detikfinance

Gita: Bikin Pabrik Pengolahan Tambang Sangat Mahal

Wiji Nurhayat - detikfinance
Rabu, 13/06/2012 17:12 WIB
http://us.images.detik.com/content/2012/06/13/1036/170936_gitacover2.jpg
Jakarta - Selama ini industri pengolahan tambang di Indonesia tidak berkembang sehingga komoditas tambang Indonesia diekspor mentah-mentah. Karena pembuatan pabrik pengolahan dan pemurnian (smelter) sangat mahal.

Demikian disampaikan oleh Menteri Perdagangan Gita Wirjawan di kantornya, Jalan Ridwan Rais, Jakarta, Rabu (13/6/2012).

"Kita mengetahui bahwa untuk menghasilkan 600.000 ton harus dibutuhkan US$ 2 sampai 3 miliar dan listrik 1.000-1.500 MW (megawatt)," jelas Gita.

Jadi, ujar Gita, mengembangkan industri hilirisasi tambang itu memang membutuhkan dana yang sangat besar. Selain itu juga harus ada keterbukaan. "Kita harus peka terhadap masalah ini," imbuh Gita.

Dia mengatakan, di tengah situasi perekonomian dunia yang tengah guncang akibat krisis di Eropa dan AS, industri tambang bisa berpotensi. Lewat hilirisasi, maka nilai tambah buat ekonomi Indonesia lebih besar ketimbang mengekspor mentah-mentah barang tambang.

"Tiongkok dan India menjadi sasaran pasaran kita oleh karena itu produk yang dikirim tidak lagi dalam bentuk sumber daya alam tetapi produk produk yang bisa mendapat nilai tambah," tutur Gita.

Seperti diketahui, pemerintah saat ini menjalankan kebijakan pengenaan bea keluar atau pajak atas ekspor komoditas dalam negeri yang diekspor mentah-mentah. Ini dilakukan agar industri hilir tambang bisa berkembang, memberi nilai tambah seperti di sektor tenaga kerja dan pendapatan.

Namun kebijakan pemerintah ini diprotes oleh pihak Jepang lewat WTO. Karena smelter-smelter yang dimiliki Jepang selama ini mendapat pasokan bahan baku dari Indonesia yang mengekspor mentah-mentah komoditas tambangnya. Namun pemerintah siap melawan tuntutan Jepang.


(dnl/ang)

Sponsored Link


Komentar (0 Komentar)

     atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        
    Twitter Recommendation
    Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Gb Rabu, 17/04/2013 12:45 WIB
      Wawancara Direktur Komersial AirAsia
      Penerbangan adalah Bisnis yang Seksi
      PT Indonesia AirAsia adalah maskapai murah paling dikenal di Indonesia. Direktur Komersial Indonesia AirAsia Bernard Francis menilai penerbangan adalah bisnis yang seksi.
    • Gb Rabu, 15/05/2013 13:51 WIB
      Prospek Saham di Tahun Politik 2014
      Indonesia akan memasuki tahun politik di 2014 nanti menjelang Pemilu. Bagaimana prospek saham di tahun tersebut?
    • Gb Selasa, 21/05/2013 12:26 WIB
      Dahlan Iskan Diserbu 10.000 Guru di Sentul
      Usai menjadi pembicara di depan 10.000 guru se-Kabupaten Bogor, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan langsung diserbu oleh peserta. Ada apa ya?


    Online Trading Academy Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Nullam eu justo lacus. Phasellus pulvinar ullamcorper congue. Vivamus porttitor, justo sit amet luctus pretium, leo purus eleifend ligula, vitae elementum dolor turpis consectetur eros.
    REGISTRASI OTA