detikfinance

Harga Minyak Dunia Terjun ke Level Terendah

Herdaru Purnomo - detikfinance
Selasa, 12/06/2012 19:47 WIB
Jakarta - Harga minyak dunia terus menurun. Harga minyak mentah di New York turun ke level terendah dalam delapan bulan terakhir.
Hal tersebut dikarenakan telah memudarnya luapan kegembiraan atas kesepakatan bailout untuk Bank Spanyol.

Sementara OPEC terus mempertahankan proyeksi permintaan minyak global.

Di sisi lain, para analis menambahkan, ekspektasi Organisasi Negara Pengekspor Minyak yang akan menaikkan kuota produksinya pada pertemuan di Wina pekan ini juga menjadi salah satu faktor tertekannya harga minyak.

Kontrak utama di New York, minyak mentah light sweet untuk pengiriman Juli 2012 ini mencapai posisi terendah selama delapan bulan yakni US$ 81,07 per barel pada waktu perdagangan di Asia sebelum menyentuh kembali level U$ 82,45 yang ternyata 25 sen lebih rendah dibandingkan dengan penutupan Senin (11/6/2012) kemarin.

Untuk harga minyak mentah Brent North Sea pada pengiriman Juli juga tercatat merosot 48 sen di US$ 97,52 per barel dalam transaksi sore di London.

Harga minyak yang jatuh pada hari kedua ini dikarenakan kekhawatiran krisis utang di zona Eropa akan mempengaruhi banyak negara.

"Dan mengancam permintaan minyak bumi dibalik sebuah rally yang dipicu oleh rencana Eropa untuk menyelamatkan bank-bank Spanyol," kata Phillip Futures dalam komentarnya seperti dikutip AFP, Selasa (12/6/2012).

"Hal itu juga menekan harga. Eksportir dari Arab Saudi mengatakan OPEC mungkin harus meningkatkan target minyak produksi pada pertemuan Kamis di Wina," imbuhnya.

Pertemuan menteri-menteri negara dengan OPEC hari Kamis (14/6/2012) besok bisa mengatur penurunan lebih lanjut harga minyak, Arab Saudi terlihat tengah mengatur untuk menaikkan kuota produksinya.

OPEC mencatat permintaan minyak dunia sebesar 88,69 juta barel per harinya atau lebih tinggi dari prediksi sebelumnya di 88,67 juta barel per hari.

"Tahun ini kita melihat bagaimana perkembangan ekonomi di seluruh dunia di mana banyak ketidakpastian pada permintaan minyak. Adapun dua faktor yang mempengaruhinya adalah gejolak ekonomi dunia dan volatilitas harga minyak," tulis OPEC dalam laporan bulanan terakhirnya,

"Ekonomi di AS, Eropa dan China masih tumbuh dengan lambat," terangnya.

OPEC sendiri menargetkan tahun 2012 permintaan minyak justru masih bisa naik 900.000 barel per hari dibandingkan tahun sebelumnya atau mencapai 87,79 juta barel per hari.


(dru/dnl)

Sponsored Link


Komentar (0 Komentar)

     atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        
    Twitter Recommendation
    Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Gb Rabu, 17/04/2013 12:45 WIB
      Wawancara Direktur Komersial AirAsia
      Penerbangan adalah Bisnis yang Seksi
      PT Indonesia AirAsia adalah maskapai murah paling dikenal di Indonesia. Direktur Komersial Indonesia AirAsia Bernard Francis menilai penerbangan adalah bisnis yang seksi.
    • Gb Rabu, 15/05/2013 13:51 WIB
      Prospek Saham di Tahun Politik 2014
      Indonesia akan memasuki tahun politik di 2014 nanti menjelang Pemilu. Bagaimana prospek saham di tahun tersebut?


    Online Trading Academy Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Nullam eu justo lacus. Phasellus pulvinar ullamcorper congue. Vivamus porttitor, justo sit amet luctus pretium, leo purus eleifend ligula, vitae elementum dolor turpis consectetur eros.
    REGISTRASI OTA