Harga Rumah di China Turun
Senin, 18/06/2012 14:50 WIB
Ilustrasi foto: Angga/detikFinance
Jakarta - Rata-rata harga rumah di 70 kota besar China pada Mei ini turun 1,5% dibanding setahun sebelumnya. Perhitungan Reuters ini didasarkan pada data resmi yang dipublikasikan hari ini dan laju penurunan yang terlihat di kota-kota besar, seperti Shanghai.
Ini menjadi bulan ketiga berturut-turut properti China mengalami penurunan year-on-year sejak pemerintah menerapkan pembatasan spekulasi properti lebih dari dua tahun lalu. Pada April, harga rumah menurun 1,2%. Secara bulanan, harga rumah jatuh 0,1% atau penurunan delapan bulan berturut-turut sejak index penimbang Reuters diluncurkan Januari 2011.
Biro Statistik Nasional mengatakan, harga rumah baru turun 1,2% di Beijing dan 1,6% di Shanghai pada Mei ini dibanding setahun sebelumnya. Secara bulanan, harga di Beijing tidak berubah sementara di Shanghai turun 0,1%.
Media lokal melaporkan hari ini, banyak pembeli China khawatir tentang rebound harga-harga properti karena pemerintah memperlonggar kebijakan moneter untuk memacu laju ekonomi meski Beijing telah mempertahankan pembatasan tata usahanya di real estate.
“Sepertinya harga rumah dan kebijakan yang semakin ketat sudah mencapai dasarnya. Jadi beberapa pembeli rumah mulai panik lagi. Ini seperti mengulang 2009 ketika harga naik dua kali lipat dalam beberapa bulan saja setelah Beijing menggelontorkan paket stimulus 4 triliun yuan (Rp 6,000 triliun),” tulis People's Daily, corong suara penguasa China, Partai Komunis dalam laporan analitisnya, dikutip dari CNBC (18/6/2012).
China memiliki kebijakan moneter dan fiskal yang lebih kendur setelah lebih dari dua tahun mengkampanyekan pengetatan untuk meredam pasar properti China yang panas seiring krisis utang zona euro menghantam pasar keuangan global dan pertumbuhan domestik.
Bank sentral memangkas suku bunga pada 7 Juni dan menjadi aksi pertama setelah terakhir kali mereka menurunkan rasio persyaratan cadangan bank tiga kali sejak November tiga tahun lalu. “Meski ukuran ini tidak bertujuan untuk menyelamatkan pasar properti, tapi ini peringatan bagi pasar real estate yang kekurangan dana,” tambah People's Daily.
Sementara itu, banyak kota-kota China memiliki kebijakan longgar meski pemerintah pusat telah mempertahankan pembatasannya terhadap spekulator. Ukuran ini telah mengubah sentimen pasar dan penjualan properti menunjukkan gejala pemulihan sejak Maret.
China Securities Journal hari ini merilis laporan semi resmi yang mengutip data dari situs biro perumahan lokal, bahwa transaksi gabungan rumah baru dan lama melambung 46.5% di Beijing pada paruh pertama Juni dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Koran ini juga mengutip konsultan lokal Home Link mengatakan 21 dari 76 proyek properti baru yang diluncurkan di pasar tahun ini mengalami kenaikan dalam harga transaksi. “Bagaimana pun juga, inventori tinggi akan membantu menutupi rebound cepat apa pun di harga-harga rumah jangka pendek,” kata analis Home Link, Chen Xue.
Vanke, pengembang terbesar di China berdasarkan penjualan mengatakan awal bulan ini, butuh sekitar 11 bulan untuk menjual saham-saham tak laku di kota-kota utama seperti Beijing, Shanghai dan Shenzhen. Penjualan Vanke meningkat 19% pada Mei menjadi 10,72 miliar yuan (Rp 16,08 triliun) setelah mengalami penurunan sebulan sebelumnya.
(ang/ang)
Ini menjadi bulan ketiga berturut-turut properti China mengalami penurunan year-on-year sejak pemerintah menerapkan pembatasan spekulasi properti lebih dari dua tahun lalu. Pada April, harga rumah menurun 1,2%. Secara bulanan, harga rumah jatuh 0,1% atau penurunan delapan bulan berturut-turut sejak index penimbang Reuters diluncurkan Januari 2011.
Biro Statistik Nasional mengatakan, harga rumah baru turun 1,2% di Beijing dan 1,6% di Shanghai pada Mei ini dibanding setahun sebelumnya. Secara bulanan, harga di Beijing tidak berubah sementara di Shanghai turun 0,1%.
Media lokal melaporkan hari ini, banyak pembeli China khawatir tentang rebound harga-harga properti karena pemerintah memperlonggar kebijakan moneter untuk memacu laju ekonomi meski Beijing telah mempertahankan pembatasan tata usahanya di real estate.
“Sepertinya harga rumah dan kebijakan yang semakin ketat sudah mencapai dasarnya. Jadi beberapa pembeli rumah mulai panik lagi. Ini seperti mengulang 2009 ketika harga naik dua kali lipat dalam beberapa bulan saja setelah Beijing menggelontorkan paket stimulus 4 triliun yuan (Rp 6,000 triliun),” tulis People's Daily, corong suara penguasa China, Partai Komunis dalam laporan analitisnya, dikutip dari CNBC (18/6/2012).
China memiliki kebijakan moneter dan fiskal yang lebih kendur setelah lebih dari dua tahun mengkampanyekan pengetatan untuk meredam pasar properti China yang panas seiring krisis utang zona euro menghantam pasar keuangan global dan pertumbuhan domestik.
Bank sentral memangkas suku bunga pada 7 Juni dan menjadi aksi pertama setelah terakhir kali mereka menurunkan rasio persyaratan cadangan bank tiga kali sejak November tiga tahun lalu. “Meski ukuran ini tidak bertujuan untuk menyelamatkan pasar properti, tapi ini peringatan bagi pasar real estate yang kekurangan dana,” tambah People's Daily.
Sementara itu, banyak kota-kota China memiliki kebijakan longgar meski pemerintah pusat telah mempertahankan pembatasannya terhadap spekulator. Ukuran ini telah mengubah sentimen pasar dan penjualan properti menunjukkan gejala pemulihan sejak Maret.
China Securities Journal hari ini merilis laporan semi resmi yang mengutip data dari situs biro perumahan lokal, bahwa transaksi gabungan rumah baru dan lama melambung 46.5% di Beijing pada paruh pertama Juni dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Koran ini juga mengutip konsultan lokal Home Link mengatakan 21 dari 76 proyek properti baru yang diluncurkan di pasar tahun ini mengalami kenaikan dalam harga transaksi. “Bagaimana pun juga, inventori tinggi akan membantu menutupi rebound cepat apa pun di harga-harga rumah jangka pendek,” kata analis Home Link, Chen Xue.
Vanke, pengembang terbesar di China berdasarkan penjualan mengatakan awal bulan ini, butuh sekitar 11 bulan untuk menjual saham-saham tak laku di kota-kota utama seperti Beijing, Shanghai dan Shenzhen. Penjualan Vanke meningkat 19% pada Mei menjadi 10,72 miliar yuan (Rp 16,08 triliun) setelah mengalami penurunan sebulan sebelumnya.
(ang/ang)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Twitter Recommendation
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Senin, 20/05/2013 21:31 WIB
Ke Mana Darmin Nasution Setelah Pensiun dari BI?
-
Senin, 20/05/2013 21:07 WIB
Chatib Menkeu Baru, Hatta Berharap Proyek Jembatan Selat Sunda Jadi Lancar
-
Senin, 20/05/2013 20:53 WIB
Pengalaman Darmin Nasution Tangani Bank Bermasalah Saat Jadi Gubernur BI
-
Senin, 20/05/2013 20:21 WIB
Pesan Hatta ke Menkeu Chatib: Tak Ada Waktu Untuk Belajar
-
Senin, 20/05/2013 20:14 WIB
Darmin Nasution Buka Rahasia di Balik Akuisisi BTPN oleh Bank Jepang
-
Senin, 20/05/2013 10:06 WIB
Wanita-wanita Paling Tajir di Dunia (1)
-
Senin, 20/05/2013 14:48 WIB
Ini Satu-satunya Orang Arab yang Masuk Daftar Orang Terkaya di Dunia
-
Senin, 20/05/2013 17:09 WIB
Program Resepsi Nikah di D'Cost, 'Hamil Baru Bayar'
-
Senin, 20/05/2013 11:28 WIB
Kenapa Utang RI Tembus Rp 2.000 T? Ini Penjelasan Pemerintah
-
Senin, 20/05/2013 14:20 WIB
Chatib Basri Jadi Menkeu, Bos Pertamina dan Kepala BKPM Diisi Orang Baru?
-
68 Komentar
-
38 Komentar
-
27 Komentar
-
26 Komentar
-
25 Komentar
-
Rabu, 17/04/2013 12:45 WIB
Wawancara Direktur Komersial AirAsia
Penerbangan adalah Bisnis yang Seksi
PT Indonesia AirAsia adalah maskapai murah paling dikenal di Indonesia. Direktur Komersial Indonesia AirAsia Bernard Francis menilai penerbangan adalah bisnis yang seksi.
-
Rabu, 15/05/2013 13:51 WIB
Prospek Saham di Tahun Politik 2014
Indonesia akan memasuki tahun politik di 2014 nanti menjelang Pemilu. Bagaimana prospek saham di tahun tersebut?
-
Senin, 20/05/2013 19:32 WIB
Pensiun dari BI, Darmin Nasution Bikin Buku 'Bank Sentral Harus Membumi'
Masa jabatan Darmin Nasution sebagai Gubernur Bank Indonesia (BI) akan berakhir di 22 Mei 2013. Sebelum meninggalkan BI, Darmin meluncurkan buku tentang bank sentral.
Online Trading Academy
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Nullam eu justo lacus. Phasellus pulvinar ullamcorper congue. Vivamus porttitor, justo sit amet luctus pretium, leo purus eleifend ligula, vitae elementum dolor turpis consectetur eros.
REGISTRASI OTA
MustRead
close
-
Senin, 20/05/2013 16:44 WIB WIB
30 Tahun Diincar, Apakah Inalum 100% Jadi Milik Indonesia 30 Oktober?
-
Senin, 20/05/2013 16:41 WIB WIB
Cerita Industri Unggas China Rugi Rp 1 T/Hari Gara-gara Flu Burung
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Health News · Sexual Health · Diet · Ibu & Anak · Konsultasi · Health Calculator · Foto Balita · Bank Nama Bayi
- detikTravel · Travel News · Destinations · Photos · d'Trips · Hotels · Flights · ACI · d'Travelers Stories
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Pedoman Media Siber · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer










