Laporan dari Singapura
Pemerintah Singapura Punya Siasat Cegah Bubble Properti
Kamis, 21/06/2012 10:40 WIB
Jakarta - Pesatnya industri properti membawa para pemilik uang berburu apartemen di Singapura. Pemerintah Singapura pun kerap mengeluarkan kebijakan untuk menutup celah terjadinya gelembung (bubble).
Kebijakan terakhir yang dikeluarkan adalah pengenaan bea tambahan 10% stamp duty bagi orang asing yang merupakan pola kebijakan proteksionisme terbaru. Terbukti angka penjualan bisa ditahan sementara, namun kembali bangkit setelah masa relaksasi.
"Seringkali pemerintah Singapura mengeluarkan kebijakan, untuk rem pertumbuhan properti. Supaya tidak berimbas ke ekonominya. Kalau sudah slow, mereka buka lagi," jelas Sekjen DPP Real Estate Indonesia (REI) Eddy Hussy, di Singapura, Kamis (21/6/2012).
Tercatat sepanjang 2011 terdapat 15.904 properti residensial telah terjual di Singapura. Menjelang akhir 2011, keluarlah aturan additional buyers stamp duty, yakni ada ekstra tambahan 10%, dari sebelumnya hanya 3%.
Dengan aturan terbaru ini, penjualan langsung drop menjadi hanya 632 unit. "Namun tidak perlu waktu lama, penjualan kembali naiik jadi 1.872 kemudian 2.413 unit di Januari 2012," kata Deputy General Manager Far East Organization, Tommy William kemarin.
Asosiasi agen properti Singapura atau Institute of Estate Agents (iEA) menambahkan, penambahan pajak bertujuan mencegah bubble properti. Terlebih selama 10 tahun terakhir, pasar properti Singapura mengalami pertumbuhan luar biasa.
"Salah satu kebijakan yang dilakukan adalah dengan menaikkan pajak penjualan properti terutama kepada pembeli warga negara asing. Jika tidak dikontrol maka pasar Singapura berpotensi mengalami bubble properti," kata Assistant Honorary Treasurer Institute of Estate Agents, Subash Chandran Pillay.
Data IProperty Asia Property Market Sentiment Report 2012 memperlihatkan, penjualan properti di Singapura tahun lalu sebanyak 78% dikuasai warga lokal, sisanya 22% dikuasai asing.
Dari 22% kepemilikan asing tersebut, orang Malaysia memiliki properti paling tinggi, 25%. Kemudian China 20%, Indonesia 17%, India 12%, sisanya investor dari sejumlah negara.
(wep/dnl)
Kebijakan terakhir yang dikeluarkan adalah pengenaan bea tambahan 10% stamp duty bagi orang asing yang merupakan pola kebijakan proteksionisme terbaru. Terbukti angka penjualan bisa ditahan sementara, namun kembali bangkit setelah masa relaksasi.
"Seringkali pemerintah Singapura mengeluarkan kebijakan, untuk rem pertumbuhan properti. Supaya tidak berimbas ke ekonominya. Kalau sudah slow, mereka buka lagi," jelas Sekjen DPP Real Estate Indonesia (REI) Eddy Hussy, di Singapura, Kamis (21/6/2012).
Tercatat sepanjang 2011 terdapat 15.904 properti residensial telah terjual di Singapura. Menjelang akhir 2011, keluarlah aturan additional buyers stamp duty, yakni ada ekstra tambahan 10%, dari sebelumnya hanya 3%.
Dengan aturan terbaru ini, penjualan langsung drop menjadi hanya 632 unit. "Namun tidak perlu waktu lama, penjualan kembali naiik jadi 1.872 kemudian 2.413 unit di Januari 2012," kata Deputy General Manager Far East Organization, Tommy William kemarin.
Asosiasi agen properti Singapura atau Institute of Estate Agents (iEA) menambahkan, penambahan pajak bertujuan mencegah bubble properti. Terlebih selama 10 tahun terakhir, pasar properti Singapura mengalami pertumbuhan luar biasa.
"Salah satu kebijakan yang dilakukan adalah dengan menaikkan pajak penjualan properti terutama kepada pembeli warga negara asing. Jika tidak dikontrol maka pasar Singapura berpotensi mengalami bubble properti," kata Assistant Honorary Treasurer Institute of Estate Agents, Subash Chandran Pillay.
Data IProperty Asia Property Market Sentiment Report 2012 memperlihatkan, penjualan properti di Singapura tahun lalu sebanyak 78% dikuasai warga lokal, sisanya 22% dikuasai asing.
Dari 22% kepemilikan asing tersebut, orang Malaysia memiliki properti paling tinggi, 25%. Kemudian China 20%, Indonesia 17%, India 12%, sisanya investor dari sejumlah negara.
(wep/dnl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Twitter Recommendation
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Rabu, 22/05/2013 15:27 WIB
Premium Rp 6.500 dan Solar Rp 5.500 Bakal Berlaku Juni 2013
-
Rabu, 22/05/2013 15:22 WIB
Perusahaan Taksi Ini Jual Mobil Bekas Rp 7,5 Juta
-
Rabu, 22/05/2013 15:10 WIB
Jangan Sampai RI Masuk MURI Jadi Negara Terakhir Pakai Bensin Premium
-
Rabu, 22/05/2013 15:04 WIB
Perbankan RI Menarik, DBS Untung Besar Akuisisi Bank Danamon
-
Rabu, 22/05/2013 15:04 WIB
KRL Ekonomi AC akan Disubsidi, Jakarta-Bogor Hanya Rp 5.000
-
Rabu, 22/05/2013 14:17 WIB
Apartemen Mewah Rp 4,5 miliar Ini Ludes Terjual dalam 3 Jam
-
Rabu, 22/05/2013 12:56 WIB
Bos Majalah Porno Beli Rumah Rp 48 Miliar, Kado Untuk Istri Baru
-
Rabu, 22/05/2013 13:11 WIB
Banyak Avanza Modifikasi Tangki BBM 100 Liter Sekali Isi
-
Rabu, 22/05/2013 15:05 WIB
Jangan Sampai RI Masuk MURI Jadi Negara Terakhir Pakai Bensin Premium
-
Rabu, 22/05/2013 14:36 WIB
9 Hari Setop Operasi, 1,98 Juta Ton Bijih Tambang Tak Dikeruk Freeport
-
68 Komentar
-
38 Komentar
-
30 Komentar
-
29 Komentar
-
26 Komentar
-
Rabu, 17/04/2013 12:45 WIB
Wawancara Direktur Komersial AirAsia
Penerbangan adalah Bisnis yang Seksi
PT Indonesia AirAsia adalah maskapai murah paling dikenal di Indonesia. Direktur Komersial Indonesia AirAsia Bernard Francis menilai penerbangan adalah bisnis yang seksi.
-
Rabu, 15/05/2013 13:51 WIB
Prospek Saham di Tahun Politik 2014
Indonesia akan memasuki tahun politik di 2014 nanti menjelang Pemilu. Bagaimana prospek saham di tahun tersebut?
-
Selasa, 21/05/2013 12:26 WIB
Dahlan Iskan Diserbu 10.000 Guru di Sentul
Usai menjadi pembicara di depan 10.000 guru se-Kabupaten Bogor, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan langsung diserbu oleh peserta. Ada apa ya?
Online Trading Academy
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Nullam eu justo lacus. Phasellus pulvinar ullamcorper congue. Vivamus porttitor, justo sit amet luctus pretium, leo purus eleifend ligula, vitae elementum dolor turpis consectetur eros.
REGISTRASI OTA
MustRead
close
-
Rabu, 22/05/2013 12:42 WIB WIB
Defisit Anggaran Naik, Utang Pemerintah Rp 2.000 T Bakal Terus Bengkak
-
Rabu, 22/05/2013 12:36 WIB WIB
Tambang Freeport Runtuh, Jero Wacik Panggil Bos Induk Freeport di AS
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Health News · Sexual Health · Diet · Ibu & Anak · Konsultasi · Health Calculator · Foto Balita · Bank Nama Bayi
- detikTravel · Travel News · Destinations · Photos · d'Trips · Hotels · Flights · ACI · d'Travelers Stories
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Pedoman Media Siber · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer


_2.gif)







