Laporan dari Moskow
Hatta Terbang ke Rusia Incar Investasi KA dan Smelter Tambang
Selasa, 26/06/2012 07:15 WIB
Foto: Daniel/detikFinance
Moskow - Menko Perekonomian Hatta Rajasa memimpin pertemuan Sidang Komisi Bersama antara Rusia dan Indonesia di Moskow. Sejumlah investasi ingin ditarik Indonesia dari negeri Beruang Merah ini, khususnya di sektor infrastruktur.
Adapun dua investasi besar yang diincar Indonesia dari Rusia adalah pembangunan rel kereta api di Kalimantan Timur dan smelter tambang.
Sidang Komisi Bersama ini dilakukan di Moskow. Delegasi Indonesia dipimpin Hatta, sementara Rusia dipimpin Wakil Perdana Menteri Dimitro O. Rogozin.
Belum ada jumlah atau nilai dari investasi yang ingin ditarik, namun kedua belah pihak menyeriusi rencana kerjasama tersebut.
"Indonesia ingin meningkatkan hubungan strategis kemitraan pada level yang sangat tinggi dengan Rusia. Saat ini belum muncul realisasi yang kita inginkan. Namun Rusia bisa mendukung investasi dan perdagangan kami,'" ujar Hatta di President Hotel, Moskow, Senin (26/6/2012).
Soal investasi kereta api di Kalimantan Timur, rencana ini sudah digagas cukup lama. Namun belum terealisasi sampai saat ini.
"Indonesia sedang giat membangun infrastruktur, khususnya konektivitas. Kita modernisasi kereta api di Jawa dan membangun di Kalimantan dan Sulawesi. Investasi kereta api Rusia di Kalimantan sudah jauh pembicaraannya. Agar proyek ini berjalan, saya akan melakukan pengawalan dan best effort agar proyek ini bisa direalisasikan," cetus Hatta.
Menurut Hatta, apabila proyek kereta pai ini berjalan, maka proyek investasi lain akan menyusul. Kabarnya nilai proyek ini mencapai US$ 2,3 miliar. Namun masih terhambat masalah pembebasan lahan.
Lalu soal industri hilirisasi tambang atau smelter, Indonesia berharap Rusia bisa menyumbangkan teknologinya di sektor tersebut melalui investasi.
"Mulai 2014 semua mineral di Indonesia baik nikel, bauksit, ataupun emas tidak boleh diekspor mentah. Kita berharap teknologi di Rusia untuk smelter ini," tegas Hatta.
(dnl/ang)
Adapun dua investasi besar yang diincar Indonesia dari Rusia adalah pembangunan rel kereta api di Kalimantan Timur dan smelter tambang.
Sidang Komisi Bersama ini dilakukan di Moskow. Delegasi Indonesia dipimpin Hatta, sementara Rusia dipimpin Wakil Perdana Menteri Dimitro O. Rogozin.
Belum ada jumlah atau nilai dari investasi yang ingin ditarik, namun kedua belah pihak menyeriusi rencana kerjasama tersebut.
"Indonesia ingin meningkatkan hubungan strategis kemitraan pada level yang sangat tinggi dengan Rusia. Saat ini belum muncul realisasi yang kita inginkan. Namun Rusia bisa mendukung investasi dan perdagangan kami,'" ujar Hatta di President Hotel, Moskow, Senin (26/6/2012).
Soal investasi kereta api di Kalimantan Timur, rencana ini sudah digagas cukup lama. Namun belum terealisasi sampai saat ini.
"Indonesia sedang giat membangun infrastruktur, khususnya konektivitas. Kita modernisasi kereta api di Jawa dan membangun di Kalimantan dan Sulawesi. Investasi kereta api Rusia di Kalimantan sudah jauh pembicaraannya. Agar proyek ini berjalan, saya akan melakukan pengawalan dan best effort agar proyek ini bisa direalisasikan," cetus Hatta.
Menurut Hatta, apabila proyek kereta pai ini berjalan, maka proyek investasi lain akan menyusul. Kabarnya nilai proyek ini mencapai US$ 2,3 miliar. Namun masih terhambat masalah pembebasan lahan.
Lalu soal industri hilirisasi tambang atau smelter, Indonesia berharap Rusia bisa menyumbangkan teknologinya di sektor tersebut melalui investasi.
"Mulai 2014 semua mineral di Indonesia baik nikel, bauksit, ataupun emas tidak boleh diekspor mentah. Kita berharap teknologi di Rusia untuk smelter ini," tegas Hatta.
(dnl/ang)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Twitter Recommendation
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Rabu, 22/05/2013 18:48 WIB
Rp 64 Triliun Lenyap, Wanita Ini Tetap Jadi yang Terkaya di Australia
-
Rabu, 22/05/2013 18:38 WIB
Ini Alasan Bos PT KAI Tak Gusur Minimarket di Stasiun Kereta
-
Rabu, 22/05/2013 18:25 WIB
PT KAI: 1 Juni 2013 Semua Stasiun di Jabodetabek Steril dari Kios dan PKL
-
Rabu, 22/05/2013 18:12 WIB
Harga Daging Tak Kunjung Turun, Pemerintah Percepat Impor
-
Rabu, 22/05/2013 17:47 WIB
Hatta Pede 'Balsem' Rp 150 Ribu/Bulan Tak Salah Sasaran Seperti 2005 dan 2008
-
Rabu, 22/05/2013 17:10 WIB
Pebisnis Kaya dari China Beli Burung Rp 3,8 Miliar
-
Rabu, 22/05/2013 16:54 WIB
Kisah Mahasiswa Indonesia Jualan Coto Makassar di Sydney
-
Rabu, 22/05/2013 18:25 WIB
PT KAI: 1 Juni 2013 Semua Stasiun di Jabodetabek Steril dari Kios dan PKL
-
Rabu, 22/05/2013 18:38 WIB
Ini Alasan Bos PT KAI Tak Gusur Minimarket di Stasiun Kereta
-
Rabu, 22/05/2013 16:36 WIB
Bos Pertamina: Zaman Soeharto Kilang Minyak Dibangun Hanya Untuk Pasok PLN
-
68 Komentar
-
38 Komentar
-
30 Komentar
-
29 Komentar
-
26 Komentar
-
Rabu, 17/04/2013 12:45 WIB
Wawancara Direktur Komersial AirAsia
Penerbangan adalah Bisnis yang Seksi
PT Indonesia AirAsia adalah maskapai murah paling dikenal di Indonesia. Direktur Komersial Indonesia AirAsia Bernard Francis menilai penerbangan adalah bisnis yang seksi.
-
Rabu, 15/05/2013 13:51 WIB
Prospek Saham di Tahun Politik 2014
Indonesia akan memasuki tahun politik di 2014 nanti menjelang Pemilu. Bagaimana prospek saham di tahun tersebut?
-
Rabu, 22/05/2013 18:48 WIB
Rp 64 Triliun Lenyap, Wanita Ini Tetap Jadi yang Terkaya di Australia
Pengusaha tambang raksasa Gina Rinehart telah kehilangan kekayaan AUD 7 miliar (US$ 6,8 miliar) atau sekitar Rp 64 triliun tahun lalu. Meski begitu, Rinehart tetap jadi orang terkaya di Australia.
Online Trading Academy
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Nullam eu justo lacus. Phasellus pulvinar ullamcorper congue. Vivamus porttitor, justo sit amet luctus pretium, leo purus eleifend ligula, vitae elementum dolor turpis consectetur eros.
REGISTRASI OTA
MustRead
close
-
Rabu, 22/05/2013 15:14 WIB WIB
Perusahaan Taksi Ini Jual Mobil Bekas Rp 7,5 Juta
-
Rabu, 22/05/2013 15:05 WIB WIB
Jangan Sampai RI Masuk MURI Jadi Negara Terakhir Pakai Bensin Premium
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Health News · Sexual Health · Diet · Ibu & Anak · Konsultasi · Health Calculator · Foto Balita · Bank Nama Bayi
- detikTravel · Travel News · Destinations · Photos · d'Trips · Hotels · Flights · ACI · d'Travelers Stories
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Pedoman Media Siber · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer


_2.gif)







