20% Kebun Sawit RI 'Dikuasai' Malaysia
Sabtu, 30/06/2012 18:18 WIB
Foto: Reuters
Lembang - Pengusaha kelapa sawit di Indonesia saat ini mengaku kesulitan untuk memperluas lahan usahanya. Pertama akibat kebijakan moratorium, dan kedua karena 20% lahan sawit sudah dikuasai penguasaha Malaysia.
Direktur Utama Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), Fadhil Hasan mengatakan, luas lahan yang terbatas ini membuat industri sawit Indonesia belum bisa mengalahkan Malaysia. Belum lagi iklim investasi sawit di Malaysia lebih bagus.
"Kita tidak bisa mengembangkan industri tanpa ada perluasan area, memang ada lahan kita yang dikuasai Malaysia, cukup signifikan," tutur Fadhil di Lembang, Jawa Barat, Minggu (30/6/12).
Fadhil mengatakan, saat ini industri kelapa sawit di Indonesia kalah dari Malaysia, karena kebijakan pemerintah Malaysia kondusif bagi iklim industri kelapa sawit ketimbang Inodnesia.
"Malaysia industri kelapa sawitnya lebih berkembang daripada kita. Itu hasil dari konsistensi kebijakan pemerintahnya. Mereka lebih awal mengembangkan, memiliki kebijakan yang lebih baik. Komitmen pemerintah juga lebih kuat. Dan iklim investasi kita kurang kondusif," paparnya.
Di tempat yang sama Kepala Kompartemen Komunikasi GAPKI Tofan Mahdi mengatakan, dari 7,5 Juta hektar lahan sawit di Indonesia, sekitar 20% telah dikuasai oleh perusahaan Malaysia.
"Iya mungkin 20% ada, terkait dengan aturan investasi, kita tidak bisa melarang perusahaan Malaysia untuk berinvestasi di sini," katanya.
Selain itu, alasan para pelaku industri sawit sulit untuk mengembangkan usahanya adalah karena adanya kebijakan aturan moratorium, jadi hutan-hutan yang ada tidak bisa dijadikan lahan industri lagi termasuk kelapa sawit.
"Kebijakan moratorium itu 2 tahun, kita berharap ini tidak diperpanjang," tutup Tofan.
(zul/dnl)
Direktur Utama Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), Fadhil Hasan mengatakan, luas lahan yang terbatas ini membuat industri sawit Indonesia belum bisa mengalahkan Malaysia. Belum lagi iklim investasi sawit di Malaysia lebih bagus.
"Kita tidak bisa mengembangkan industri tanpa ada perluasan area, memang ada lahan kita yang dikuasai Malaysia, cukup signifikan," tutur Fadhil di Lembang, Jawa Barat, Minggu (30/6/12).
Fadhil mengatakan, saat ini industri kelapa sawit di Indonesia kalah dari Malaysia, karena kebijakan pemerintah Malaysia kondusif bagi iklim industri kelapa sawit ketimbang Inodnesia.
"Malaysia industri kelapa sawitnya lebih berkembang daripada kita. Itu hasil dari konsistensi kebijakan pemerintahnya. Mereka lebih awal mengembangkan, memiliki kebijakan yang lebih baik. Komitmen pemerintah juga lebih kuat. Dan iklim investasi kita kurang kondusif," paparnya.
Di tempat yang sama Kepala Kompartemen Komunikasi GAPKI Tofan Mahdi mengatakan, dari 7,5 Juta hektar lahan sawit di Indonesia, sekitar 20% telah dikuasai oleh perusahaan Malaysia.
"Iya mungkin 20% ada, terkait dengan aturan investasi, kita tidak bisa melarang perusahaan Malaysia untuk berinvestasi di sini," katanya.
Selain itu, alasan para pelaku industri sawit sulit untuk mengembangkan usahanya adalah karena adanya kebijakan aturan moratorium, jadi hutan-hutan yang ada tidak bisa dijadikan lahan industri lagi termasuk kelapa sawit.
"Kebijakan moratorium itu 2 tahun, kita berharap ini tidak diperpanjang," tutup Tofan.
(zul/dnl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Twitter Recommendation
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Senin, 20/05/2013 12:33 WIB
BI Resmikan Acuan Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar di Pasar Jakarta
-
Senin, 20/05/2013 12:30 WIB
Subsidi Listrik Rp 78 T Tahun Ini Bakal Bengkak, Ini Alasannya
-
Senin, 20/05/2013 12:12 WIB
Melonjak 71 Poin, IHSG Tembus Rekor di 5.200
-
Senin, 20/05/2013 12:11 WIB
Pulang Kampung, Bos Telkom dan PTPN X Mendadak Jadi Guru
-
Senin, 20/05/2013 11:43 WIB
Penerimaan Pajak Jeblok, Bea Cukai Jadi Andalan Penerimaan Negara
-
Senin, 20/05/2013 11:28 WIB
Kenapa Utang RI Tembus Rp 2.000 T? Ini Penjelasan Pemerintah
-
Senin, 20/05/2013 10:06 WIB
Wanita-wanita Paling Tajir di Dunia (1)
-
Senin, 20/05/2013 10:55 WIB
Pasca Diperiksa KPK di Washington, Sri Mulyani Bicara Soal Korupsi
-
Senin, 20/05/2013 11:23 WIB
Sri Mulyani: Ada Seorang Menkeu 'Curhat' Soal BBM Subsidi yang Bikin Boros
-
Senin, 20/05/2013 11:08 WIB
Kisah Bos Sido Muncul Tunjuk Dahlan dan Pramono Edhie Jadi Bintang Iklan
-
67 Komentar
-
50 Komentar
-
48 Komentar
-
38 Komentar
-
27 Komentar
-
Rabu, 17/04/2013 12:45 WIB
Wawancara Direktur Komersial AirAsia
Penerbangan adalah Bisnis yang Seksi
PT Indonesia AirAsia adalah maskapai murah paling dikenal di Indonesia. Direktur Komersial Indonesia AirAsia Bernard Francis menilai penerbangan adalah bisnis yang seksi.
-
Rabu, 15/05/2013 13:51 WIB
Prospek Saham di Tahun Politik 2014
Indonesia akan memasuki tahun politik di 2014 nanti menjelang Pemilu. Bagaimana prospek saham di tahun tersebut?
-
Senin, 20/05/2013 12:11 WIB
Pulang Kampung, Bos Telkom dan PTPN X Mendadak Jadi Guru
Direktur Utama PT Telkom Tbk Arief Yahya pagi ini menjadi guru di SMA tempat dulu dia menyenyam pendidikan, yaitu SMA Negeri 1 Glagah, Banyuwangi, Jawa Timur.
Online Trading Academy
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Nullam eu justo lacus. Phasellus pulvinar ullamcorper congue. Vivamus porttitor, justo sit amet luctus pretium, leo purus eleifend ligula, vitae elementum dolor turpis consectetur eros.
REGISTRASI OTA
MustRead
close
-
Senin, 20/05/2013 10:06 WIB WIB
Wanita-wanita Paling Tajir di Dunia (1)
-
Senin, 20/05/2013 09:52 WIB WIB
Freeport: Korban Jiwa Runtuhan Tambang Bertambah Jadi 14 Orang
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Health News · Sexual Health · Diet · Ibu & Anak · Konsultasi · Health Calculator · Foto Balita · Bank Nama Bayi
- detikTravel · Travel News · Destinations · Photos · d'Trips · Hotels · Flights · ACI · d'Travelers Stories
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Pedoman Media Siber · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer










