detikfinance

Cegah Monopoli, Pemerintah Larang Ritel Impor Buah dan Sayur

Zulfi Suhendra - detikfinance
Jumat, 15/06/2012 17:34 WIB
Jakarta - Meskipun pemerintah menunda pemberlakuan larangan impor produk holtikultura seperti buah dan sayur, tetapi larangan impor produk ini secara langsung tetap berlaku untuk pengusaha ritel. Pasalnya, impor langsung ini memicu terjadinya monopoli yang dilakukan pengusaha ritel.

Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Deddy Saleh menuturkan untuk pengusaha ritel, praktik impor harus tetap dilakukan melalui distributor sehingga pengusaha tidak dapat mengimpor langsung dari luar negeri.

"Untuk ritel ini ketentuan untuk tidak impor langsung tetap akan kita pertahankan," ungkap Deddy saat ditemui di kantornya, Jalan MI Ridwan Rais, Jakarta, Jumat (15/6/12).

Menurut Deddy, aturan ini dipertahankan guna mencegah tindak monopoli dari pengusaha ritel, sekaligus untuk menjaga pasokan komoditas holtikultura dalam negeri.

"Ada kekhawatiran kalau impor sama dengan produksi petani, kalau petani kan salurannya bisa ke pengumpul, distributor, dan ritel. Kalau dari luar negeri langsung ke ritel itu seolah-olah mengarah pada monopoli," tegasnya.

Lebih lanjut, Deddy mengatakan hal ini bertujuan dengan alasan keamanan bagi konsumen. Pasalnya, ada kekhawatiran barang impor holtikultura yang masuk tidak terjamin keamanan dan kesegarannya.

"Yang kita khawatirkan pernah kejadian ritel in langsung impor produk yang ditolak dari luar negara lain, dia beli ddengan harga murah lalu dijual disni. Itu kan berbahaya," ungkapnya.

Peraturan terkait larangan impor holtikultura tertuang dalam Permendag No. 30 Tahun 2012 yang ditunda pengimplementasiannya hingga tanggal 28 September 2012 karena beberapa alasan, salah satunya karena ketidaksiapan importir dalam memenuhi persyaratan untuk menjadi importir terdaftar.



(zul/nia)

Sponsored Link


Komentar (0 Komentar)

     atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        
    Twitter Recommendation
    Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Gb Rabu, 17/04/2013 12:45 WIB
      Wawancara Direktur Komersial AirAsia
      Penerbangan adalah Bisnis yang Seksi
      PT Indonesia AirAsia adalah maskapai murah paling dikenal di Indonesia. Direktur Komersial Indonesia AirAsia Bernard Francis menilai penerbangan adalah bisnis yang seksi.
    • Gb Rabu, 15/05/2013 13:51 WIB
      Prospek Saham di Tahun Politik 2014
      Indonesia akan memasuki tahun politik di 2014 nanti menjelang Pemilu. Bagaimana prospek saham di tahun tersebut?


    Online Trading Academy Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Nullam eu justo lacus. Phasellus pulvinar ullamcorper congue. Vivamus porttitor, justo sit amet luctus pretium, leo purus eleifend ligula, vitae elementum dolor turpis consectetur eros.
    REGISTRASI OTA