detikfinance

Malaysia dan Singapura Perketat Pembelian Rumah Oleh Orang Asing

Wahyu Daniel - detikfinance
Sabtu, 16/06/2012 17:06 WIB
http://us.images.detik.com/content/2012/06/16/1016/170615_190725apartemen03luar.jpg
Jakarta - Beberapa negara berkembang di Asia saat ini menerapkan kebijakan yang menghambat masuknya orang asing ke pasar properti di negaranya. Singapura dan Malaysia sudah menerapkan kebijakan ini.

Dikutip dari kajian Knight Frank, Sabtu (16/6/2012), di Singapura, sejak Desember lalu ada pengenaan bea tambahan 10% stamp duty bagi orang asing yang merupakan pola kebijakan proteksionisme terbaru.

Sementara di Malaysia, ada rencana peningkatan harga minimum properti yang dapat dibeli oleh orang asing, dari tadinya minimal 500 ribu ringgit menjadi 1 juta ringgit. Kebijakan ini diperkirakan bakal diterapkan tahun ini.

Selain kedua negara ini, Australia juga sudah mencabut kebijakan insentif diskon 50% pajak imbal hasil keuntungan untuk warga asing dengan transaksi yang terjadi setelah 8 Mei 2012. Kebijakan tersebut menyusul peraturan yang diterapkan di 2010 bagi pembeli asing yang hanya diperbolehkan membeli properti baru.

Menurut kajian Knight Frank, mayoritas dari kebijakan dan sentimen pengetatan ini berangkat dari reaksi umum pembeli lokal yang merasa tingginya kenaikan harga properti didorong oleh pembeli asing, sehingga menyebabkan makin tidak terjangkaunya kemampuan keuangan pembeli lokal.

Tren kondisi properti yang booming ini menyebabkan menurunnya tingkat jangkauan kemampuan keuangan untuk membeli properti khususnya untuk pembeli lokal yang baru pertama kali memiliki rumah.



(dnl/dnl)

Sponsored Link


Komentar (0 Komentar)

     atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        
    Twitter Recommendation
    Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Gb Rabu, 17/04/2013 12:45 WIB
      Wawancara Direktur Komersial AirAsia
      Penerbangan adalah Bisnis yang Seksi
      PT Indonesia AirAsia adalah maskapai murah paling dikenal di Indonesia. Direktur Komersial Indonesia AirAsia Bernard Francis menilai penerbangan adalah bisnis yang seksi.
    • Gb Rabu, 15/05/2013 13:51 WIB
      Prospek Saham di Tahun Politik 2014
      Indonesia akan memasuki tahun politik di 2014 nanti menjelang Pemilu. Bagaimana prospek saham di tahun tersebut?


    Online Trading Academy Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Nullam eu justo lacus. Phasellus pulvinar ullamcorper congue. Vivamus porttitor, justo sit amet luctus pretium, leo purus eleifend ligula, vitae elementum dolor turpis consectetur eros.
    REGISTRASI OTA