detikfinance

Pabrik Bahan Peledak Rp 4 Triliun Beroperasi di Kaltim

Rista Rama Dhany - detikfinance
Sabtu, 16/06/2012 11:49 WIB
http://us.images.detik.com/content/2012/06/16/1036/114906_kaltimnitrateindnesia.jpg
Jakarta - PT Kaltim Nitrate Indonesia (KNI) berhasil menyelesaikan pengerjaan pabrik amonium nitrate yang merupakan bahan baku pembuatan peledak dengan kapasitas produksi 300.000 metric ton (MT)/tahun.

Menurut Direktur Utama PT Kaltim Nitrat Indonesia, Antung Pandoyo, amonium nitrate sangat dibutuhkan di sektor pertambangan dan pertahanan. Diprediksi kebutuhan peledak dalam negeri tahun ini mencapai 600.000 MT/tahun.

"Dengan berdirinya KNI ini merupakan solusi untuk memenuhi kebutuhan nasional akan amonium nitrat yang selama ini bergantung pada produk import, dan saat ini kesiapan operasional KNI telah mencapai 100%," kata Antung dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (16/6/2012).

Menurut Antung, amonium nitrat merupakan bahan baku peladak ini sangat dibutuhkan oleh industri pertambangan yang pertumbuhannya terus meningkat dari tahun ke tahun.

"Walaupun bersaing dengan beberapa perusahaan lain di industri bahan baku peledak pertambangan, kehadiran KNI di Indonesia tentunya menjadi kebanggaan kita semua karena merupakan bukti nyata dari kemampuan industri Indonesia untuk bersaing di pasar global," tandasnya.

Sementara meresmikan pabrik KNI, Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro menyatakan industri bahan baku bahan peledak merupakan industri yang strategis dan perlu didukung oleh berbagai pihak, terutama pemerintah pusat dan lokal karena akan memberikan manfaat besar bagi kepentingan bangsa.

"Pabrik yang dirancang dengan sangat baik dan dioperasikan oleh putra terbaik bangsa ini dapat menjadi contoh bagi industri-industri lain yang perlu dikembangkan dalam Komite Kebijakan Industri Pertahanan (KKIP) di masa depan. Saya optimis, kita akan mampu memenuhi kebutuhan AN nasional dengan kemampuan kita sendiri," ujar Purnomo.

Pengoperasian pabrik KNI membuat Indonesia telah memiliki pabrik AN berkelas internasional yang berlokasi di Bontang di atas tanah seluas 10 hektar, dengan total investasi sekitar Rp 4 triliun.



(rrd/dnl)

Sponsored Link


Komentar (0 Komentar)

     atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        
    Twitter Recommendation
    Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Gb Rabu, 17/04/2013 12:45 WIB
      Wawancara Direktur Komersial AirAsia
      Penerbangan adalah Bisnis yang Seksi
      PT Indonesia AirAsia adalah maskapai murah paling dikenal di Indonesia. Direktur Komersial Indonesia AirAsia Bernard Francis menilai penerbangan adalah bisnis yang seksi.
    • Gb Rabu, 15/05/2013 13:51 WIB
      Prospek Saham di Tahun Politik 2014
      Indonesia akan memasuki tahun politik di 2014 nanti menjelang Pemilu. Bagaimana prospek saham di tahun tersebut?


    Online Trading Academy Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Nullam eu justo lacus. Phasellus pulvinar ullamcorper congue. Vivamus porttitor, justo sit amet luctus pretium, leo purus eleifend ligula, vitae elementum dolor turpis consectetur eros.
    REGISTRASI OTA