Gara-gara Mitsubishi, RI dan Jepang akan 'Berantem' di WTO
Rabu, 20/06/2012 14:43 WIB
Jakarta - Pemerintah Jepang mengadukan Indonesia ke WTO karena memberlakukan aturan bea keluar 20% terhadap ekspor komoditas tambang mentah. Dan akan melarang total ekspor tambang mentah mulai 2014.
Dirjen Mineral dan Pertambangan Kementerian ESDM Thamrin Sihite mengatakan, pengaduan Jepang tidak punya dasar yang kuat. Pihak Mitsubishi yang pertama kali mengadu ke pemerintah Jepang.
"Yang melaporkan itu adalah Mitsubishi yang melaporkan ke pemerintah Jepang. Mitsubishi memang kekurangan biji nikel," jelas Thamrin di Kementerian ESDM, Jakarta, Rabu (20/6/2012).
Thamrin mengatakan, tujuan aturan pengetatan ekspor tambang mentah dilakukan karena Indonesia ingin menjaga pasokan tambang di dalam negeri.
"Jepang sendiri mengerti, karena kita sedang membenahi izin-izin yang rasanya tidak berbayar kepada negara. Saya kira, Jepang belum melapor ke WTO," katanya.
"Kita tidak sama sekali menyalahi aturan WTO karena ini domestic market obligation," tegas Thamrin.
Pemerintah Jepang memang menggugat Indonesia di Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) terkait Peraturan Menteri ESDM No. 07 Tahun 2012 soal Bea Keluar ekspor tambang mentah. Untuk menghadapinya, Menteri Perindustrian MS. Hidayat pernah mengatakan pemerintah mempersiapkan lawyer (pengacara) terbaiknya.
Dikatakan Hidayat, pemerintah Jepang keberatan karena ratusan perusahaan pengolahan (smelter) di Jepang sedang menunggu-nunggu bahan baku dari Indonesia.
"Kita sudah ketemu, kita jelaskan alasan kita, posisi kita, awalnya pemerintah Jepang waktu datang ke kami mengerti, namun saya dengar mereka sekarang mempermasalahkannya, ya mungkin ratusan perusahaan smelter di Jepang saat ini sedang menunggu-nunggu bahan baku dari Indonesia," ujarnya.
Intinya, kata Hidayat, aturan tersebut benar, Indonesia saat ini tidak melarang ekspor, hanya membatasi ekspor dikarenakan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.
(dnl/hen)
Dirjen Mineral dan Pertambangan Kementerian ESDM Thamrin Sihite mengatakan, pengaduan Jepang tidak punya dasar yang kuat. Pihak Mitsubishi yang pertama kali mengadu ke pemerintah Jepang.
"Yang melaporkan itu adalah Mitsubishi yang melaporkan ke pemerintah Jepang. Mitsubishi memang kekurangan biji nikel," jelas Thamrin di Kementerian ESDM, Jakarta, Rabu (20/6/2012).
Thamrin mengatakan, tujuan aturan pengetatan ekspor tambang mentah dilakukan karena Indonesia ingin menjaga pasokan tambang di dalam negeri.
"Jepang sendiri mengerti, karena kita sedang membenahi izin-izin yang rasanya tidak berbayar kepada negara. Saya kira, Jepang belum melapor ke WTO," katanya.
"Kita tidak sama sekali menyalahi aturan WTO karena ini domestic market obligation," tegas Thamrin.
Pemerintah Jepang memang menggugat Indonesia di Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) terkait Peraturan Menteri ESDM No. 07 Tahun 2012 soal Bea Keluar ekspor tambang mentah. Untuk menghadapinya, Menteri Perindustrian MS. Hidayat pernah mengatakan pemerintah mempersiapkan lawyer (pengacara) terbaiknya.
Dikatakan Hidayat, pemerintah Jepang keberatan karena ratusan perusahaan pengolahan (smelter) di Jepang sedang menunggu-nunggu bahan baku dari Indonesia.
"Kita sudah ketemu, kita jelaskan alasan kita, posisi kita, awalnya pemerintah Jepang waktu datang ke kami mengerti, namun saya dengar mereka sekarang mempermasalahkannya, ya mungkin ratusan perusahaan smelter di Jepang saat ini sedang menunggu-nunggu bahan baku dari Indonesia," ujarnya.
Intinya, kata Hidayat, aturan tersebut benar, Indonesia saat ini tidak melarang ekspor, hanya membatasi ekspor dikarenakan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.
(dnl/hen)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Twitter Recommendation
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Jumat, 24/05/2013 21:12 WIB
DBS Akan Akuisisi Bank Danamon
-
Jumat, 24/05/2013 19:49 WIB
Kunjungi Korsel, Chairul Tanjung Temukan Rahasia Membuat Petani Sejahtera
-
Jumat, 24/05/2013 19:31 WIB
Bersama Presiden Korsel, Chairul Tanjung Bahas Industri Pertahanan
-
Jumat, 24/05/2013 19:14 WIB
Temui Presiden Korsel, Chairul Tanjung Ingin Perkuat Kerjasama Ekonomi
-
Jumat, 24/05/2013 18:53 WIB
BCA Pamerkan 'Dompet Mini Berjalan'
-
Jumat, 24/05/2013 10:21 WIB
Rumah Aneh di Singapura, 11 Tahun Dijual Tak Laku-laku
-
Jumat, 24/05/2013 14:31 WIB
6 Pengusaha Arab Cantik Paling Berpengaruh dari Timur Tengah
-
Jumat, 24/05/2013 13:40 WIB
Kisah Jepang Paksa Warganya Beralih dari Kendaraan Pribadi ke Transportasi Massal
-
Jumat, 24/05/2013 17:55 WIB
Beda Nasib, Garuda Masuk Jajaran Maskapai Terbaik Dunia dan Merpati Terburuk
-
Jumat, 24/05/2013 16:16 WIB
Buah Durian di Seluruh Dunia Aslinya Dari Indonesia
-
33 Komentar
-
32 Komentar
-
29 Komentar
-
21 Komentar
-
20 Komentar
-
Rabu, 17/04/2013 12:45 WIB
Wawancara Direktur Komersial AirAsia
Penerbangan adalah Bisnis yang Seksi
PT Indonesia AirAsia adalah maskapai murah paling dikenal di Indonesia. Direktur Komersial Indonesia AirAsia Bernard Francis menilai penerbangan adalah bisnis yang seksi.
-
Rabu, 15/05/2013 13:51 WIB
Prospek Saham di Tahun Politik 2014
Indonesia akan memasuki tahun politik di 2014 nanti menjelang Pemilu. Bagaimana prospek saham di tahun tersebut?
-
Jumat, 24/05/2013 14:35 WIB
6 Pengusaha Arab Cantik Paling Berpengaruh dari Timur Tengah
Tak mau ketinggalan, Arabian Business juga ikut merilis daftar serupa yang bertajuk 100 Wanita Arab Paling Berpengaruh di Dunia.
Online Trading Academy
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Nullam eu justo lacus. Phasellus pulvinar ullamcorper congue. Vivamus porttitor, justo sit amet luctus pretium, leo purus eleifend ligula, vitae elementum dolor turpis consectetur eros.
REGISTRASI OTA
MustRead
close
-
Jumat, 24/05/2013 13:42 WIB WIB
Bagaimana Nasib Rp 1.000 Jadi Rp 1 di Tangan Gubernur BI Baru Agus Marto?
-
Jumat, 24/05/2013 13:40 WIB WIB
Kisah Jepang Paksa Warganya Beralih dari Kendaraan Pribadi ke Transportasi Massal
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Health News · Sexual Health · Diet · Ibu & Anak · Konsultasi · Health Calculator · Foto Balita · Bank Nama Bayi
- detikTravel · Travel News · Destinations · Photos · d'Trips · Hotels · Flights · ACI · d'Travelers Stories
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Pedoman Media Siber · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer











