detikfinance

Laporan BIN & PPATK Soal Calon Bos OJK Tak Akurat

Feby Dwi Sutianto - detikfinance
Selasa, 12/06/2012 19:28 WIB
http://us.images.detik.com/content/2012/06/12/5/192858_dpr1cover.jpg
Jakarta - Masukkan dari Badan Intelijen Negara (BIN) dan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mengenai calon Dewan Komisaris Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tidak semuanya akurat.

Anggota Komisi XI DPR Kamaruddin Sjam menilai saat melakukan fit and proper test terhadap calon Dewan Komisioner OJK, DPR selalu mengklarifikasi para calon. Menurutnya, ketika diklarifikasi, mayoritas calon membantah laporan dari institusi negara tersebut.

"Itu dari RDP (rapat dengar pendapat) dan RDPU (rapat dengar pendapat umum). Jadi masukkan belum tentu benar. Itu yang ingin saya ungkap saat fit and proper test," ungkap Sjam kepada detikFinance, Selasa (12/6/2012).

Sjam juga mengilustrasikan salah satu calon disebutkan memiliki rating integritas rendah oleh salah satu lembaga negara yang diundang oleh DPR. Namun saat diuji, ternyata calon tersebut memiliki tingkat independensi tinggi.

"Ibu Rijani kariernya bagus, tapi dia disebut rating 43 tetapi rasanya tak masuk di akal. Kayak ibu Ilya juga dia kan pemeriksa independen dan guru besar di Unpad tapi kok di situ disebutkan nggak independen," tambahnya.

Terkait laporan transaksi mencurigakan yang dialamatkan kepada Firdaus Djaelani yang dikabarkan pernah menarik uang Rp 500 juta ternyata itu hasil tabungan dari gaji yang diperoleh selama bertahun-tahun di instansi pemerintah.

"Dia pernah juga direktur. Tabungan itu sampai Rp 1 miliar. Itu mau diambil Rp 500 juta lebih. Apa itu salah?" sebutnya.



(feb/dnl)

Sponsored Link


Komentar (0 Komentar)

     atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        
    Twitter Recommendation
    Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Gb Rabu, 17/04/2013 12:45 WIB
      Wawancara Direktur Komersial AirAsia
      Penerbangan adalah Bisnis yang Seksi
      PT Indonesia AirAsia adalah maskapai murah paling dikenal di Indonesia. Direktur Komersial Indonesia AirAsia Bernard Francis menilai penerbangan adalah bisnis yang seksi.
    • Gb Rabu, 15/05/2013 13:51 WIB
      Prospek Saham di Tahun Politik 2014
      Indonesia akan memasuki tahun politik di 2014 nanti menjelang Pemilu. Bagaimana prospek saham di tahun tersebut?
    • Gb Selasa, 21/05/2013 12:26 WIB
      Dahlan Iskan Diserbu 10.000 Guru di Sentul
      Usai menjadi pembicara di depan 10.000 guru se-Kabupaten Bogor, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan langsung diserbu oleh peserta. Ada apa ya?


    Online Trading Academy Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Nullam eu justo lacus. Phasellus pulvinar ullamcorper congue. Vivamus porttitor, justo sit amet luctus pretium, leo purus eleifend ligula, vitae elementum dolor turpis consectetur eros.
    REGISTRASI OTA