detikfinance

Investor China 'Dominasi' Peminat Proyek Jembatan Selat Sunda

Suhendra - detikfinance
Rabu, 04/07/2012 10:16 WIB
Jakarta - Investor asal China banyak yang berminat menggarap proyek Kawasan Strategis dan Infrastruktur Selat Sunda (KSISS)/ Jembatan Selat Sunda (JSS). Hingga kini tercatat ada kurang lebih 10 perusahaan/lembaga yang tertarik masuk ke mega proyek tersebut.

Wakil Presiden Direktur Bank Artha Graha B. Wisnu Tjandra mengatakan pihak pemrakarsa yaitu Artha Graha dan Pemda Lampung-Banten, terus berkomunikasi dengan para mitra strategis potensial dari mancanegara yang berminat menggarap proyek KSISS/JSS.

"Diantaranya dari RRT (China) dengan China Railway Construction Corporation (CRCC) dan China Development Bank," kata Wisnu kepada detikFinance, Selasa malam (3/7/2012)

Jumlah investor dari China yang berminat memang lebih banyak dibandingkan negara-negara lainnya seperti Korea Selatan, Jepang dan AS.

Berikut ini 10 calon investor/mitra strategis asal China yang berminat garap JSS.
  1. China Development Bank (CBD)
  2. China Railway Construction Corporation (CRCC)
  3. China Civil Engineering Construction Corporation (CCECC)
  4. China Railway Siyuan Survey & Design Group Company Limited (CRSSD)
  5. China Communications Construction Cooperation Limited Company (CCCC)
  6. China Harbour Engineerin Company (CHEC)
  7. China Road & Bridge Corporation (CRBC)
  8. China State Construction Engineering Corporation (CSCEC)
  9. Beijing International Trust (BITIC)
  10. China National Technical Import & Export Corporation (CNTIC)

Jembatan Selat Sunda yang mencapai 29 Km akan menjadi salah satu terpanjang di dunia dan diperkirakan menelan investasi hingga lebih dari Rp 100 triliun. Pemerintah menargetkan proyek ini sudah bisa dibangun tahun 2014.

Perkembangan terbaru,pemerintah akan mengambil posisi sebagai pihak yang mendanai studi kelayakan atau feasibiliy study (FS), yang sebelumnya diserahkan kepada pemrakarsa yaitu Artha Graha dan Pemda Lampung-Banten. Dengan kata lain, biaya FS akan menggunakan dana APBN.




(hen/ang)

Sponsored Link


Komentar (0 Komentar)

     atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        
    Twitter Recommendation
    Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Gb Rabu, 17/04/2013 12:45 WIB
      Wawancara Direktur Komersial AirAsia
      Penerbangan adalah Bisnis yang Seksi
      PT Indonesia AirAsia adalah maskapai murah paling dikenal di Indonesia. Direktur Komersial Indonesia AirAsia Bernard Francis menilai penerbangan adalah bisnis yang seksi.
    • Gb Rabu, 15/05/2013 13:51 WIB
      Prospek Saham di Tahun Politik 2014
      Indonesia akan memasuki tahun politik di 2014 nanti menjelang Pemilu. Bagaimana prospek saham di tahun tersebut?


    Online Trading Academy Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Nullam eu justo lacus. Phasellus pulvinar ullamcorper congue. Vivamus porttitor, justo sit amet luctus pretium, leo purus eleifend ligula, vitae elementum dolor turpis consectetur eros.
    REGISTRASI OTA