detikfinance

Laporan dari Moskow

RI Bidik Investasi Rp 45 Triliun dari Rusia

Wahyu Daniel - detikfinance
Selasa, 26/06/2012 10:19 WIB
Foto: Daniel/detikFinance
Moskow - Indonesia terus mempererat hubungan bilateralnya dengan Rusia. Dalam waktu dekat, Rusia direncanakan akan menanamkan US$ 5 miliar atau sekitar Rp 45 triliun untuk infrastruktur di Indonesia.

Demikian disampaikan Menko Perekonomian Hatta Rajasa kepada detikFinance di President Hotel, Moskow, Senin malam (25/6/2012).

"Dalam waktu dekat, akan ada sekitar US$ 5 miliar nilai investasi Rusia ke Indonesia. Itu dari pembangunan infrastruktur kereta api di Kalimantan Timur dan juga pembangunan smelter untuk tambang," tutur Hatta.

Pemerintah Indonesia dipimpin Menko Perekonomian Hatta Rajasa melakukan Sidang Komisi Bersama dengan pemerintah Rusia. Beragam kerjasama dan investasi di sektor infrastruktur, pariwisata, dan pendidikan dibahas oleh kedua negara. Menko Perekonomian Hatta Rajasa memimpin delegasi Indonesia untuk pertemuan dengan pihak pemerintah Rusia.

"Hasil dari pertemuan muncul beberapa kesepakatan yang konstruktuf dan produktif. Bagi Indonesia, Rusia tidak hanya mitra strategis, tapi juga sahabat Indonesia. Kedua negara mempunyai sejarah hubungan yang sangat tinggi," jelas Hatta.

Untuk pembangunan sarana kereta api di Kalimantan Timur, nilainya kira-kira akan mencapai US$ 2,5 miliar. Saat ini proyek tersebut masih terkendala proses akuisisi lahan, namun pemerintah siap untuk memfasilitasi investasi Rusia termasuk akuisisi lahan.

Terakhir terkait rencana investasi smelter untuk mengolah tambang mentah menjadi barang jadi di Indonesia. Seperti diketahui, mulai 2014 pemerintah Indonesia bakal melarang barang tambang mentahnya diekspor. Karena itu diharapkan Rusia bisa berinvestasi di industri hilir tambang lewat smelter sekaligus mentransfer teknologinya.

Selain itu, kedua negara juga berencana untuk meningkatkan nilai perdagangannya menjadi US$ 5 miliar di 2015 nanti. Seperti diketahui, di 2011 nilai perdagangan kedua negara mencapai US$ 2,51 miliar, naik dari 2010 yang sebesar US$ 1,68 miliar.



(dnl/ang)

Sponsored Link


Komentar (0 Komentar)

     atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        
    Twitter Recommendation
    Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Gb Rabu, 17/04/2013 12:45 WIB
      Wawancara Direktur Komersial AirAsia
      Penerbangan adalah Bisnis yang Seksi
      PT Indonesia AirAsia adalah maskapai murah paling dikenal di Indonesia. Direktur Komersial Indonesia AirAsia Bernard Francis menilai penerbangan adalah bisnis yang seksi.
    • Gb Rabu, 15/05/2013 13:51 WIB
      Prospek Saham di Tahun Politik 2014
      Indonesia akan memasuki tahun politik di 2014 nanti menjelang Pemilu. Bagaimana prospek saham di tahun tersebut?


    Online Trading Academy Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Nullam eu justo lacus. Phasellus pulvinar ullamcorper congue. Vivamus porttitor, justo sit amet luctus pretium, leo purus eleifend ligula, vitae elementum dolor turpis consectetur eros.
    REGISTRASI OTA
    MustRead close