detikfinance

Tunda Pengetatan Impor Buah, RI di Bawah 'Telunjuk' Negara Lain

Rista Rama Dhany - detikfinance
Sabtu, 16/06/2012 15:46 WIB
http://us.images.detik.com/content/2012/06/16/4/154603_buah2anluar.jpg
Jakarta - Untuk kesekian kalinya pemerintah Indonesia menunda aturan pengetatan impor holtikultura (buah dan sayur impor) menjadi 28 September 2012. Indonesia dinilai sudah berada di bawah kendali negara lain.

Hal ini disampaikan oleh Ketua Alumni Institut Pertanian Bogor (IPB), Said Didu kepada detikFinance, Sabtu (16/6/2012).

"Saya benar-benar kecewa dengan sikap pemerintah, jika dilihat dari alasan-asalan yang mereka paparkan, terlihat pemerintah di bawah telunjuk orang lain. Siapa? Ya negara lain dan pengusaha (importir buah)," kata Said.

Said sangat kecewa karena pemerintah tak berani secara tegas mengetatkan masuknya buah-buahan impor dan menggalakkan konsumsi buah lokal.

"Ini kan terlihat, pemerintah tunda aturan pengetatan impor buah dan sayur dikarenakan pengusahanya tidak siap, ada mau selesaikan laporan ke World Trade Organization (WTO) dan banyak lagi. Pemerintahan apa ini? Kok mau tunduk dengan 'orang lain'," tegasnya.

Apalagi pada waktu yang sama, para pengusaha impor buah dan sayur menyambut baik penundaan aturan pengetatan buah impor.

"Apa-apaan ini, pemerintah berulang kali mengajak para pengusaha importir untuk bicara tentang penerapan aturan ini, padahal mereka cuma ada 10 orang saja anggotanya. Tapi pemerintah tidak pernah ajak bicara jutaan petani yang menderita akibat adanya serbuan buah impor," cetusnya.

Sebelumnya pemerintah untuk ketiga kalinya menunda pemberlakuan Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 3/2012 tentang rekomendasi impor produk holtikultura dan Permendag nomor 30/2012 tentang impor holtikultura dengan alasanbelum siapnya infrastruktur.

Padahal, Ketua Asosiasi Eksportir Importir Buah dan Sayur Segar Indonesia (Assibisindo) Kafi Kurnia mengaku infrasturtur tidak ada masalah dan anggotanya sudah 10.000% siap jika aturan tersebut diberlakukan.

"Kendalanya masih ada masalah administrasi, Kementerian Perdagangan meminta kami untuk mendaftar kembali menjadi Importir Terdaftar," tukasnya.



(rrd/dnl)

Sponsored Link


Komentar (0 Komentar)

     atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        
    Twitter Recommendation
    Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Gb Rabu, 17/04/2013 12:45 WIB
      Wawancara Direktur Komersial AirAsia
      Penerbangan adalah Bisnis yang Seksi
      PT Indonesia AirAsia adalah maskapai murah paling dikenal di Indonesia. Direktur Komersial Indonesia AirAsia Bernard Francis menilai penerbangan adalah bisnis yang seksi.
    • Gb Rabu, 15/05/2013 13:51 WIB
      Prospek Saham di Tahun Politik 2014
      Indonesia akan memasuki tahun politik di 2014 nanti menjelang Pemilu. Bagaimana prospek saham di tahun tersebut?


    Online Trading Academy Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Nullam eu justo lacus. Phasellus pulvinar ullamcorper congue. Vivamus porttitor, justo sit amet luctus pretium, leo purus eleifend ligula, vitae elementum dolor turpis consectetur eros.
    REGISTRASI OTA
    MustRead close