detikfinance

Pemerintah Tak Punya Strategi Cegah PHK 500.000 Pekerja Industri Rokok

Zulfi Suhendra - detikfinance
Rabu, 20/06/2012 17:37 WIB
http://us.images.detik.com/content/2012/06/20/1036/roko1.jpg
Jakarta - Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi belum memiliki strategi terkait potensi PHK 500.000 tenaga kerja industri rokok. Hal ini terkait akan berlakunya Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) Penganggulangan Dampak Tembakau.

Dirjen Pembinaan Hubungan Industrial dan Jamsos Kemenakertrans Irianto Simbolon mengaku belum memikirkan solusi apabila buruh industri rokok itu di PHK. "Wah, kita belum terpikirkan sampai kesana," ungkap Irianto kepada wartawan di Hotel Gran Melia, Rabu (20/6/12).

Ia menyebutkan, RPP ini seharusnya disosialisasikan terlebih dahulu untuk meminimalisir dampak yang akan terjadi pada buruh dan pekerja formal yang bekerja industri rokok.

"Ini harus di sosialisasikan pada serikat pekerja, buruh supaya kalau itu akan ditetapkan, masyarakat juga bisa menerimannya. Kita juga memperhatikan gejolak-gejolak yang akan terjadi. Karena petani yang besar itu kan punya keluarga dan bisa menolak dengan cara yang tidak dikehendaki," jelasnya.

Sebelumnya, Irianto mengatakan, akan ada 500 ribu tenaga kerja yang terpaksa di-PHK apabila RPP ini diberlakukan. "Kalau RPP ini jadi ditetapkan dengan pembatasan zat adiktif tadi, maka akan ada 500 ribu orang di PHK," tutur Irianto.

Menakertrans Muhaimin Iskandar pun mengatakan hal yang senada dengan Irianto, menurutnya, di Kudus, ada puluhan industri rokok sudah mulai menutup usahanya. "Sekarang industri rokok kecil puluhan udah ada yang tutup, di Kudus," kata Muhaimin.




(zul/hen)

Sponsored Link


Komentar (0 Komentar)

     atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        
    Twitter Recommendation
    Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Gb Senin, 03/06/2013 10:55 WIB
      Wawancara Khusus Wamentan
      Konsumsi Susu Orang Indonesia Terendah se-ASEAN
      Hari Sabtu, 1 Juni 2013 lalu adalah Hari Susu Nasional. Beberapa fakta miris soal persusuan Indonesia masih sangat nyata. Berikut ini wawancara khusus dengan Wamentan Rusman Heriawan soal nasib persusuan Indonesia.
    • Gb Rabu, 15/05/2013 13:51 WIB
      Prospek Saham di Tahun Politik 2014
      Indonesia akan memasuki tahun politik di 2014 nanti menjelang Pemilu. Bagaimana prospek saham di tahun tersebut?


    200 USD
    Rp 275.000,-
    How To Make in "Capital market"

    Apakah Anda ingin coba-coba trading for living dengan mencoba peruntungan dari pasar modal?

    Akankah Anda mencoba jadi kaya melalui pasar modal? JANGAN COBA-COBA DI PASAR MODAL!
    BUKTIKAN SENDIRI!

    Info Lebih Lanjut