Ini Alasan Orang Kaya RI Masih Setia Simpan Dolar AS
Senin, 25/06/2012 16:01 WIB
Jakarta - Salah satu mata uang asing utama yang diperdagangkan secara aktif di pasar valuta asing Indonesia adalah dolar Amerika Serikat (US$). Dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang disampaikan kepada KPK, ternyata banyak juga pejabat sampai PNS yang mempunyai simpanan dalam bentuk dolar.
Seperti halnya para calon DKI-1 berserta wakilnya yang ternyata banyak mengoleksi mata uang asing paling favorit ini. Sebenarnya apakah keuntungan memegang banyak dolar AS?
Juru Bicara Bank Indonesia (BI) Difi Johansyah mengungkapkan pada dasarnya dolar memang bisa digunakan untuk berinvestasi. "Dimana dolar AS khususnya bisa mempertahankan nilai kekayaan di masyarakat kita," ungkap Difi ketika berbincang dengan detikFinance, Senin (25/6/2012).
Namun Difi mengatakan, memegang banyak dolar rata-rata itu tidak digunakan untuk mencari untung. Berbeda jika memang seseorang mencari keuntungan lewat forex atau pedagangan di pasar uang.
"Dolar itu biasanya tidak buat untung karena imbal hasilnya rendah di tanah air. Portofolio atau kekayaan pribadi dalam bentuk dolar itu falsafahnya tergantung kepada rencana keuangan kedepan," ungkap Difi.
"Misalnya untuk menyekolahkan anak. Jadi bukan dalam jangka waktu singkat, tapi panjang," imbuh Difi.
Investasi di mata uang tertentu itu pada dasarnya, sambung Difi mengamankan penurunan nilai sebuah mata uang dari inflasi. "Jika memang di rupiah, maka harus aman dari inflasi dalam rupiah. Nah kalau investasinya dolar kan pegangannya inflasi AS," tutur Difi.
"Jadi dalam perencanaan keuangan kita harus seksama terhadap inflasi mana yang akan pengaruh ke spending kita. Kalau kita mau menyekolahkan anak di luar negeri, misal Singapura maka yang kita pikirkan adalah inflasi dalam dolar berbeda jika hanya kebutuhan domestik ya cukup rupiah saja," terangnya.
Sementara itu, dalam kesempatan terpisah Pengamat Pasar Modal Yanuar Rizky mengatakan investasi dalam bentuk dolar AS memang masih menjanjikan. Menurutnya, dolar masih pegang kendali dan nilainya tidak akan anjlok ketika memang digunakan untuk investasi jangka panjang.
"Dolar jangan dilihat dari harian pasti volatilitasnya tinggi. Lebih ke forward looking atau melihat investasi kedepan lebih panjang," ungkap Yanuar.
Menurut Yanuar, pemahaman investasi ke dolar itu jangan disamakan ketika investasi ke saham. "Jangan seperti main saham. Mencari gain saja. Pegang dolar itu lebih kepada mengamankan aset kita," jelas Yanuar.
(dru/hen)
Seperti halnya para calon DKI-1 berserta wakilnya yang ternyata banyak mengoleksi mata uang asing paling favorit ini. Sebenarnya apakah keuntungan memegang banyak dolar AS?
Juru Bicara Bank Indonesia (BI) Difi Johansyah mengungkapkan pada dasarnya dolar memang bisa digunakan untuk berinvestasi. "Dimana dolar AS khususnya bisa mempertahankan nilai kekayaan di masyarakat kita," ungkap Difi ketika berbincang dengan detikFinance, Senin (25/6/2012).
Namun Difi mengatakan, memegang banyak dolar rata-rata itu tidak digunakan untuk mencari untung. Berbeda jika memang seseorang mencari keuntungan lewat forex atau pedagangan di pasar uang.
"Dolar itu biasanya tidak buat untung karena imbal hasilnya rendah di tanah air. Portofolio atau kekayaan pribadi dalam bentuk dolar itu falsafahnya tergantung kepada rencana keuangan kedepan," ungkap Difi.
"Misalnya untuk menyekolahkan anak. Jadi bukan dalam jangka waktu singkat, tapi panjang," imbuh Difi.
Investasi di mata uang tertentu itu pada dasarnya, sambung Difi mengamankan penurunan nilai sebuah mata uang dari inflasi. "Jika memang di rupiah, maka harus aman dari inflasi dalam rupiah. Nah kalau investasinya dolar kan pegangannya inflasi AS," tutur Difi.
"Jadi dalam perencanaan keuangan kita harus seksama terhadap inflasi mana yang akan pengaruh ke spending kita. Kalau kita mau menyekolahkan anak di luar negeri, misal Singapura maka yang kita pikirkan adalah inflasi dalam dolar berbeda jika hanya kebutuhan domestik ya cukup rupiah saja," terangnya.
Sementara itu, dalam kesempatan terpisah Pengamat Pasar Modal Yanuar Rizky mengatakan investasi dalam bentuk dolar AS memang masih menjanjikan. Menurutnya, dolar masih pegang kendali dan nilainya tidak akan anjlok ketika memang digunakan untuk investasi jangka panjang.
"Dolar jangan dilihat dari harian pasti volatilitasnya tinggi. Lebih ke forward looking atau melihat investasi kedepan lebih panjang," ungkap Yanuar.
Menurut Yanuar, pemahaman investasi ke dolar itu jangan disamakan ketika investasi ke saham. "Jangan seperti main saham. Mencari gain saja. Pegang dolar itu lebih kepada mengamankan aset kita," jelas Yanuar.
(dru/hen)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Twitter Recommendation
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Jumat, 24/05/2013 14:35 WIB
6 Pengusaha Arab Cantik Paling Berpengaruh dari Timur Tengah
-
Jumat, 24/05/2013 14:20 WIB
Jabat BI-1, Agus Marto Buka Suara Soal Akuisisi Danamon oleh DBS Group
-
Jumat, 24/05/2013 14:20 WIB
Harga Emas Antam Naik Rp 3.000/Gram
-
Jumat, 24/05/2013 14:15 WIB
'Indonesia Seharusnya Bisa Jadi Negara Hebat'
-
Jumat, 24/05/2013 14:11 WIB
Gelar Operasi Pasar, Pemerintah Sebar 1.500 Ton Daging di Jabodetabek
-
Jumat, 24/05/2013 13:40 WIB
Kisah Jepang Paksa Warganya Beralih dari Kendaraan Pribadi ke Transportasi Massal
-
Jumat, 24/05/2013 13:42 WIB
Bagaimana Nasib Rp 1.000 Jadi Rp 1 di Tangan Gubernur BI Baru Agus Marto?
-
Jumat, 24/05/2013 14:15 WIB
'Indonesia Seharusnya Bisa Jadi Negara Hebat'
-
Jumat, 24/05/2013 13:22 WIB
Bos Garuda Jadi Calon Kepala BKPM, Ini Komentar Pengusaha
-
Jumat, 24/05/2013 10:21 WIB
Rumah Aneh di Singapura, 11 Tahun Dijual Tak Laku-laku
-
40 Komentar
-
35 Komentar
-
33 Komentar
-
26 Komentar
-
22 Komentar
-
Rabu, 17/04/2013 12:45 WIB
Wawancara Direktur Komersial AirAsia
Penerbangan adalah Bisnis yang Seksi
PT Indonesia AirAsia adalah maskapai murah paling dikenal di Indonesia. Direktur Komersial Indonesia AirAsia Bernard Francis menilai penerbangan adalah bisnis yang seksi.
-
Rabu, 15/05/2013 13:51 WIB
Prospek Saham di Tahun Politik 2014
Indonesia akan memasuki tahun politik di 2014 nanti menjelang Pemilu. Bagaimana prospek saham di tahun tersebut?
-
Jumat, 24/05/2013 14:35 WIB
6 Pengusaha Arab Cantik Paling Berpengaruh dari Timur Tengah
Tak mau ketinggalan, Arabian Business juga ikut merilis daftar serupa yang bertajuk 100 Wanita Arab Paling Berpengaruh di Dunia.
Online Trading Academy
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Nullam eu justo lacus. Phasellus pulvinar ullamcorper congue. Vivamus porttitor, justo sit amet luctus pretium, leo purus eleifend ligula, vitae elementum dolor turpis consectetur eros.
REGISTRASI OTA
MustRead
close
-
Jumat, 24/05/2013 11:13 WIB WIB
MS Hidayat: Calon Kepala BKPM Salah Satunya Bos Garuda Emirsyah Satar
-
Jumat, 24/05/2013 10:53 WIB WIB
Daya Saing Barang Made In RI Masih di Bawah Singapura, Malaysia, dan Thailand
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Health News · Sexual Health · Diet · Ibu & Anak · Konsultasi · Health Calculator · Foto Balita · Bank Nama Bayi
- detikTravel · Travel News · Destinations · Photos · d'Trips · Hotels · Flights · ACI · d'Travelers Stories
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Pedoman Media Siber · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer


_2.gif)







