detikfinance

Cuti Melahirkan Sampai 2 Tahun, Bahaya Hamil Massal!

Feby Dwi Sutianto - detikfinance
Rabu, 20/06/2012 17:41 WIB
Jakarta - BUMN menyambut baik wacana perpanjangan masa cuti melahirkan untuk wanita karier berprestasi di lingkungan BUMN. Namun jika memang cuti melahirkan ini dilangsungkan selama 2 tahun justru akan berbahaya.

Direktur Utama PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI), Ismed Hasan Putro menilai cuti melahirkan yang diusulkan oleh Menteri BUMN Dahlan Iskan sebaiknya dilaksanakan paling lama 1 tahun dan jika tidak diatur dengan baik, wacana ini bisa memunculkan cuti melahirkan massal.

"Saya mendukung program itu tapi 1 tahun saja bukan 2 tahun," ungkap Ismed kepada detikFinance, Rabu (20/6/2012).

Sebelumnya pada acara BUMN Marketing day, Dahlan mengusulkan penambahan masa cuti melahirkan 1 sampai 2 tahun bagi wanita karier yang memiliki prestasi dan menduduki jabatan di lingkungan BUMN untuk mempertahankan pegawai wanita yang beprestasi akibat harus mengurusi anak yang masih bayi.

Ismed menilai, dari sisi korporasi perpanjangan masa cuti melahirkan memang sedikit bermasalah tetapi gagasan tersebut dapat memberi peluang bagi wanita lain yang berprestasi tetapi tidak melahirkan untuk mengisi kekosongan jabatan yang ditinggal cuti.

"Ini bisa menjadi peluang baru untuk mengorbitkan wanita karir lain yang sementara waktu untuk mengisi posisi wanita yang sedang cuti," imbuhnya.

Ismed juga menjelaskan, pihaknya tetap akan memberi gaji selama masa cuti tetapi hanya sebatas gaji pokok saja. Selain itu, menurutnya masa kehamilan pegawai juga harus diatur sehingga tidak menggangu operasional perusahaan.

"Masa kehamilan diatur, jangan sampai setiap tahun dia hamil. Juga seperti Bank dan asuransi, kalau ada hamil massal itu perusahaan bisa kolaps, jangan sampai hamil massal di perusahaan terjadi," tutup Ismed.



(feb/dru)

Sponsored Link


Komentar (0 Komentar)

     atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        
    Twitter Recommendation
    Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Gb Rabu, 17/04/2013 12:45 WIB
      Wawancara Direktur Komersial AirAsia
      Penerbangan adalah Bisnis yang Seksi
      PT Indonesia AirAsia adalah maskapai murah paling dikenal di Indonesia. Direktur Komersial Indonesia AirAsia Bernard Francis menilai penerbangan adalah bisnis yang seksi.
    • Gb Rabu, 15/05/2013 13:51 WIB
      Prospek Saham di Tahun Politik 2014
      Indonesia akan memasuki tahun politik di 2014 nanti menjelang Pemilu. Bagaimana prospek saham di tahun tersebut?


    Online Trading Academy Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Nullam eu justo lacus. Phasellus pulvinar ullamcorper congue. Vivamus porttitor, justo sit amet luctus pretium, leo purus eleifend ligula, vitae elementum dolor turpis consectetur eros.
    REGISTRASI OTA