Bank Mandiri Tuntut BLTA Lunasi Utang
Jumat, 15/06/2012 07:43 WIB
Ilustrasi foto: Whery/detikFinance
Jakarta - PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) tuntut PT Berlian Laju Tanker Tbk (BLTA) segera melunasi utangnya sebesar Rp 250 miliar. Bank plat merah itu mengajukan permohonan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) terhadap BLTA di Pengadilan Niaga Jakarta Pusat.
Emiten berkode BLTA itu dinilai melanggar Perjanjian Kredit nomor KP-CRO/013/PK-KI/2009 (PK 013) yang telah ditandatangani Bank Mandiri dan BLTA.
Senior Vice President Special Asset Management Bank Mandiri Agus Sudiarto mengatakan, pada 2009 Bank Mandiri memberikan fasilitas kredit kepada BLTA sesuai dengan PK 013.
Namun pada Desember 2011, BLTA mengajukan permohonan pengalihan fasilitas kredit atas sisa utang sebesar Rp 250 miliar kepada anak perusahaannya, PT Buana Listya Tama Tbk (BULL).
Selanjutnya pada Januari 2012, BLTA secara sepihak memutuskan untuk menghentikan pembayaran atas semua kewajiban pinjaman BLTA kepada seluruh kreditur untuk sementara waktu (debt standstill).
Kuasa hukum Bank Mandiri Junaidi Tirtanata mengatakan, pernyataan debt standstill yang dilakukan BLTA merupakan pernyataan sepihak tanpa melibatkan Bank Mandiri.
"Karena itu, Bank Mandiri tidak terikat pada pernyataan debt standstill BLTA yang diumumkan melalui siaran pers pada 26 Januari 2012 lalu," kata Junaidi.
Sejak 29 Februari 2012, BLTA tidak memenuhi kewajibannya membayar angsuran pokok pinjaman, sehingga Bank Mandiri kemudian memberikan somasi atau surat peringatan sebanyak 3 kali agar BLTA memenuhi kewajibannya.
Namun menurut Junaidi peringatan itu tidak ditanggapi dengan baik oleh BLTA. Karena itu, pada akhir Mei 2012, Bank Mandiri menyatakan bahwa BLTA telah melakukan tindakan wanprestasi.
"Syarat-syarat pengajuan PKPU sudah terpenuhi sesuai UU Kepailitan dan PKPU No. 37 Tahun 2004. Sekarang kami serahkan kepada pengadilan proses penyelesaiannya," tambah Junaidi.
http://finance.detik.com/read/2012/01/27/111128/1826770/6/anak-usaha-blta-gagal-bayar-utang-rp-37-triliun
(ang/ang)
Emiten berkode BLTA itu dinilai melanggar Perjanjian Kredit nomor KP-CRO/013/PK-KI/2009 (PK 013) yang telah ditandatangani Bank Mandiri dan BLTA.
Senior Vice President Special Asset Management Bank Mandiri Agus Sudiarto mengatakan, pada 2009 Bank Mandiri memberikan fasilitas kredit kepada BLTA sesuai dengan PK 013.
Namun pada Desember 2011, BLTA mengajukan permohonan pengalihan fasilitas kredit atas sisa utang sebesar Rp 250 miliar kepada anak perusahaannya, PT Buana Listya Tama Tbk (BULL).
Selanjutnya pada Januari 2012, BLTA secara sepihak memutuskan untuk menghentikan pembayaran atas semua kewajiban pinjaman BLTA kepada seluruh kreditur untuk sementara waktu (debt standstill).
Kuasa hukum Bank Mandiri Junaidi Tirtanata mengatakan, pernyataan debt standstill yang dilakukan BLTA merupakan pernyataan sepihak tanpa melibatkan Bank Mandiri.
"Karena itu, Bank Mandiri tidak terikat pada pernyataan debt standstill BLTA yang diumumkan melalui siaran pers pada 26 Januari 2012 lalu," kata Junaidi.
Sejak 29 Februari 2012, BLTA tidak memenuhi kewajibannya membayar angsuran pokok pinjaman, sehingga Bank Mandiri kemudian memberikan somasi atau surat peringatan sebanyak 3 kali agar BLTA memenuhi kewajibannya.
Namun menurut Junaidi peringatan itu tidak ditanggapi dengan baik oleh BLTA. Karena itu, pada akhir Mei 2012, Bank Mandiri menyatakan bahwa BLTA telah melakukan tindakan wanprestasi.
"Syarat-syarat pengajuan PKPU sudah terpenuhi sesuai UU Kepailitan dan PKPU No. 37 Tahun 2004. Sekarang kami serahkan kepada pengadilan proses penyelesaiannya," tambah Junaidi.
http://finance.detik.com/read/2012/01/27/111128/1826770/6/anak-usaha-blta-gagal-bayar-utang-rp-37-triliun
(ang/ang)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Twitter Recommendation
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 20/06/2013 13:44 WIB
Ada Anggaran Rp 155 Miliar Untuk Korban Lapindo, Ini Jawaban Chatib Basri
-
Kamis, 20/06/2013 13:39 WIB
MS Hidayat Bakal Pamer Mobil Murah di Trade Expo Kemayoran
-
Kamis, 20/06/2013 13:23 WIB
Jual Daging Rp 50.000-75.000/Kg, Dirut Bulog: Kami Tak Ambil Untung
-
Kamis, 20/06/2013 13:22 WIB
Gita Wirjawan Luncurkan Trade Expo 2013
-
Kamis, 20/06/2013 13:22 WIB
Orang RI Dibidik Jadi Pembeli Apartemen Mewah di Sydney Rp 35 Miliar
-
Kamis, 20/06/2013 12:51 WIB
Ingin Naik Monorel Gratis Seumur Hidup, Wajib Baca Ini!
-
Kamis, 20/06/2013 11:58 WIB
Harga BBM Subsidi Naik Mulai Sabtu Ini Pukul 00.00?
-
Kamis, 20/06/2013 11:11 WIB
Siap-siap, Besok Malam Ada Pengumuman Kenaikan Harga BBM
-
Kamis, 20/06/2013 13:11 WIB
Ide Nama Monorel Jakarta, Mulai dari 'Kerak Telor' Hingga 'TANJIDOR Express'
-
Kamis, 20/06/2013 12:01 WIB
Chairul Tanjung: Negara Harus Paksa Orang Miskin Sekolah Tinggi
-
79 Komentar
-
74 Komentar
-
68 Komentar
-
64 Komentar
-
55 Komentar
-
Senin, 03/06/2013 10:55 WIB
Wawancara Khusus Wamentan
Konsumsi Susu Orang Indonesia Terendah se-ASEAN
Hari Sabtu, 1 Juni 2013 lalu adalah Hari Susu Nasional. Beberapa fakta miris soal persusuan Indonesia masih sangat nyata. Berikut ini wawancara khusus dengan Wamentan Rusman Heriawan soal nasib persusuan Indonesia.
-
Rabu, 15/05/2013 13:51 WIB
Prospek Saham di Tahun Politik 2014
Indonesia akan memasuki tahun politik di 2014 nanti menjelang Pemilu. Bagaimana prospek saham di tahun tersebut?
-
Rabu, 19/06/2013 12:28 WIB
Ini Dia 10 Orang Kaya yang Pernah Jadi Pencuri (2)
Jadi orang kaya atau konglomerat memang punya banyak harta dan mampu memiliki segalanya. Namun, beberapa orang kaya ini pernah mencuri sesuatu dan menjadi pengutil.
200 USD
Rp 275.000,-
How To Make Money in "Capital market"
Apakah Anda ingin coba-coba trading for living dengan mencoba peruntungan dari pasar modal?
Akankah Anda mencoba jadi kaya melalui pasar modal? JANGAN COBA-COBA DI PASAR MODAL!
BUKTIKAN SENDIRI!
MustRead
close
-
Kamis, 20/06/2013 09:50 WIB WIB
Ada Apa Saja di Pameran Monorel Gratis Monas?
-
Kamis, 20/06/2013 09:18 WIB WIB
Ini Pihak yang Paling Rajin Beri Utang ke RI
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Health News · Sexual Health · Diet · Ibu & Anak · Konsultasi · Health Calculator · Foto Balita · Bank Nama Bayi
- detikTravel · Travel News · Destinations · Photos · d'Trips · Hotels · Flights · ACI · d'Travelers Stories
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Pedoman Media Siber · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer




