detikfinance

Churchill Tuntut RI Rp 18 Triliun, Pemerintah Punya 'Kartu As' Untuk Melawan

Rista Rama Dhany - detikfinance
Rabu, 04/07/2012 19:54 WIB
http://us.images.detik.com/content/2012/07/04/4/195630_ptba4luar.jpg
Jakarta - Churchill Mining Plc merasa dirugikan akibat dicabutnya izin usaha pertambangan (IUP) milik anak perusahaannya yakni Ridlatama dan menuntut Indonesia US$ 2 miliar atau Rp 18 triliun di Pengadilan Arbitrase Internasional. Padahal Ridlatama beroperasi di Kutai Timur (Kutim) secara ilegal.

Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan mengatakan, Ridlatama beroperasi di atas lahan hutan produksi di Kutim.

"Saya tidak kenal Churchill, tidak ada Indonesia kenal Churchill, kita kenalnya Ridlatama (anak perusahaan Churchill), tapi dia beroperasi di hutan produksi dan kami tidak ada menemukan izin mereka di kami (Kementerian Kehutanan)," kata Zulkifli ketika ditemui di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu (4/7/2012).

Zulkifli mengatakan,karena belum adanya izin penggunaan lahan hutan produksi dari Kementerian Kehutanan, artinya Ridlatama beroperasi ilegal di Kutim.

"Izinnya tidak ada, padahal mereka sudah ngebor, sudah eksplorasi dan sudah listing di London serta jual sahamnya, padahal tidak ada izinnya di kami," tegasnya.

Dengan dasar tidak memiliki izin tersebut, Zulkifli bilang merupakan salah satu argumen atau senjata untuk melawan Churchill di Pengadilan Arbitrase Internasional .

"Ini salah satunya senjata kita nanti, yang jelas urusan tambang dengan segala izinnya bukan urusan saya (Kemenhut) jadi urusan saya beroperasinya Ridlatama di kawasan hutan dan kami tidak pernah keluarkan surat izin untuk mereka," tandasnya.



(rrd/dnl)

Sponsored Link


Komentar (0 Komentar)

     atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        
    Twitter Recommendation
    Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Gb Rabu, 17/04/2013 12:45 WIB
      Wawancara Direktur Komersial AirAsia
      Penerbangan adalah Bisnis yang Seksi
      PT Indonesia AirAsia adalah maskapai murah paling dikenal di Indonesia. Direktur Komersial Indonesia AirAsia Bernard Francis menilai penerbangan adalah bisnis yang seksi.
    • Gb Rabu, 15/05/2013 13:51 WIB
      Prospek Saham di Tahun Politik 2014
      Indonesia akan memasuki tahun politik di 2014 nanti menjelang Pemilu. Bagaimana prospek saham di tahun tersebut?


    Online Trading Academy Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Nullam eu justo lacus. Phasellus pulvinar ullamcorper congue. Vivamus porttitor, justo sit amet luctus pretium, leo purus eleifend ligula, vitae elementum dolor turpis consectetur eros.
    REGISTRASI OTA