detikfinance

Jelang Puasa Harga Sembako Melambung, Konsumen Bingung

Zulfi Suhendra - detikfinance
Rabu, 04/07/2012 11:28 WIB
Jelang Puasa Harga Sembako Melambung, Konsumen Bingung
Jakarta -Para konsumen mengakui bingung terkait adanya tren kenaikan harga kebutuhan pokok belakangan ini. Kenaikan harga sudah terjadi jauh sebelum bulan Ramadhan yang masih satu bulan lagi.

Yuli seorang pembeli sembako yang ditemui detikFinance di Pasar Kramat Jati mengaku, merasa bingung dengan harga-harga yang ada sekarang ini.

"Saya bingung ini harga naik semua, cabe aja udah Rp 25 ribu. Saya juga kan ini buat jualan masakan di kantin. Kalau naik saya nggak bisa naikin harga masakan saya, paling nanti dikurangin porsinya," tuturnya di Pasar Kramat Jati (4/7/12).

Dengan keadaan sekarang ini Yuli ketakutan harga ini akan kembali naik di beberapa saat menjelang bulan puasa dan lebaran. "Pas mau puasa kalau bisa jangan naik lah bingung saya kalau naik pendapatan juga jadi turun," jelasnya.

Hal senada diungkapkan oleh Winarti yang juga seorang konsumen di Pasar Kramat Jati. Menurutnya, kenaikan harga menjelang puasa ini sudah menjadi hal yang lumrah.

"Saya beli ikan setengah kg aja Rp 10 ribu sekarang, biasanya Rp 7500. Ini biasa menjelang puasa ini semua pada latah, ikut-ikutan naik, kalau bisa pas puasa jangan naik lah," ungkapnya.

Seperti penelusuran detikFinance di Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur, harga sayuran dan sembako sudah mulai merangkak naik. Untuk harga cabe merah keriting, para pedagang mematok harga rata-rata Rp 25 ribu atau naik sekitar Rp 2 ribu dari harga sebelumnya.

Daging ayam naik menjadi Rp 37 ribu/kg dibanding harga sebelumnya yakni Rp Rp 33 ribu. Harga beras untuk jenis IR 42 naik Rp 200 menjadi Rp 6200/liter, telur ayam Rp 18 ribu atau naik Rp 4 ribu dari harga sebelumnya, minyak goreng curah Rp 11 ribu atau naik Rp 1 ribu dari harga sebelumnya, dan daging sapi yang mencapai harga Rp 70 ribu dibanding harga sebelumnya Rp 65 ribu.

Harga Sembako Melambung Jelang Puasa, Konsumen Bingung

Para konsumen mengakui bingung terkait adanya tren kenaikan harga kebutuhan pokok belakangan ini. Kenaikan harga sudah terjadi jauh sebelum bulan Ramadhan yang masih satu bulan lagi.

Yuli seorang pembeli sembako yang ditemui detikFinance di Pasar Kramat Jati mengaku, merasa bingung dengan harga-harga yang ada sekarang ini.

"Saya bingung ini harga naik semua, cabe aja udah Rp 25 ribu. Saya juga kan ini buat jualan masakan di kantin. Kalau naik saya nggak bisa naikin harga masakan saya, paling nanti dikurangin porsinya," tuturnya di Pasar Kramat Jati (4/7/12).

Dengan keadaan sekarang ini Yuli ketakutan harga ini akan kembali naik di beberapa saat menjelang bulan puasa dan lebaran. "Pas mau puasa kalau bisa jangan naik lah bingung saya kalau naik pendapatan juga jadi turun," jelasnya.

Hal senada diungkapkan oleh Winarti yang juga seorang konsumen di Pasar Kramat Jati. Menurutnya, kenaikan harga menjelang puasa ini sudah menjadi hal yang lumrah.

"Saya beli ikan setengah kg aja Rp 10 ribu sekarang, biasanya Rp 7500. Ini biasa menjelang puasa ini semua pada latah, ikut-ikutan naik, kalau bisa pas puasa jangan naik lah," ungkapnya.

Seperti penelusuran detikFinance di Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur, harga sayuran dan sembako sudah mulai merangkak naik. Untuk harga cabe merah keriting, para pedagang mematok harga rata-rata Rp 25 ribu atau naik sekitar Rp 2 ribu dari harga sebelumnya.

Daging ayam naik menjadi Rp 37 ribu/kg dibanding harga sebelumnya yakni Rp Rp 33 ribu. Harga beras untuk jenis IR 42 naik Rp 200 menjadi Rp 6200/liter, telur ayam Rp 18 ribu atau naik Rp 4 ribu dari harga sebelumnya, minyak goreng curah Rp 11 ribu atau naik Rp 1 ribu dari harga sebelumnya, dan daging sapi yang mencapai harga Rp 70 ribu dibanding harga sebelumnya Rp 65 ribu.
(zul/hen)

Baca Juga


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Apa Saja Keuntungan Berinvestasi Obligasi? Kamis, 24/03/2016 17:19 WIB
    Apa Saja Keuntungan Berinvestasi Obligasi?
    Memilih investasi yang tepat bukan perkara mudah. Berbagai instrumen investasi ditawarkan mulai dari saham, obligasi, reksa dana, deposito, emas, dan lain-lain.


“Mau berinvestasi di pasar modal ? Mega Online Trading adalah solusinya”

www.megaonlinetrading.com

Info Lebih Lanjut