detikfinance

Wow! BPK Tidak Beri Rapor Merah Kepada Semua Kementerian/Lembaga Tahun Ini

Wiji Nurhayat - detikfinance
Selasa, 26/06/2012 15:37 WIB
http://us.images.detik.com/content/2012/06/26/4/154401_08052008003.jpg
Jakarta - Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) hari ini menyerahkan hasil pemeriksaan laporan keuangan 34 kementerian/lembaga tahun 2011. Dari hasil pemeriksaan tersebut, BPK memberikan Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) terhadap 27 kementerian/lembaga, dan opini Wajar Dengan Pengecualian (WDP) terhadap 7 kementerian/lembaga.

"Prioritas pemberian WTP dan WDP pada masing-masing lembaga/kementerian ada prosesnya," ujar anggota BPK Agung Firman Sampurna kepada wartawan dalam jumpa pers di Pusat Diklat BPK, Kalibata, Jakarta, Selasa (26/6/2012).

Berdasarkan laporan BPK, kementerian/lembaga yang mendapatkan opini WDP antara lain Mahkamah Agung, Kementerian Pemuda dan Olahraga, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), Badan Pertahanan Nasional, Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Badan Pengawas Nuklir, dan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo).

sedangkan, K/L yang mendapatkan WTP antara lain MPR, DPR, DPD, MK, KY, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara Reformasi dan Birokrasi, Badan Kepegawaian Negara, Arsip Nasional, Lembaga Administrasi Negara, BPKP, Kementerian Sekretariat Negara, Perpusnas, BPK, Ombudsman Republik Indonesia (ORI), Kemenkokesra, Kementerian Sosial, Kementerian Perumahan Rakyat, BNPB, BNP2TKI, BKKBN, KPP dan PA, BPPT, BATAN, LAPAN, KRT, LIPI, BAKOSURTANAL.

Penilaian BPK ini meliputi 4 hal, yaitu kesesuaian terhadap akuntansi pemerintah, pengungkapan yang memadai, kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan, dan efektifitas sistem Pengelolaan internal.

"Sebagai contoh kementerian/lembaga yang mendapatkan WDP adalah Kemenperaf dan Kemkominfo, untuk kemenperaf dinilai kurang karena Aset-aset barang purbakala status kepemilikannya masih menjadi masalah sedangkan untuk Kemkominfo adalah masih menjadi masalah pada management piutang yang masih belum terlalu baik." tambah Auditor Utama KN III Widodo Harlo Mumpuni.



(nia/nia)

Sponsored Link


Komentar (0 Komentar)

     atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        
    Twitter Recommendation
    Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Gb Rabu, 17/04/2013 12:45 WIB
      Wawancara Direktur Komersial AirAsia
      Penerbangan adalah Bisnis yang Seksi
      PT Indonesia AirAsia adalah maskapai murah paling dikenal di Indonesia. Direktur Komersial Indonesia AirAsia Bernard Francis menilai penerbangan adalah bisnis yang seksi.
    • Gb Rabu, 15/05/2013 13:51 WIB
      Prospek Saham di Tahun Politik 2014
      Indonesia akan memasuki tahun politik di 2014 nanti menjelang Pemilu. Bagaimana prospek saham di tahun tersebut?


    Online Trading Academy Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Nullam eu justo lacus. Phasellus pulvinar ullamcorper congue. Vivamus porttitor, justo sit amet luctus pretium, leo purus eleifend ligula, vitae elementum dolor turpis consectetur eros.
    REGISTRASI OTA