telah melakukan penyuapan terhadap mantan Dirjen Minyak dan Gas, Rahmat Sudibyo dan pejabat mantan Direktur Pengolahan Pertamina, Suroso Atmomartoyo.

Pengadilan Inggris memutuskan Innospec bersalah dan wajib membayar denda US$ 12,7 juta. Dari persidangan itu juga terungkap, selama kurun waktu 14 Februari 2002 hingga 31 Desember 2006, Innospec membayar sebanyak US$ 11,7 juta kepada agen-agen yang kemudian membayarkannya kepada staf Pertamina dan pejabat publik di Indonesia lainnya agar mendukung pembelian TEL.



(dnl/ang)

Sponsored Link


Komentar (0 Komentar)

     atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        
    Twitter Recommendation
    Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Gb Senin, 03/06/2013 10:55 WIB
      Wawancara Khusus Wamentan
      Konsumsi Susu Orang Indonesia Terendah se-ASEAN
      Hari Sabtu, 1 Juni 2013 lalu adalah Hari Susu Nasional. Beberapa fakta miris soal persusuan Indonesia masih sangat nyata. Berikut ini wawancara khusus dengan Wamentan Rusman Heriawan soal nasib persusuan Indonesia.
    • Gb Rabu, 15/05/2013 13:51 WIB
      Prospek Saham di Tahun Politik 2014
      Indonesia akan memasuki tahun politik di 2014 nanti menjelang Pemilu. Bagaimana prospek saham di tahun tersebut?


    Online Trading Academy
    200 USD
    Rp 275.000,-
    How To Make in "Capital market"

    Apakah Anda ingin coba-coba trading for living dengan mencoba peruntungan dari pasar modal?

    Akankah Anda mencoba jadi kaya melalui pasar modal? JANGAN COBA-COBA DI PASAR MODAL!
    BUKTIKAN SENDIRI!

    REGISTRASI OTA