Tingkatkan Pengawasan Bank, BI Gandeng Korea dan Australia
Rabu, 20/06/2012 19:10 WIB
Jakarta - Bank Indonesia (BI) menandatangani dua nota kesepahaman (memorandum of understanding) mengenai pengawasan perbankan lintas negara (cross border banking supervision) secara circular.
Penandatanganan nota kesepahaman masing-masing dilakukan dengan Chairman Australian Prudential Regulation Authority, John Laker, serta dengan Chairman Financial Services Commission Korea, Seok-Dong Kim, dan Gubernur Financial Supervisory Service Korea, Hyouk-Se Kwon.
"Bank Indonesia berkomitmen untuk memperkuat pengawasan perbankan Indonesia diantaranya melalui peningkatan kerjasama dengan otoritas pengawas lembaga keuangan luar negeri agar pengawasan terhadap banking group yang beroperasi secara internasional menjadi semakin efektif," jelas Gubernur BI Darmin Nasution dalam siaran persnya, Kamis (20/6/2012).
Dikatakan Darmin, upaya ini juga menjadi salah satu langkah nyata dalam menindaklanjuti hasil Financial Sector Assessment Program (FSAP) yang dilaksanakan oleh World Bank dan IMF pada 2009/2010 lalu.
"Penandatanganan nota kesepahaman diharapkan dapat memberikan momentum yang baik bagi kedua institusi untuk saling bertukar informasi dan meningkatkan kerjasama di area pengawasan perbankan, sehingga dapat membangun kesepahaman antar otoritas pengawasan serta meningkatkan kinerja industri perbankan di masing-masing negara," paparnya.
Bank Indonesia, Australian Prudential Regulation Authority, Financial Services Commission Korea, dan Financial Supervisory Service Korea menyambut baik terealisasinya penandatanganan nota kesepahaman ini dan percaya bahwa implementasinya akan memberikan mutual benefit bagi seluruh institusi yang terlibat.
Sebelumnya, pada tahun 2010 Bank Indonesia juga telah menandatangani nota kesepahaman yang sama dengan Bank Negara Malaysia, China Banking Regulatory Commission serta Monetary authority of Singapore.
(dru/dnl)
Penandatanganan nota kesepahaman masing-masing dilakukan dengan Chairman Australian Prudential Regulation Authority, John Laker, serta dengan Chairman Financial Services Commission Korea, Seok-Dong Kim, dan Gubernur Financial Supervisory Service Korea, Hyouk-Se Kwon.
"Bank Indonesia berkomitmen untuk memperkuat pengawasan perbankan Indonesia diantaranya melalui peningkatan kerjasama dengan otoritas pengawas lembaga keuangan luar negeri agar pengawasan terhadap banking group yang beroperasi secara internasional menjadi semakin efektif," jelas Gubernur BI Darmin Nasution dalam siaran persnya, Kamis (20/6/2012).
Dikatakan Darmin, upaya ini juga menjadi salah satu langkah nyata dalam menindaklanjuti hasil Financial Sector Assessment Program (FSAP) yang dilaksanakan oleh World Bank dan IMF pada 2009/2010 lalu.
"Penandatanganan nota kesepahaman diharapkan dapat memberikan momentum yang baik bagi kedua institusi untuk saling bertukar informasi dan meningkatkan kerjasama di area pengawasan perbankan, sehingga dapat membangun kesepahaman antar otoritas pengawasan serta meningkatkan kinerja industri perbankan di masing-masing negara," paparnya.
- Pertukaran informasi dan peningkatan kerjasama antara kedua negara secara spesifik meliputi:
- Pertukaran informasi hasil pengawasan bank
- Pelaksanaan pemeriksaan bank lintas negara dan kerja sama selama proses pemeriksaan dilakukan
- Pelaksanaan pertemuan secara berkala (supervisory colleges
- Informasin perkembangan pengawasan bank secara umum termasuk pendirian bank lintas negara
Bank Indonesia, Australian Prudential Regulation Authority, Financial Services Commission Korea, dan Financial Supervisory Service Korea menyambut baik terealisasinya penandatanganan nota kesepahaman ini dan percaya bahwa implementasinya akan memberikan mutual benefit bagi seluruh institusi yang terlibat.
Sebelumnya, pada tahun 2010 Bank Indonesia juga telah menandatangani nota kesepahaman yang sama dengan Bank Negara Malaysia, China Banking Regulatory Commission serta Monetary authority of Singapore.
(dru/dnl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Twitter Recommendation
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Rabu, 22/05/2013 07:52 WIB
Total Korban Jiwa Runtuhan Tambang Freeport di Papua 28 Orang
-
Rabu, 22/05/2013 07:40 WIB
Pencari Kerja Lirik BUMN Ketimbang Perusahaan Swasta
-
Selasa, 21/05/2013 22:46 WIB
DBS Boleh Beli 67% Saham Danamon, Asal Bank BUMN Mudah Buka Cabang di Singapura
-
Selasa, 21/05/2013 20:48 WIB
Pesawat Perdana Buatan Honda Lolos Uji FAA
-
Selasa, 21/05/2013 20:36 WIB
Chatib Basri Angkat Bicara Soal Nasib Jembatan Selat Sunda
-
Rabu, 22/05/2013 07:40 WIB
Pencari Kerja Lirik BUMN Ketimbang Perusahaan Swasta
-
Selasa, 21/05/2013 08:34 WIB
Kisah Sulitnya Bintang Porno Membuka Rekening Bank
-
Selasa, 21/05/2013 08:24 WIB
Dapat Predikat 'Termahal', Ini Dia Rumah Berharga Rp 1,8 Triliun
-
Selasa, 21/05/2013 07:31 WIB
Cari 60.000 PNS Baru, Pemerintah Gunakan Kembali Passing Grade
-
Selasa, 21/05/2013 20:48 WIB
Pesawat Perdana Buatan Honda Lolos Uji FAA
-
68 Komentar
-
38 Komentar
-
30 Komentar
-
29 Komentar
-
26 Komentar
-
Rabu, 17/04/2013 12:45 WIB
Wawancara Direktur Komersial AirAsia
Penerbangan adalah Bisnis yang Seksi
PT Indonesia AirAsia adalah maskapai murah paling dikenal di Indonesia. Direktur Komersial Indonesia AirAsia Bernard Francis menilai penerbangan adalah bisnis yang seksi.
-
Rabu, 15/05/2013 13:51 WIB
Prospek Saham di Tahun Politik 2014
Indonesia akan memasuki tahun politik di 2014 nanti menjelang Pemilu. Bagaimana prospek saham di tahun tersebut?
-
Selasa, 21/05/2013 12:26 WIB
Dahlan Iskan Diserbu 10.000 Guru di Sentul
Usai menjadi pembicara di depan 10.000 guru se-Kabupaten Bogor, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan langsung diserbu oleh peserta. Ada apa ya?
Online Trading Academy
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Nullam eu justo lacus. Phasellus pulvinar ullamcorper congue. Vivamus porttitor, justo sit amet luctus pretium, leo purus eleifend ligula, vitae elementum dolor turpis consectetur eros.
REGISTRASI OTA
MustRead
close
-
Selasa, 21/05/2013 14:15 WIB WIB
Ini Kementerian yang Berikan Gaji Paling Tinggi Bagi PNS-nya
-
Selasa, 21/05/2013 14:06 WIB WIB
Gita Wirjawan Akui BlackBerry Q10 dan Z10 Tak Boleh Beredar
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Health News · Sexual Health · Diet · Ibu & Anak · Konsultasi · Health Calculator · Foto Balita · Bank Nama Bayi
- detikTravel · Travel News · Destinations · Photos · d'Trips · Hotels · Flights · ACI · d'Travelers Stories
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Pedoman Media Siber · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer


_2.gif)







