Duh, Kaya Sumber Daya Alam Tapi RI 100% Impor Bahan Baku Baja
Rabu, 13/06/2012 14:37 WIB
Jakarta - Kebutuhan bahan baku Industri hulu besi baja dalam negeri pada saat ini mencapai 4 juta ton per tahun, namun 100% bahan bakunya masih impor. Sementara cadangan terbukti iron ore (bahan baku baja) 100% dieskpor secara besar-besaran.
Menteri Perindustrian MS Hidayat mengatakan struktur ndustri besi baja sampai saat ini belum kuat, hal ini disebabakan industri hulunya belum berkembang sebagaimana pada industri hilirnya.
"Sehingga kebutuhan bahan baku industri hulu besi baja dalam negeri pada saat ini mencapai 4 juta per ton per tahun berupa Iron ore, Sponge iron, Pellet dan Scrap seluruhnya masih diimpor," kata Hidayat di kantornya, Jl Gatot Subroto, Rabu (13/6/2012).
Menurut Hidayat,sementara cadangan terbukti Iron Ore sekitar 115 juta ton sepenuhnya diekspor secara besar-besaran.
"Pada 2011 ekspor Iron Ore sudah mencapai 13 juta ton atau meningkat 7 (tujuh) kali dibandingkan dengan 2008 (sebelum diberlakukannya UU No 4/2009 tentang Mineral dan Batubara)," katanya.
Bahkan kata Hidayat, jika kondisi ini terus dibiarkan dan tidak dikendalikan maka diperkirakan cadangan bijih besi akan habis dalam waktu 9 tahun.
"Jika dibiarkan 9 tahun cadangan bijih besi akan habis. kondisi ini tidak mendorong tumbuhnay industri besi baja dalam negeri," ujarnya.
Sementara tambah Hidayat, potensi kapasitas industri besi baja yang saat ini mencapai 19 juta ton/tahun, dimana membutuhkan 46 juta ton Iron ore, untuk mendapatkan peningkatan nilai tambah sebesar US$ 15 miliar/tahun yang bila dibandingkan dijual dalam bentuk iron ore anya menghasillkan US$ 2,3 miliar/tahun.
"Nilai tambah yang didapat sebesar US$ 12,7 miliar atau setaradengan Rp 114,4 triliun setiap tahunnya," tandasnya.
(rrd/dru)
Menteri Perindustrian MS Hidayat mengatakan struktur ndustri besi baja sampai saat ini belum kuat, hal ini disebabakan industri hulunya belum berkembang sebagaimana pada industri hilirnya.
"Sehingga kebutuhan bahan baku industri hulu besi baja dalam negeri pada saat ini mencapai 4 juta per ton per tahun berupa Iron ore, Sponge iron, Pellet dan Scrap seluruhnya masih diimpor," kata Hidayat di kantornya, Jl Gatot Subroto, Rabu (13/6/2012).
Menurut Hidayat,sementara cadangan terbukti Iron Ore sekitar 115 juta ton sepenuhnya diekspor secara besar-besaran.
"Pada 2011 ekspor Iron Ore sudah mencapai 13 juta ton atau meningkat 7 (tujuh) kali dibandingkan dengan 2008 (sebelum diberlakukannya UU No 4/2009 tentang Mineral dan Batubara)," katanya.
Bahkan kata Hidayat, jika kondisi ini terus dibiarkan dan tidak dikendalikan maka diperkirakan cadangan bijih besi akan habis dalam waktu 9 tahun.
"Jika dibiarkan 9 tahun cadangan bijih besi akan habis. kondisi ini tidak mendorong tumbuhnay industri besi baja dalam negeri," ujarnya.
Sementara tambah Hidayat, potensi kapasitas industri besi baja yang saat ini mencapai 19 juta ton/tahun, dimana membutuhkan 46 juta ton Iron ore, untuk mendapatkan peningkatan nilai tambah sebesar US$ 15 miliar/tahun yang bila dibandingkan dijual dalam bentuk iron ore anya menghasillkan US$ 2,3 miliar/tahun.
"Nilai tambah yang didapat sebesar US$ 12,7 miliar atau setaradengan Rp 114,4 triliun setiap tahunnya," tandasnya.
(rrd/dru)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Twitter Recommendation
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 23/05/2013 13:22 WIB
Monorel Terganjal Birokrasi, Dahlan: Makanan Ada Tapi Tak Bisa Disantap
-
Kamis, 23/05/2013 13:15 WIB
Ini Wanita Muda Cantik Paling Berpengaruh di Dunia Bisnis
-
Kamis, 23/05/2013 13:00 WIB
Ingin Jadi Menteri Keuangan? Tiap Hari Ada Sekoper Dokumen Menunggu
-
Kamis, 23/05/2013 12:46 WIB
Cek Harga Daging, Gita Wirjawan akan Sidak ke Pasar Kosambi Bandung
-
Kamis, 23/05/2013 12:35 WIB
Kebijakan BBM Subsidi Tak Jelas, Industri Perbankan Terganggu
-
Kamis, 23/05/2013 12:25 WIB
Di Manakah Harga Rumah Bekas di Jakarta yang Naik Paling Tajam?
-
Kamis, 23/05/2013 12:23 WIB
Ini 10 Kementerian/Lembaga dengan Anggaran Tergemuk
-
Kamis, 23/05/2013 12:14 WIB
Cerita Bos BNI Soal Susahnya Buka Cabang di Singapura
-
Kamis, 23/05/2013 12:54 WIB
Ingin Jadi Menteri Keuangan? Tiap Hari Ada Sekoper Dokumen Menunggu
-
Kamis, 23/05/2013 10:00 WIB
Hebat! Sri Mulyani Kembali Masuk Jajaran Wanita Paling Berpengaruh di Dunia
-
38 Komentar
-
33 Komentar
-
30 Komentar
-
25 Komentar
-
22 Komentar
-
Rabu, 17/04/2013 12:45 WIB
Wawancara Direktur Komersial AirAsia
Penerbangan adalah Bisnis yang Seksi
PT Indonesia AirAsia adalah maskapai murah paling dikenal di Indonesia. Direktur Komersial Indonesia AirAsia Bernard Francis menilai penerbangan adalah bisnis yang seksi.
-
Rabu, 15/05/2013 13:51 WIB
Prospek Saham di Tahun Politik 2014
Indonesia akan memasuki tahun politik di 2014 nanti menjelang Pemilu. Bagaimana prospek saham di tahun tersebut?
-
Kamis, 23/05/2013 13:15 WIB
Ini Wanita Muda Cantik Paling Berpengaruh di Dunia Bisnis
Masih muda, cantik, dan punya pengaruh yang sangat besar di dunia. Mereka ini wanita yang masuk daftar 'Wanita Paling Berpengaruh di 2013' versi Forbes.
Online Trading Academy
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Nullam eu justo lacus. Phasellus pulvinar ullamcorper congue. Vivamus porttitor, justo sit amet luctus pretium, leo purus eleifend ligula, vitae elementum dolor turpis consectetur eros.
REGISTRASI OTA
MustRead
close
-
Kamis, 23/05/2013 10:46 WIB WIB
Dahlan Jadi 'Dosen' Dadakan di FEUI, Ngajar Apa Ya?
-
Kamis, 23/05/2013 10:24 WIB WIB
Premium Jadi Rp 6.500 dan Solar Rp 5.500, Kok Subsidi Tetap Melambung?
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Health News · Sexual Health · Diet · Ibu & Anak · Konsultasi · Health Calculator · Foto Balita · Bank Nama Bayi
- detikTravel · Travel News · Destinations · Photos · d'Trips · Hotels · Flights · ACI · d'Travelers Stories
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Pedoman Media Siber · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer


_2.gif)







