Laporan dari Singapura
Properti Kelas Bawah di Batam Bakal Melorot Kena Aturan FLPP Baru
Rabu, 20/06/2012 16:33 WIB
Singapura - Pemerintah telah menaikan batas harga rumah tapak dan rusun sederhana. Hal ini diperkirakan akan memangkas penjualan properti segmen bawah di Batam.
Ketua Dewan Pengurus Daerah Realestat Indonesia (DPD REI) Batam Djaja Roeslim mengaku penjualan properti di Batam tersendat karena aturan FLPP baru versi Menteri Perumahan Rakyat Djan Faridz.
Dari target rata-rata penjualan 15 ribu unit per tahun, direvisi menjadi 12 ribu unit. Hal ini disampaikan Djaja di sela acara Media Group REI Properti Visit di Singapura, Rabu (20/6/2012).
"Kita biasa tahunan 15 ribu, tapi tahun ini hampir satu sementer baru 3 ribu unit. Ini juga salah satunya karena aturan baru FLPP untuk MBR. Ada 2 ribu unit belum bisa diserap," tambah Djaja.
Namun pelan-pelan stok rumah versi FLPP 2011 terjual, meski dengan bunga KPR komersial. "Ya tidak ada pilihan lain?," tegasnya.
"Kita harap bisa ada kenaikan penjualan setelah Lebaran, bulan September. Kita kejar 12 ribu unit," ucapnya.
Seperti diketahui, Peraturan Menteri Perumahan Rakyat (Permenpera) No 04 dan 05 Tahun 2012 membatasi harga rumah yang disubsidi dengan FLPP sebesar Rp 70 juta untuk tipe 36 meter persegi. Namun, saat ini aturan tersebut direvisi melalui Permenpera No 07 dan 08 Tahun 2012 dengan menaikkan harga rumah sebesar Rp 88-145 juta berdasarkan zonasi.
Peraturan Menteri Perumahan Rakyat (Permenpera) No. 7 dan 8 Tahun 2012 tentang perubahan atas Permenpera No. 4 2012 tentang pengadaan perumahan melalui kredit/pembiayaan pemilikan rumah sejahtera dengan dukungan FLPP dan tentang perubahan atas Permenpera No. 5 tahun 2012 tentang petunjuk pelaksanaan pengadaan perumahan melalui kredit atau pembiayaan pemilikan rumah sejahtera dengan FLPP.
Permenpera baru itu mengatur antara lain, batas maksimal harga rumah sejahtera rumah tapak:
(wep/hen)
Ketua Dewan Pengurus Daerah Realestat Indonesia (DPD REI) Batam Djaja Roeslim mengaku penjualan properti di Batam tersendat karena aturan FLPP baru versi Menteri Perumahan Rakyat Djan Faridz.
Dari target rata-rata penjualan 15 ribu unit per tahun, direvisi menjadi 12 ribu unit. Hal ini disampaikan Djaja di sela acara Media Group REI Properti Visit di Singapura, Rabu (20/6/2012).
"Kita biasa tahunan 15 ribu, tapi tahun ini hampir satu sementer baru 3 ribu unit. Ini juga salah satunya karena aturan baru FLPP untuk MBR. Ada 2 ribu unit belum bisa diserap," tambah Djaja.
Namun pelan-pelan stok rumah versi FLPP 2011 terjual, meski dengan bunga KPR komersial. "Ya tidak ada pilihan lain?," tegasnya.
"Kita harap bisa ada kenaikan penjualan setelah Lebaran, bulan September. Kita kejar 12 ribu unit," ucapnya.
Seperti diketahui, Peraturan Menteri Perumahan Rakyat (Permenpera) No 04 dan 05 Tahun 2012 membatasi harga rumah yang disubsidi dengan FLPP sebesar Rp 70 juta untuk tipe 36 meter persegi. Namun, saat ini aturan tersebut direvisi melalui Permenpera No 07 dan 08 Tahun 2012 dengan menaikkan harga rumah sebesar Rp 88-145 juta berdasarkan zonasi.
Peraturan Menteri Perumahan Rakyat (Permenpera) No. 7 dan 8 Tahun 2012 tentang perubahan atas Permenpera No. 4 2012 tentang pengadaan perumahan melalui kredit/pembiayaan pemilikan rumah sejahtera dengan dukungan FLPP dan tentang perubahan atas Permenpera No. 5 tahun 2012 tentang petunjuk pelaksanaan pengadaan perumahan melalui kredit atau pembiayaan pemilikan rumah sejahtera dengan FLPP.
Permenpera baru itu mengatur antara lain, batas maksimal harga rumah sejahtera rumah tapak:
- Wilayah 1 naik dari Rp 70 juta menjadi Rp 88 juta per unit, antara lain di Jawa, Sumatera dan Sulawesi kecuali Jabodetabek dengan ketentuan DP (uang muka) minimal 10%
- Wilayah 2 naik dari Rp 70 juta menjadi Rp 95 juta per unit, antara lain di Kalimantan, Maluku, NTB dan NTT dengan ketentuan DP minimal 10%
- Wilayah 3 naik dari Rp 70 juta menjadi Rp 145 juta per unit, antara lain di Papua dan Papua Barat, ketentuan minimal DP naik dari 10% menjadi 12,5%
- Wilayah khusus naik dari Rp 70 juta Rp 95 juta, antara lain di Jabodetabek, Batam dan Bali minimal ketentuan DP minimal 10%
(wep/hen)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Twitter Recommendation
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Minggu, 26/05/2013 14:02 WIB
Ikuti Manchester United, Miliuner Malaysia Ini Ingin IPO-kan Klub Sepakbolanya
-
Minggu, 26/05/2013 13:15 WIB
Pemerintah Jual BUMN Tekstil PT Primissima
-
Minggu, 26/05/2013 12:43 WIB
Alasan Bank Mandiri Ingin Ekspansi ke Luar Negeri
-
Minggu, 26/05/2013 11:34 WIB
Bank Mandiri Luncurkan Alat Pembayaran Canggih, Gelang e-Money
-
Minggu, 26/05/2013 11:22 WIB
Gaet Nasabah Baru, Bank Syariah Bukopin Buka Kantor Cabang di BSD
-
Minggu, 26/05/2013 11:34 WIB
Bank Mandiri Luncurkan Alat Pembayaran Canggih, Gelang e-Money
-
Minggu, 26/05/2013 12:40 WIB
Alasan Bank Mandiri Ingin Ekspansi ke Luar Negeri
-
Minggu, 26/05/2013 13:11 WIB
Pemerintah Jual BUMN Tekstil PT Primissima
-
Minggu, 26/05/2013 10:13 WIB
Saingi 7 Eleven, Indomaret Mulai Perkenalkan Tempat Khusus Kongkow
-
Minggu, 26/05/2013 10:42 WIB
Lewat Rekening Ponsel CIMB Niaga, Tarik Tunai di ATM Bisa Tanpa Kartu
-
34 Komentar
-
33 Komentar
-
29 Komentar
-
22 Komentar
-
22 Komentar
-
Rabu, 17/04/2013 12:45 WIB
Wawancara Direktur Komersial AirAsia
Penerbangan adalah Bisnis yang Seksi
PT Indonesia AirAsia adalah maskapai murah paling dikenal di Indonesia. Direktur Komersial Indonesia AirAsia Bernard Francis menilai penerbangan adalah bisnis yang seksi.
-
Rabu, 15/05/2013 13:51 WIB
Prospek Saham di Tahun Politik 2014
Indonesia akan memasuki tahun politik di 2014 nanti menjelang Pemilu. Bagaimana prospek saham di tahun tersebut?
-
Sabtu, 25/05/2013 15:50 WIB
Dahlan Iskan Pakai Bahasa Mandarin Ngajar di Peking University
Menteri BUMN Dahlan Iskan, menjadi dosen tamu di Peking University, Beijing, China. Dahlan menjadi pembicara pada acara yang diselenggarakan PPI di China.
Online Trading Academy
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Nullam eu justo lacus. Phasellus pulvinar ullamcorper congue. Vivamus porttitor, justo sit amet luctus pretium, leo purus eleifend ligula, vitae elementum dolor turpis consectetur eros.
REGISTRASI OTA
MustRead
close
-
Jumat, 24/05/2013 16:24 WIB WIB
Bisnis Keripik Jamur Beromzet Rp 500 Juta/Bulan, Berminat?
-
Jumat, 24/05/2013 15:54 WIB WIB
PT DI Jualan Pesawat 'Made in Bandung' ke 6 Negara
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Health News · Sexual Health · Diet · Ibu & Anak · Konsultasi · Health Calculator · Foto Balita · Bank Nama Bayi
- detikTravel · Travel News · Destinations · Photos · d'Trips · Hotels · Flights · ACI · d'Travelers Stories
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Pedoman Media Siber · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer











