Pesimistis Soal Pertemuan Uni Eropa, Wall Street Ambruk
Selasa, 26/06/2012 07:38 WIB
Foto: Reuters
New York - Pasar saham Wall Street menukik tajam setelah investor merasa pesimitis atas rencana pertemuan Uni Eropa pekan ini. Koreksi ini hampir menghilangkan poin yang sudah diraih S&P 500 dalam satu bulan terakhir.
Para pelaku pasar tetap sensitif terhadap berbagai berita dari Eropa karena ditakutkan krisis utangnya bisa menyebar dan memperlambat laju pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Saham-saham finansial dan energi memimpin pelemahan dengan koreksi paling tajam. Harga minyak AS turun 0,7% ke posisi terendahnya dalam 8 bulan, sementara buruknya industri perbankan Spanyol menyeret saham-saham bank.
Ekspektasi atas pertemuan dua hari para petinggi Eropa Kamis nanti tidak begitu baik setelah Jerman menolak untuk menggunakan dana bantuan Uni Eropa kepada negara-negara yang bermasalah pada pertemuan negara empat besar Eropa pekan lalu.
"Pekan lalu kami banyak berharap mereka bisa selangkah lebih maju sehingga pertemuan pekan ini akan punya hasil yang positif. Hari ini kami ragu pertemuan itu bisa menghasilkan sesuatu yang substantial," kata Gail Dudack, kepala strategi investasi dari Dudack Research Group di New York, dikutip dari Reuters, Selasa (26/6/2012).
Program penghematan Yunani yang dipaksa oleh Jerman telah membuat negara dewa-dewi itu masuk ke dalam resesi yang panjang. Investor juga semakin khawatir Spanyol akan menjadi negara berikutnya yang masuk resesi gara-gara tingginya beban utang.
Pada penutupan perdagangan Senin waktu setempat, Indeks Dow Jones jatuh 137,97 poin (1,09%) ke level 12.502,81. Indeks Standard & Poor's 500 kehilangan 21,30 poin (1,60%) ke level 1.313,72. Indeks Komposit Nasdaq berkurang 56,26 poin (1,95%) ke level 2.836,16.
(ang/ang)
Para pelaku pasar tetap sensitif terhadap berbagai berita dari Eropa karena ditakutkan krisis utangnya bisa menyebar dan memperlambat laju pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Saham-saham finansial dan energi memimpin pelemahan dengan koreksi paling tajam. Harga minyak AS turun 0,7% ke posisi terendahnya dalam 8 bulan, sementara buruknya industri perbankan Spanyol menyeret saham-saham bank.
Ekspektasi atas pertemuan dua hari para petinggi Eropa Kamis nanti tidak begitu baik setelah Jerman menolak untuk menggunakan dana bantuan Uni Eropa kepada negara-negara yang bermasalah pada pertemuan negara empat besar Eropa pekan lalu.
"Pekan lalu kami banyak berharap mereka bisa selangkah lebih maju sehingga pertemuan pekan ini akan punya hasil yang positif. Hari ini kami ragu pertemuan itu bisa menghasilkan sesuatu yang substantial," kata Gail Dudack, kepala strategi investasi dari Dudack Research Group di New York, dikutip dari Reuters, Selasa (26/6/2012).
Program penghematan Yunani yang dipaksa oleh Jerman telah membuat negara dewa-dewi itu masuk ke dalam resesi yang panjang. Investor juga semakin khawatir Spanyol akan menjadi negara berikutnya yang masuk resesi gara-gara tingginya beban utang.
Pada penutupan perdagangan Senin waktu setempat, Indeks Dow Jones jatuh 137,97 poin (1,09%) ke level 12.502,81. Indeks Standard & Poor's 500 kehilangan 21,30 poin (1,60%) ke level 1.313,72. Indeks Komposit Nasdaq berkurang 56,26 poin (1,95%) ke level 2.836,16.
(ang/ang)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Twitter Recommendation
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Sabtu, 18/05/2013 16:04 WIB
Gita Wirjawan: Jangan Sampai 20 Tahun Lagi Kita Masih Beli HP China
-
Sabtu, 18/05/2013 15:31 WIB
Hatta Rajasa Jamin 'Balsem' Rp 150 Ribu/Bulan Tidak Akan Salah Sasaran
-
Sabtu, 18/05/2013 15:16 WIB
Hatta: Minggu Depan Presiden Akan Lantik Menkeu Baru
-
Sabtu, 18/05/2013 15:06 WIB
Bunga Kredit di RI 10% Sementara Malaysia Hanya 2%, Pengusaha Sulit Bersaing
-
Sabtu, 18/05/2013 15:00 WIB
Di Tangan Pria Ini, Limbah Tebu Jadi Kerajinan Bernilai Tinggi
-
Sabtu, 18/05/2013 15:55 WIB
Gita Wirjawan: Jangan Sampai 20 Tahun Lagi Kita Masih Beli HP China
-
Sabtu, 18/05/2013 15:27 WIB
Hatta Rajasa Jamin 'Balsem' Rp 150 Ribu/Bulan Tidak Akan Salah Sasaran
-
Sabtu, 18/05/2013 14:33 WIB
Gita Wirjawan: Mahasiswa Korea Masuk Harvard 700 Orang, RI Hanya 5 Orang
-
Sabtu, 18/05/2013 14:54 WIB
Di Tangan Pria Ini, Limbah Tebu Jadi Kerajinan Bernilai Tinggi
-
Sabtu, 18/05/2013 15:02 WIB
Bunga Kredit di RI 10% Sementara Malaysia Hanya 2%, Pengusaha Sulit Bersaing
-
68 Komentar
-
65 Komentar
-
50 Komentar
-
48 Komentar
-
45 Komentar
-
Kamis, 13/12/2012 10:36 WIB
Wawancara Khusus Oesman Sapta Odang
Mengorek Bos OSO Grup, Si Pemilik Bisnis Jet Pribadi
Oesman Sapta Odang, pendiri OSO Grup yang sukses menggeluti bisnis skala nasional. Kini bisnisnya menggurita mulai dari pertambangan, perkebunan, transportasi, dan properti.
-
Rabu, 15/05/2013 13:51 WIB
Prospek Saham di Tahun Politik 2014
Indonesia akan memasuki tahun politik di 2014 nanti menjelang Pemilu. Bagaimana prospek saham di tahun tersebut?
-
Sabtu, 18/05/2013 11:27 WIB
Pagi-pagi, Gita Wirjawan Beri Kuliah Mahasiswa dan Alumni IPB di Hotel Hyatt
Menteri Perdagangan Gita Wirjawan di pagi in imemberi kuliah umum kepada mahasiswa dan alumni program pasca sarjana Manajemen dan Bisnis Institut Pertanian Bogor (IPB).
Online Trading Academy
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Nullam eu justo lacus. Phasellus pulvinar ullamcorper congue. Vivamus porttitor, justo sit amet luctus pretium, leo purus eleifend ligula, vitae elementum dolor turpis consectetur eros.
REGISTRASI OTA
MustRead
close
-
Sabtu, 18/05/2013 12:23 WIB WIB
Ini 2 Negara Pemborong Emas Terbesar di Dunia
-
Sabtu, 18/05/2013 11:44 WIB WIB
Cerita Gita Wirjawan Temui Hillary Clinton Karena Sawit RI Ditolak AS
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Health News · Sexual Health · Diet · Ibu & Anak · Konsultasi · Health Calculator · Foto Balita · Bank Nama Bayi
- detikTravel · Travel News · Destinations · Photos · d'Trips · Hotels · Flights · ACI · d'Travelers Stories
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Pedoman Media Siber · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer








